Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

'Tulisannya bagus," batinku memuji tanpa sadar. Tiga tahun menikah, aku bahkan tak tahu bagaimana tulisan Aini. Kata demi kata, aku kembali meneruskan membaca goresan itu. ------ "Seorang santriwati menginjak tanah haram!" teriakan salah satu santri putra membelah pagi di asrama Pondok Pesantren Nurul Hidayah. Jibran yang baru saja selesai berseragam, melongok keluar kamar. "Siapa?" tanyanya lantang. "Sepertinya santri kelas 10!" jawab Fatah dengan terengah-engah. "Ana kesana sekarang!"
8.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 216 Beses bilang puisi berantai 4 orang santri
Read
+Library
Shalaff The Magic Of Prayer

Shalaff The Magic Of Prayer

Bahkan ramai suara tepuk tangan putra terdengar jelas sampai disini. Acara ta'aruf yang pertama ini, dinamakan dengan " Persaudaraan ", dimana santri baru akan di persaudarakan dengan santri yang lama. Disini santri lama akan membantu setiap santri baru yang ia dapat. Siapapun itu, kita harus bersiap untuk menerima dan membimbingnya. "Untuk persaudaraan yang ketiga, yaitu Fania Indri Puspita di persaudarakan dengan Kak Ida Ratu Langit. " Kak Salsa mulai mengumumkan di iringi suara tepuk tangan.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 60 Beses bilang puisi berantai 4 orang santri
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 87 Beses bilang puisi berantai 4 orang santri
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

#Part_15 Pagi yang cerah menyapa pesantren Raya. Seperti tahun-tahun sebelumnya setelah ujian, para santriwati sibuk mempersiapkan lomba. Acara puncak menguji fisik, kekompakan, dan kemampuan bertaktik. Tak lama berselang peluit panjang pun dibunyikan, pertanda pertandingan akan segera dimulai. Seketika sorak-sorai para santriwati membahana menggelitik kaki Raya.
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 91 Beses bilang puisi berantai 4 orang santri
Read
+Library
Tilasmat

Tilasmat

Rendi hanya mengangguk dan segera melajukan motor trail miliknya dengan kecepatan sedang, membelah padatnya lalu lintas Ibu kota untuk bertemu satu-satunya orang tua yang dia miliki saat ini. *** Sementara itu di Garut, saat ini Sri tengah kewalahan menangani puluhan santri yang kesurupan. Dadanya bergemuruh marah. Bukan karena kesal dan lelah mengurusi teman-temannya, tetapi karena marah pada orang yang dengan tega menjadikan para santri itu sebagai sasaran. "Tolong bawa yang sudah sadar ke kobong dua," perintahnya halus pada kedua temannya, Ayu dan Silfi.
105.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 145 Beses bilang puisi berantai 4 orang santri
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Langit yang Retak Hari berikutnya, terjadi sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh siapa pun. Langit di atas pesantren merekah. Seperti kertas yang tersobek dari sudut atas. Dari celah itu, bukan cahaya yang keluar… melainkan kata-kata yang mengalir seperti debu. Santri-santri jatuh sakit. Beberapa mulai berbicara dalam kalimat-kalimat yang tidak dimengerti. Ada yang menyebut nama-nama yang tidak pernah mereka pelajari. Ada pula yang menggambar simbol pena dan rantai di dinding kamar mereka.
2.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 87 Beses bilang puisi berantai 4 orang santri
Read
+Library
Dua Pilar Cinta

Dua Pilar Cinta

ucap santri laki-laki bernama Raihan seraya melepas cengkeraman pria itu. Raihan segera memandangi sekeliling. Gadis pembuat onar itu nyatanya tak ada lagi di koridor. Sepertinya sudah kabur. Tak lama kemudian, para ustaz dan ustazah datang membubarkan kumpulan para santri. Namun, dibanding kembali ke ruangan, Raihan justru tertarik menuju ke arah belakang pesantren saat tanpa sengaja ia melihat gadis tadi sedang memanjat tembok. "Hei," panggil Raihan, "lu ngapain manjat tembok?"
107.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 219 Beses bilang puisi berantai 4 orang santri
Ipakita ang mga Review (11)
Read
+Library
Chyruszair
cerita kayak gini belum ada pembaca? aku suka dengan ceritanya dan awal ceritanya saja sudah menegangkan, eh tapi malah dibikin ngakak. kena prank sebagai pembaca. tapi, cerita ini memang bagus, baca saja, bab 1 saja sudah dibilang menarik apalagi bab selanjutnya.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Basahin ang Lahat ng Review
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 37 Beses bilang puisi berantai 4 orang santri
Read
+Library
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Sesudah keempat orang itu menyampaikan kata sambutan, semua hadirin bertepuk tangan dengan semangat untuk waktu yang cukup lama. Wira tersenyum melihatnya. Dia segera berkata, "Oke, selanjutnya silakan kalian mencocokkan puisi." Terlihat berbagai puisi di atas meja. Semua kontestan naik ke panggung satu per satu, lalu mengintip dengan penasaran. "Satu gunung, dua gunung. Gunung menjulang tinggi, embun terasa dingin. Kerinduanku berkobar bak api."
96.1M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 178.2K Beses bilang puisi berantai 4 orang santri
Ipakita ang mga Review (2659)
Read
+Library
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Basahin ang Lahat ng Review
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Ada 4 tingkatan murid dalam perguruannya. Lalu matanya menatap pada seorang murid berbakat dari tingkatan ketiga, yang baru saja hendak naik ke tingkat ke 4. Dia sangat paham dengan kemampuan pemuda muridnya itu. "Argada..! Kau majulah dan layani tamu kita dengan baik," ujar Ki Randujati, menunjuk murid berbakatnya itu. "Baik Guru, murid menerima perintah," sahut Argada menunduk patuh. Lalu dia naik ke atas panggung, dan berdiri dihadapan Pacul Selatan.
9.963.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang puisi berantai 4 orang santri
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status