Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Panasmu hangat Marahmu cekat Umpatmu lezat Kutukmu nikmat Tuan menangis, aku teriris Tuan bersedih, aku merintih Tuan terluka, aku membela Tuan bersalah, kutetap cinta Memang, cinta segila ini Gila tergila semakin gila lalu menggila bersama-sama Cinta berharga Makna setia Mengubah ingin Berharap mungkin ~~~ Mohon maaf pabila selama ini saya ada salah-salah kata, sampai jumpa di kesempatan yang berbeda. Catatan terakhir : Pesona Senja _______________ Sebuah notifikasi messenger muncul beberapa belas menit setelah aku mengunggah puisi gila tersebut. Siapa lagi kalau bukan Kaffah, Si Bunglon tengil yang kini tengah melanjutkan studi magisternya di Australia.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 210 Times as puisi anggia
Read
+Library
PENDEKAR MACAN KUMBANG

PENDEKAR MACAN KUMBANG

ucap Ranu Paksi yang duduk di kuda yang sama dengan Angga dengan cara dibonceng. “Tidak ada pilihan lain, perempuan itu bisa saja membunuhku!” ucap Angga dengan terus menarik tali kekang agar kuda terbaik dari Sembawa itu berlari lebih kencang. “Bukankan perempuan itu juga berasal dari Negeri Tirai Bambu”
9.852.0K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as puisi anggia
Read
+Library
Mengintip Kamar Pengantin

Mengintip Kamar Pengantin

Yang diharapkan terkabul Bahkan diminta instan Doa adalah cara Mendekatkan diri dengan pencipta Meminta hanya padanya Bukan pada selainnya Termasuk pasangan hidup Aku gantungkan padaNya Meminta hatinya agar menerima Setiap kurang dan lemah ku Diam-diam aku mengagumi Engkau disana Berharap kita bersama Dalam pelaminan Dengan rasa yang sangat sakral Diam-diam aku berharap Sangat meminta penuh harap Jadikan dia milikku. ] ¹ Delindra mengernyit, dan dadanya tiba-tiba berdebar hebat saat membaca puisi yang dikirim ke inbox nya oleh akun yang bernama Angga_Rangga. Bukan karena pengirimnya yang membuat Delindra panik, namun isi puisinya. Sebab, itu puisi yang Delindra tulis di surat terakhir yang d
2.9K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as puisi anggia
Read
+Library
Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Pria tua itu bersujud di depan batu bertulis itu dengan ribuan emosi yang sepertinya tak mampu dijelaskan oleh riuhnya hujan deras dan derunya angin kencang malam itu. SELESAI *************************************************************************************************************** NAMUN PERANG TAK AKAN PERNAH USAI. SAMPAI JUMPA DI SYAIR SINGGASANA JILID 2
1015.3K viewsCompletedAdded to Library 397 Times as puisi anggia
Show Reviews (6)
Read
+Library
fatekhatur rohmah
Temponya emang gak terlalu cepat, pelan tapi udah ada kejutan di bab-bab awal dan bikin penasaran. Dialognya bagus dan penulis bener2 pas ngasih momen yang bikin aku kaget alias ga buru-buru. Masih belum bisa ditebak tokoh jagoannya yh mana nih, plis deh yg kayak gini jangan cepet2 tamat
Rizki Ansyari
Dunia dibalik kabut adalah refleksi dunia awam sesungguhnya, dimana semua ego, intrik, pengkhianatan akan selalu ada. Penulis mempu membukus kisah ini dengan begitu rapi tapi juga memainkan emosi pembaca. Kereeenn
Read All Reviews
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.1K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as puisi anggia
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

Seekor burung memasukan dirinya ke air, menangkap ikan-ikan kecil lalu membawanya ke sarang, tak jauh dari pemandang itu lautan menawarkan ke mesraan lain. Layar putih yang ditiup angin samudera menghantarkan perahu itu ke semenanjung rindu. Seorang gadis duduk di ujung perahu, seraya menyulam senyum yang merekah pelan-pelan, terlihat seorang pria yang asik mengagumi senyum itu dari tempat kemudi. Tak mau kalah, ikan-ikan berjingkrakan mengambil buih-buih senyum yang di sulamnya. Perahu itu dikelilingi lompatan-lompatan cahaya yang berkejaran, mengitari perahu. Seakan-akan mengiringi pelayaran perahu itu. Layar pun mengembang ditiup samudera. Keindahan yang tak kunjung usai dihempaskan begit
102.5K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as puisi anggia
Read
+Library
Selir Angkuh Kesayangan Paduka

Selir Angkuh Kesayangan Paduka

Tanpa sadar, jemarinya mengusap sampul kulit pada buku di pelukannya. "Menulis ribuan puisi dan mempelajari banyak perkamen tentang obat-obatan," sahut Meghan jujur, matanya menerawang jauh, membayangkan sebuah pondok sunyi di tepi hutan tanpa ada sekat kasta atau kepemilikan yang mencekik. Vane menatapnya dengan binar prihatin yang samar. "Apa kau menyesal menjadi selirnya?" Meghan diam sebentar. Lidahnya terasa kelu.
9.23.2K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as puisi anggia
Read
+Library
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

Senja yang indah mewarnai langit. Semilir angin berhembus membawa damai. Di atas ayunan bersenandung Suci Roswita duduk menyaksikan senja yang perlahan ditaklukan oleh malam. Kebahagian terukir membungkus anggun raut wajahnya. Senyuman yang menawan menghiasi bibir merahnya. Halusnya usapan tangan di atas perutnya yang diselimuti daster membuat bayi yang ada di dalam kandungannya melonjak kegirangan. Elusan tangan Suci Roswita yang terus menerus membuat buah hatinya tak pernah diam, seakan merasakan kebahagian yang sama seperti apa yang dirasakannya.
637 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as puisi anggia
Read
+Library
Hati Sang Bayangan

Hati Sang Bayangan

Terlihat ekspresi Helena yang berubah-ubah. “Wahh rasanya agak manis, asam, dan ada rasa cengkehnya. Tetapi ini cukup enak di perutku. Ini seperti minuman herbal,” ucap Helena yang tersenyum sebab merasa puas dengan minuman baru ini. Matanya lalu melirik ke arah pria berkulit putih pucat itu, “Hm … kau mau?” “Habiskan saja,” Nicholas lalu membuang kaleng birnya dan beranjak pergi, meninggalkan Helena yang masih menikmati minuman rempah itu.
913 viewsOngoingAdded to Library 35 Times as puisi anggia
Read
+Library
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

pinta Nayara. Plak! “Arkh!” Nayara memekik sakit saat hanger kayu itu mendarat di tas kepalanya. “Dasar anak tidak tau malu, kamu masih berani meminta uang dariku setelah membohongiku selama bertahun-tahun.” Clarissa berteriak marah. “Kamu ada hanya untuk membuat malu keluarga Widjaya saja.” Bugh! Bugh! Clarissa memukuli Nayara habis-habisan dengan hanger kayu. Anik yang melihatnya hanya bisa menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as puisi anggia
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status