Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

bisiknya. Setelah makan selesai, Aruna kembali terlelap. Glen tetap duduk di sisi ranjang, tidak ingin kehilangan satu detik pun dari keberadaan perempuan itu. Ia mengeluarkan buku kecil dari tasnya—buku puisi yang ditemukan oleh asisten rumah saat membereskan apartemen. “Dari semua bait yang kau tulis, ini yang paling menyakitkan,” gumam Glen sambil membuka halaman dengan puisi berjudul "Aku Tidak Ingin Mati, Tapi Aku Lelah Hidup Sendiri.”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

Mas Raja: "Alya Humaira, Aku rindu" Cairan bening langsung memenuhi kedua pelupuk mataku begitu membaca pesan itu, dan sedetik kemudian cairan bening itu mulai menganak sungai di kedua pipiku.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Cinta yang Angkuh

Cinta yang Angkuh

“Ahh!” “Sayang … ahh!” Plok … plok … plok .… “Mmm! Ah! Andi!” Sepuluh kuku Patricia cengkeram punggungnya. Ketika Andi gerak semakin cepat, kuku-kuku itu gores punggungnya cukup dalam hingga tinggalkan bekas. “Ahh … sssst!! Oh! Ohhh!!!” Erangan terakhir Andi perlahan mereda ketika dia akhirnya mencapai puncaknya.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Namun gejolak rasa ini mengalahkan rasa malu, yang seharusnya tetap terjaga sebagai perhiasan seorang wanita. Mamah meraih tanganku dan menuntun tubuh ini yang terasa lemas dengan jantung yang berdetak cepat dan keringat dingin mulai membasahi tubuhku, kami melangkah kan kaki berjalan menghampiri Mas Bayu yang kini sedang beranjak berdiri dari duduknya dan tersenyum, lalu mengulurkan tangan mengajak berkenalan. “Perkenalkan nama saya Bayu Anggara,” ucap Mas Bayu, menyebutkan nama sambil menyodorkan telapak tangan untuk kujabat.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
MENCINTAI KUPU-KUPU MALAM

MENCINTAI KUPU-KUPU MALAM

Kamu tidak pernah mengecewakan Mami, La. Sekali lagi dia mengusap batu nisan yang bertuliskan nama Anggi. Teringat saat mereka baru bertemu pertama kali di kantin kampus. Anggi, perempuan periang berusia dua puluh lima tahun yang merupakan mahasiswi akhir di universitas swasta di kota itu dengan Laila yang pendiam dan berusia dua puluh tahun, mahasiswi baru karena sempat tertunda dua tahun sebelum masuk kuliah.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

tanyanya ketika Long Wei sudah naik. “Namaku Wei, margaku Long.” “Nama yang bagus. Aku Gu Peng, seorang warga yang malang di sini sama seperti yang lain.” Dia mendorongkan perahu ke daratan agar getek itu bergerak ke tengah. “Tadi kulihat ada murid-murid Taring Naga di seberang. Kau tahu sesuatu soal itu?” Long Wei menggeleng. “Justru aku ingin mencari tahu soal itu.”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Cahaya Biru

Cahaya Biru

Darahku seperti mendidih saat kata-kata Anggia meluncur menusuk. Tak seharusnya ia menyentuh kenangan tentang mamaku. "Lo bisa diam nggak sih? Gue bisa bungkam mulut lo!" umpatku, suara bergetar penuh amarah. Anggia, dengan senyuman menyeringai, menambah luka. "Kenapa? Mama lo kan emang tukang selingkuh!" Sindirnya tanpa rasa bersalah.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Pesona Atasanku

Pesona Atasanku

"Cepatlah susun, saya tidak suka orang yang gemar membuang-buang waktunya," Astaga! ini manusia benar-benar menyebalkan sekali, Batin Sia dan berusaha mengontrol ekspresi wajahnya agar tidak terlihat kesal. "Baik Pak," Sia memberikan senyuman palsu yang kesekian kalinya. "Berhenti lah tersenyum, kamu menyeramkan jika tersenyum," AKHHH!!! BOLEH CUBIT GINJALNYA GAK SIH??? Batin Sia meraung-raung karena kesal.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Tulis Almira dengan perasaan marah, tangannya mengepal menahan emosi yang sulit ia tahan. "Jadi ini bocil kampungan yang jadi Istrinya Damar?" BERSAMBUNG.....
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status