Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Ia geregetan melihat sikap bungkam Suri. "Ngomong-ngomong kamu punya hati kan, Ri? Hati asli yang terdiri dari darah dan daging. Anugrah dari sang pencipta. Bukan hati yang terbuat dari baja, dan dicetak di mesin pabrikan?" tukas Bu Ajeng sarkas.
1082.5K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as puisi anggia
Read
+Library
Kekasihku Menikahi Saudari Tiriku

Kekasihku Menikahi Saudari Tiriku

jawab ku kikut,ternyata Fina menyadari apa yang sedang ku rasakan. "Ngaku loh,kita kenal udah lama ya dari jaman masih bocah jadi gue tau gimana temen gue kalo lagi jatuh cinta." Ledek Silfi. "Jujur aja sih Ra sama kita." timpal Agis. "Ngomong-ngomong namanya siapa Ra?" tanay Fina. "Namanya Angga." Jawab ku cuek. "Dia tinggal di kota ini,kata lu dia anak juragan teh di kota tempat tinggal nyokap lu?" tanya Agis.
107.5K viewsOngoingAdded to Library 299 Times as puisi anggia
Read
+Library
ANGELA (Sang Perias Jenazah)

ANGELA (Sang Perias Jenazah)

Tanah yang ia pijak hitam, lembab dan basah. Suara-suara angsa liar terdengar kian riuh. Angela mendekati asal suara tersebut sampai ia melihat sebuah danau yang entah di mana ujungnya. Gerombolan angsa hitam berparuh merah asik berenang dan terbang rendah di atas danau. Mereka sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Angela di tempat itu
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 421 Times as puisi anggia
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Setiap pagi ia berharap bangun dengan kabar bahwa semua hanya ilusi, tapi setiap kali membuka mata, ia kembali menemukan kenyataan pahit: Elhan benar-benar pergi. Di atas meja belajarnya, berserakan kertas-kertas yang penuh dengan tulisan tangan. Coretan-coretan yang lebih mirip puisi patah hati. Sebagian hanya satu kalimat pendek, seperti potongan pikiran yang tertinggal saat malam menghimpitnya. “Aku benci angin, karena ia terlalu mirip denganmu—datang tiba-tiba, pergi tanpa pamit.”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as puisi anggia
Read
+Library
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

kata Angga “Aku harap kamu bisa ikut dan aku sudah penasaran puisi apa yang akan kamu bawakan untuk menjadi sountrack Adyatama x Alana Ayunda” kata Angga Kemudian Alana menghela napas dalam-dalam dan matanya terbelalak ketika membaca pesan terakhir Arya, karena dia lupa belum menyiapkan puisi tersebut “Berapa durasi yang kamu butuhkan?” tanya Alana dengan segera
107.4K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as puisi anggia
Read
+Library
Anak Kecil yang Memanggil Suamiku Ayah di Mall

Anak Kecil yang Memanggil Suamiku Ayah di Mall

ucap Anggi ketika tanganku seketika mengeluarkan darah. "Ya, mawar ini bagus ya, tapi berduri, dan menyakiti tangan Tante saat menggenggamnya. Jadi, sama seperti perkataan Tante Dhea mengenai anak haram, kata-katanya singkat, tapi menyakiti orang yang mendengarnya, termasuk Ayah kamu, Anggi nggak mau Ayah sakit hati kan?" tanyaku padanya ia pun mengangguk. "Jadi, jangan ucapkan kata-kata tadi ya? Anggi itu anak Ayah dan almarhumah Mama Maya," tambahku lagi. "Ya sudah Tante, aku pamit ya, walau bagaimanapun, aku harus menuntut ilmu di pesantren," ucap Anggi.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as puisi anggia
Read
+Library
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Nafasnya sesak. --- Malam itu, Tiara terbangun karena suara seperti goresan. Seperti seseorang sedang menulis… tapi di dinding. Ia keluar kamar. Langkahnya pelan. Lorong remang. Dan di bawah tangga, Anggi duduk bersila, menulis sesuatu di lantai pakai spidol merah. Tiara: (berbisik) “Anggi… kamu ngapain?”
10846 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as puisi anggia
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as puisi anggia
Read
+Library
Oh...Jandaku tersayang.

Oh...Jandaku tersayang.

Sehingga membuatnya semakin bertindak kurang relevan. "Oh...ada apa dengan diriku?, dan kenapa harus peduli dengan pikiran orang lain(Handoko)?." Anggara sedikit menyipitkan mata. Tanpa di ketahuniya, Ada campuran kekesalan dalam bait yang meluncur keluar. "Siapa yang tidak tahu tentang bapak, berapa wanita yang tidak berakhir di atas....." Angel segera berbalik menoleh kearah Anggara, secara reflek juga menghentikan perkataannya dan terdiam sejenak.
7.312.2K viewsOngoingAdded to Library 330 Times as puisi anggia
Read
+Library
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Kenzo-pun berkata layaknya puisi. "Wah Kenzo, aku tidak menyangka, sajak puisimu begitu menyentuh jiwa." ejek Leon sambil tertawa. "Jaga dia, dia gadis yang baik. Jangan pernah sakiti dan kecewakan dia, bahkan sampai membuatnya menangis," kata Kenzo sambil mwmbaca bukunya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as puisi anggia
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status