Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Namun gejolak rasa ini mengalahkan rasa malu, yang seharusnya tetap terjaga sebagai perhiasan seorang wanita. Mamah meraih tanganku dan menuntun tubuh ini yang terasa lemas dengan jantung yang berdetak cepat dan keringat dingin mulai membasahi tubuhku, kami melangkah kan kaki berjalan menghampiri Mas Bayu yang kini sedang beranjak berdiri dari duduknya dan tersenyum, lalu mengulurkan tangan mengajak berkenalan. “Perkenalkan nama saya Bayu Anggara,” ucap Mas Bayu, menyebutkan nama sambil menyodorkan telapak tangan untuk kujabat.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
MENCINTAI KUPU-KUPU MALAM

MENCINTAI KUPU-KUPU MALAM

Kamu tidak pernah mengecewakan Mami, La. Sekali lagi dia mengusap batu nisan yang bertuliskan nama Anggi. Teringat saat mereka baru bertemu pertama kali di kantin kampus. Anggi, perempuan periang berusia dua puluh lima tahun yang merupakan mahasiswi akhir di universitas swasta di kota itu dengan Laila yang pendiam dan berusia dua puluh tahun, mahasiswi baru karena sempat tertunda dua tahun sebelum masuk kuliah.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

Memang pria tinggi kurus yang bersenjata sepasang pasak itu adalah Shi, seorang tokoh dunia persilatan yang berjuluk Pasak Bumi dan menyukai anak kecil. Mendengar bentakan Cang Er, terdengar kekehannya yang menyebalkan. “Aku dalam perjalanan dan hanya sedikit bersenang-senang di sini. Tenang saja, anak perempuan dulu yang kuambil masih hidup sampai kini. Aku tak sekejam itu untuk membunuh anak kecil.” “Bajingan keji, kau masih mencoba berlagak suci?” bentak Jit Kauw dengan kemarahan berkobar.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Cahaya Biru

Cahaya Biru

balasku dengan nada tinggi, berusaha melepaskan genggaman tangannya yang semakin mengencang. "Jangan sok lo! Ingat, calon suami lo juga nggak akan datang. Jadi lo nggak usah ngerasa sok cantik!" Anggia menyindir dengan nada sinis, mencoba menghunjamkan setiap kata ke dalam hatiku. Sudut bibirku terangkat menjadi senyum sinis. "Kenapa? Lo iri sama gue? Gue emang lebih cantik kok," ucapku sambil menggoda, melihat wajah Anggia yang semakin memerah karena marah.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Pesona Atasanku

Pesona Atasanku

"Cepatlah susun, saya tidak suka orang yang gemar membuang-buang waktunya," Astaga! ini manusia benar-benar menyebalkan sekali, Batin Sia dan berusaha mengontrol ekspresi wajahnya agar tidak terlihat kesal. "Baik Pak," Sia memberikan senyuman palsu yang kesekian kalinya. "Berhenti lah tersenyum, kamu menyeramkan jika tersenyum," AKHHH!!! BOLEH CUBIT GINJALNYA GAK SIH??? Batin Sia meraung-raung karena kesal.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
CINTA TERSEMBUNYI TUAN TANAH

CINTA TERSEMBUNYI TUAN TANAH

"Bagaimana jika aku tidak ingin berada di sini?" Jawaban Anggara adalah dengan mencium Citra, mencium Citra sampai dunia Citra berputar dan Anggara menjadi pelabuhan terakhirnya. Citra bergelayut pada tubuh Anggara seperti sebuah papan kayu yang menyelamatkannya dari hempasan ombak,tubuh pria itu berotot dan begitu kuat,maskulin dan menawan.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Tulis Almira dengan perasaan marah, tangannya mengepal menahan emosi yang sulit ia tahan. "Jadi ini bocil kampungan yang jadi Istrinya Damar?" BERSAMBUNG.....
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status