Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

♡ Sejak kubertemu denganmu Kau menjadikan dirimu segalanya bagiku Di pagi hari, kau adalah embun yang menyejukkan hatiku Di siang hari, kau adalah matahari yang menyinari hariku Di malam hari, kau adalah rembulan yang menerangi langkahku Terima kasih, Karena telah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku ♡ Puisi yang saat itu aku anggap lebay dan norak! Jadi itu Reno?
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai puisi 10 bait
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Berkali-kali Andrewi menghela nafas karena selalu gagal meredam ceplas-ceplos, menyesali telah membuat Adam seperti terlihat illfeel padanya. “Kak kita udahan aja bahas dialognya. Bikinin puisi ajalah, kak. Aku penasaran sejago apa kakak bikin puisi” “Boleh. Kamu nantangin?” “Wiiih....kalau iya emang kenapa?” “Kamu mau dibikinin berapa puisi? Dua? Tiga? Lima? Sepuluh?”
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai puisi 10 bait
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

"Kalau kalian penasaran dengan arti mantra yang kubacakan tadi, sebenarnya itu adalah sebuah puisi indah yang digubah oleh Sang Penguasa Sejati Tanah Kebahagiaan III sendiri. Terjemahan kasar ke dalam bahasa kalian kira-kira begini: "Langit mewarnai bintang-bintang yang teramat terang, angin menidurkan kehangatan di tanah pulau. Aku dan kamu bersatu dalam cinta, tertawa sebagai sahabat yang hangat, mengagumi embun milik kita. "Bunga-bunga melukis pelangi yang luas, menyinari matahari, menyinari bulan di langit. Anak-anak kecil bergerak penuh keajaiban, tertawa luar biasa, kesedihan pun tertidur, saat cahaya langit tiba.
561 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi 10 bait
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai puisi 10 bait
Baca
+Pustaka
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

ucap Louis sedikit lantang. "There's a beautiful maiden in her cage She's beautiful, with joyful british blue eyes shining through her eyelid to illuminating the world." Louis mulai membacakan bait pertama dari puisinya cukup lantang. Bait itulah yang memprovokasi timbulnya suara-suara bisikan dari bangunan di depannya. "She has a heaven inside her soul where there's silver stream flowing through her heart against her veins into nowhere." Bait keduanya membuat suara bisikan itu menjadi lebih keras dari sebelumnya.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai puisi 10 bait
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai puisi 10 bait
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai puisi 10 bait
Baca
+Pustaka
BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

usul Pak Musa. “Boleh. Tapi kita harus hati-hati, Pak.” “Biar saya yang keluar, kalian siap-siap di dalam, jangan lupa matikan lampu,” ucap pak Musa. Ia berdiri lalu berjalan menuju pintu tenda, pelan-pelan ia membukakan pintu tenda dan terlihat seorang penjaga tengah berdiri, dan dengan asiknya menghisap sebatang rokok. Ia menghisap rokoknya dalam-dalam lalu mengeluarkan asapnya dari mulutnya, membiarkan asap itu mengembara bebas dan menghilang terbawa angin.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi 10 bait
Baca
+Pustaka
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

Malam semakin larut Dingin menyentuh kulit Ingin rasanya hati menjerit Sembari memandangi burung yang terbang di langit Bintang bertebaran tiada dapat dihitung Sungguh kita sangat beruntung Akan keindahan malam nan sepi Memberikan kenikmatan cahaya manjakan mata ini Dua bait saja sudah membuat perasaan plong. Coretan kecil mampu hilangkan kejenuhan. Tak lama daun pintu kamar diketuk. Dina memanggilku agar membukakan pintu. Berdiri dan bersegera membukanya.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai puisi 10 bait
Baca
+Pustaka
Penakluk Dunia

Penakluk Dunia

Memandang bait puisi Di Tian, Fen Xuemin menggigil hebat saat tubuhnya diselimuti energi Qi dalam tingkat yang mencengangkan. Merasakan lonjakan jumlah energi Qi dalam tubuhnya, Fen Xuemin menyadari sesuatu kemudian dia segera memejamkan mata untuk memasuki kondisi kultivasi. Di sisi lain, Bai Yuan tak henti-hentinya merasa shock dengan apa yang terjadi hanya dalam rentang sepuluh napas waktu. Ini ... apakah Senior Fen mendapat pencerahan?! Bai Yuan sekali lagi membaca bait puisi Ilahi milik Di Tian, tetapi dia tidak dapat memperoleh sesuatu. Setelah berpikir sejenak, Bai Yuan mendesah saat dia menggeleng lemah.
9.8443.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.5K kali sebagai puisi 10 bait
Tampilkan Ulasan (181)
Baca
+Pustaka
Jimaro Chan
welcome back, Senior Ye. akhirnya hadir kembali setelah sekian lama, dan memberi kejutan besar tentang dalang pembantaian di Benua Utara. ceritanya makin rumit dan kompleks. Semangat tuk terus berkarya, Senior Ye....
Embunayu
Hai kak.. ijin perkenalkan novel saya ya.. menceritakan tentang pangeran yang lemah masuk dalam dunia beladiri, sihir, penyelidikan jati dirinya dan cinta Berjudul " Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api " silahkan mampir
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status