Pesona Ibu Susu Kesayangan Tuan Duda
Sani membulatkan mata, "Oh ya? Padahal kalo ngomelin mbok Iin semua jurnal medis dibawanya. Yang masak nggak boleh ini-itu, bukannya ASI itu makanan terbaik buat bayi? Kok malah gitu ngomongnya?"
Asha hanya tersenyum sembari mengangkat bahu. Ia lanjut memakan camilan di piring daripada harus mengingat-ingat wanita itu. Sementara Sani, ia pun itu membisu, mereka tidak lagi banyak bicara dan sibuk mengisi mulut masing-masing.
Sementara itu, di tempat yang jaraknya lumayan jauh, sosok lelaki dengan celana bahan dan kemeja, nampak tengah berjongkok sembari menatap nanar batu nisan yang nampak masih baru.