Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ANGELA (Sang Perias Jenazah)

ANGELA (Sang Perias Jenazah)

Tanah yang ia pijak hitam, lembab dan basah. Suara-suara angsa liar terdengar kian riuh. Angela mendekati asal suara tersebut sampai ia melihat sebuah danau yang entah di mana ujungnya. Gerombolan angsa hitam berparuh merah asik berenang dan terbang rendah di atas danau. Mereka sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Angela di tempat itu
1014.3K viewsCompletedAdded to Library 414 Times as puisi anggia
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Setiap pagi ia berharap bangun dengan kabar bahwa semua hanya ilusi, tapi setiap kali membuka mata, ia kembali menemukan kenyataan pahit: Elhan benar-benar pergi. Di atas meja belajarnya, berserakan kertas-kertas yang penuh dengan tulisan tangan. Coretan-coretan yang lebih mirip puisi patah hati. Sebagian hanya satu kalimat pendek, seperti potongan pikiran yang tertinggal saat malam menghimpitnya. “Aku benci angin, karena ia terlalu mirip denganmu—datang tiba-tiba, pergi tanpa pamit.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as puisi anggia
Read
+Library
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

kata Angga “Aku harap kamu bisa ikut dan aku sudah penasaran puisi apa yang akan kamu bawakan untuk menjadi sountrack Adyatama x Alana Ayunda” kata Angga Kemudian Alana menghela napas dalam-dalam dan matanya terbelalak ketika membaca pesan terakhir Arya, karena dia lupa belum menyiapkan puisi tersebut “Berapa durasi yang kamu butuhkan?” tanya Alana dengan segera
107.3K viewsCompletedAdded to Library 174 Times as puisi anggia
Read
+Library
Anak Kecil yang Memanggil Suamiku Ayah di Mall

Anak Kecil yang Memanggil Suamiku Ayah di Mall

ucap Anggi ketika tanganku seketika mengeluarkan darah. "Ya, mawar ini bagus ya, tapi berduri, dan menyakiti tangan Tante saat menggenggamnya. Jadi, sama seperti perkataan Tante Dhea mengenai anak haram, kata-katanya singkat, tapi menyakiti orang yang mendengarnya, termasuk Ayah kamu, Anggi nggak mau Ayah sakit hati kan?" tanyaku padanya ia pun mengangguk. "Jadi, jangan ucapkan kata-kata tadi ya? Anggi itu anak Ayah dan almarhumah Mama Maya," tambahku lagi. "Ya sudah Tante, aku pamit ya, walau bagaimanapun, aku harus menuntut ilmu di pesantren," ucap Anggi.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as puisi anggia
Read
+Library
Lelaki Tanpa Kasta Mengguncang Dunia

Lelaki Tanpa Kasta Mengguncang Dunia

Khayalan Anggi terbang melayang menembus langit. Riska mengernyitkan dahinya melihat kelakuan Anggi yang tengah flaying entah kemana. "Woooi.. Banguuun..!" Mimpi kok siang bolong..!" Ledek Riska mengguncang bahu Anggi yang tengah hanyut terbawa mimpi indahnya. " Iiih kamu... Enggak boleh lihat teman senang dikit." Jawab Anggi memonyongkan bibirnya dengan lucu."
9.9111.0K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as puisi anggia
Show Reviews (22)
Read
+Library
ms huang
hi kk...aku datang dukung kmu dgn ksi 5* biar cpt nyala bintangnya yaa... yukkk intip ceritaku juga kk. judulnya KEKASIH BRENGSEKKU ...uda msuk bab 18...cerita ttg hubungan toxic, dijamin seru! makasi y kk ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Nafasnya sesak. --- Malam itu, Tiara terbangun karena suara seperti goresan. Seperti seseorang sedang menulis… tapi di dinding. Ia keluar kamar. Langkahnya pelan. Lorong remang. Dan di bawah tangga, Anggi duduk bersila, menulis sesuatu di lantai pakai spidol merah. Tiara: (berbisik) “Anggi… kamu ngapain?”
10734 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as puisi anggia
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as puisi anggia
Read
+Library
Oh...Jandaku tersayang.

Oh...Jandaku tersayang.

Sehingga membuatnya semakin bertindak kurang relevan. "Oh...ada apa dengan diriku?, dan kenapa harus peduli dengan pikiran orang lain(Handoko)?." Anggara sedikit menyipitkan mata. Tanpa di ketahuniya, Ada campuran kekesalan dalam bait yang meluncur keluar. "Siapa yang tidak tahu tentang bapak, berapa wanita yang tidak berakhir di atas....." Angel segera berbalik menoleh kearah Anggara, secara reflek juga menghentikan perkataannya dan terdiam sejenak.
7.312.0K viewsOngoingAdded to Library 324 Times as puisi anggia
Read
+Library
Menaklukkan Dosen Killer

Menaklukkan Dosen Killer

perintah nenek itu dengan dingin dan datar. "Siapa lagi kamu? Apa yang kamu inginkan dariku? Apa kamu juga ingin membakar aku hidup-hidup seperti yang sudah anda lakukan kepada bundaku? Atau mau lebih sadis lagi? Apa salahku pada kalian? Aku dan bundaku bukanlah orang kejam yang memiliki ilmu hitam. Jangankan membunuh orang lain, membunuh semut pun bundaku tidak tega!" teriak histeris Anggi memerontak. "Duduklah, minum susu kurma di depanmu itu! Untuk memulihkan staminamu!" perintah wanita tua itu, Oma Gina.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as puisi anggia
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Lagi-lagi kutemukan kertas putih berisi puisi dari seorang Rio Sajak Angin Pada Embun Dalam hening semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun diantra dedaunan Rindu mu mengema seirama dendang alam kehidupan Kau bunga yang mewangi Tertanam indah ditaman hati Di hamparan sawah kering kerinduan Angin mendesaukan bisik kepedihan Meluruhkan dedaun kusam kenangan Gemerisik daun dan nyanyian embun
104.1K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as puisi anggia
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status