Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

"Aku juga sudah nggak mau benci kamu lagi, nggak ada gunanya. Biarin semuanya berakhir dan kembali menjadi debu." Kebencian adalah hal yang sangat menguras tenaga dan energi, pria ini sudah tidak layak mendapatkan perhatianku sedikit pun. Andi menatapku rumit. Dia terdiam sambil mengambil kapas lidi yang sudah dibasahi air untuk mengolesi bibirku yang kering, matanya perlahan mulai memerah. "Cintaya, kamu bakal sembuh kok. Tolong, kamu harus benci aku sekuat tenaga dan balas dendam sama aku, nanti kamu boleh lakuin apa pun yang kamu mau, oke?"
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 465 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
NIKAH DENGAN DUDA TIGA KALI MALAM PERTAMA BIKIN KAGET

NIKAH DENGAN DUDA TIGA KALI MALAM PERTAMA BIKIN KAGET

kata Mama yang disambut tawa kecil oleh Papa. "Ih Mama ih, orang kan beda-beda, Ma. Bukan berarti Om Angga gak romantis. kami mau bulan madu tapi belum." Aku mengerucutkan bibir lalu bersenandung kecil dengan lirik kuubah dari versi aslinya. 'Mama Papa kok seneng bandeng-bandengkeee, saing-saingke yo o-jo ngonoo Uong ki yo bedo-be-dooo
9.952.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
MENGEJAR CINTA DOKTER DUDA

MENGEJAR CINTA DOKTER DUDA

Cantik-cantik gini aku dulu mantan juara PPK alias Panjat Pinang Kampung. "Duh, gini amat sih nasib. Baru saja digosting sama cem-ceman sekarang dikejar angsa, ya Allah," batinku sambil melihat ke bawah. "Weekkk, weeekk!" Aku menjulurkan lidah pada para angsa yang sedang bernyanyi dibawah. "Heh, kapok Lu. Layla dilawan!" tukasku seraya mengambil mangga mentah lalu melempari angsa itu dari atas.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

kata Riri memastikan sambil terus merem melek. “Iya, kau itu cantik sayang. Lehermu menggoda keimanan, wangi, kau terasa manis, cantik, indah, molek, cantik sekali,” kata Angga mendeskripsikannya, penataan ucapannya sekarang seperti bocah ingusan yang mengadu pada ibunya. Mengeja satu persatu, terdengar lucu yang membuat Riri terkekeh manis dibuatnya.
1055.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Sepiring Talak di Pagi Hari

Sepiring Talak di Pagi Hari

“Udah diam, jangan diterusin. Aku ikut sesak dengernya.” “Saat bersuami, aku masih perawan. Tapi setelah janda, aku justru hamil. Dunia selucu ini, Nggi. Aku ingin melambaikan tangan ke malaikat maut agar segera menjemputku. Aku lelah.” Anggi hanya menggeleng. “Diam aku bilang. Kalau kamu masih bilang gitu, aku p*kul mulutmu!” “Aku capek ngadepi semua ini.”
1052.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Hidupku Setelah Merebut Suami Orang

Hidupku Setelah Merebut Suami Orang

pamit Anggia lalu mematikan sambungan telepon. Anggia gadis berusia 27 tahun bekerja di sebuah konter handphone, penampilannya yang menarik wajar saja memikat mata keranjang Agung. Benar-benar lelaki tidak punya perasaan istrinya sedang menangis terisak dia biarkan malah memberi perhatian lebih pada Anggia gadis yang baru dia kenal beberapa jam yang lalu. *** Flashback "Mai, Abang ngojeknya di kampung Umi aja, ya. Di sini seret banget, kalau di kampung 'kan lumayan. Nanti hasil ojeknya bakalan Abang setor pas pulang."
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

jawab Raka Anggi menatap sahabat lamanya itu. Mata Raka masih sama: jernih, tenang, penuh keyakinan. Tidak seperti mata Ardi, yang penuh alasan dan pengecut. Namun Anggi terlalu sering disakiti janji manis. “Kalau mereka tahu aku hamil tujuh bulan,” suaranya pecah, “mereka tetap akan menolak. Semua orang selalu menolak.”ucap Anggi
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Melihat Matt dan Senja tetap diam, Arisa bertanya, "Guru Matt, Senja, bagaimana menurut kalian berdua?" Senja melirik Matt, dan lelaki tua itu mengangguk sambil tersenyum, sudah memikirkan jawabannya. Matt menunjuk ke kertas petunjuk dengan kata "anggur", mengeluarkan pena dari sakunya, dan menulis kalimat puitis di bawahnya: "Anggur Dukang dapat menghilangkan kesuraman." Setelah selesai menulis, ia menyerahkan pulpen itu kepada Senja.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Angga & Ana

Angga & Ana

Tanya Ana bingung dengan perkataan Anjar. “Itu namanya kissmark dek. Emang lo nggak merasa, leher lo di cium sampe ungu gitu,” ucap Angga gemas dengan kepolosan Ana. Ana menggeleng, “Gue nggak merasa dicium sampe dihisep atau digigit gitu. Kak Angga cuma ngecup doang gitu kak,” tutur Ana polos. Bercerita tentang apa yang Ana rasakan.
8.76.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status