Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Engkau Mendua

Setelah Engkau Mendua

Tetapi sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan. Aku menutup buku karya Dr.'Aidh al-Qarni berjudul La Tahzan yang baru saja selesai kubaca. Buku ini menjadi salah satu yang memotivasiku untuk tetap tersenyum seberapa berat masalah datang menghampiri. Termasuk ketika satu minggu Mas Bima di Singapura tapi aku tak bisa menghubunginya pada siapapun. Hari ini hari ke delapan kepergiannya ke negara itu, aku kembali mencoba menghubungi.
9.167.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Aku Ingin Pisah

Aku Ingin Pisah

"Uhm ... apa sudah ada kabar tentang Nyonya, Tuan?" Jujur saja, Bi Tin kesulitan tidur karena terus teringat Melan. Sungguh perempuan malang. Hidup sebagai yatim piatu, lalu malah menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak mencintainya. "Belum."
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.760.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Pov Jibran *** Sekarang aku bagaikan gumpalan debu. Seolah hanya dirinya yang mampu merangkai kembali ragaku. Aku menjadi begitu rapuh Tanpanya, hatiku tak lagi utuh. *** "Sadaqallahul 'Adzim ...."
8.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
My Beloved Partner

My Beloved Partner

Puisi itu berbunyi: Di antara sejarah dan darah pahlawan, Ada degup yang tak bisa kuabaikan. Tak ada merah putih di dadaku selain wajahmu yang selalu tenang. Untukmu, guru berjas abu-abu… Pak Taka mengernyit. “Ini puisi... romantis?” Laras maju ke depan dengan cepat, “Itu... karya fiksi, Pak! Kami mau menunjukkan bahwa nasionalisme bisa disisipkan dalam bentuk rasa cinta!”
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Mendua

Setelah Aku Mendua

"Makanya kamu ingat umur. Terus setelah itu kamu kamu cepetan nikah, Nanti keburu tua kamu belum nikah. Tak bisa kamu merasakan surga dunia." Ida hanya mencebikkan bibirnya. "Eh. Oya Aku mau menunjukkan sesuatu sama kamu." Belum sempat Mona menjawab wanita itu segera mengeluarkan ponselnya lalu pergi ke aplikasi Tik tok dan memutar sebuah video.
17.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Suka Duka Ibu Tunggal

Suka Duka Ibu Tunggal

Dia bangkit, memeriksa sekeliling memastikan tidak ada kamera, lalu berkata, "Masih ingat perayaan 20 Mei tahun lalu? Waktu itu, kamu memberikan cangkir berisi sup padanya." "Dia memamerkannya padaku dan membanggakan betapa baik istrinya. Jadi, aku menaruh racun mematikan di dalam sup itu. Hal yang paling dibanggakannya justru membuatnya mati. Hahaha!" "Polisi nggak akan pernah menemukan sumber racunnya, karena aku yang membuatnya sendiri. Mereka nggak akan bisa melacaknya." "Oh ya, Eliyani, kamu tahu nggak? Sebelum mati, dia masih memohon padaku untuk melepaskanmu. Tapi sekarang, aku akan menghancurkanmu!"
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku Tanpa rasa bersalah engkau bertahta Memenuhi semua hidupku
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
RADIO REKSA

RADIO REKSA

“Untuk selanjutnya kita bacakan kartu dari Jingga. Halo Jingga, apa kabar? Jingga katanya mau request lagu dari duo Jingga, ‘Tentang Aku’. Wah, kebetulan banget namanya ya? Katanya lagu ini dikirim spesial buat penyiarnya. Terima kasih Jingga. Oiya, Jingga juga mau minta dibacakan pusinya, nih. Kita simak sama-sama ya, guys…” Backsound kembali berkumandang sejenak dan kemudian berubah menjadi musik instrumental yang lirih, saat Reksa membacakan puisi dari Jingga. “Rindu Yang Dalam oleh Jingga. Semerah mataku, begitulah cintaku. Menangis untuk mencari, kasihku ingin bertemu. Senyummu yang bergulung. Merangkul diriku dipelukmu. Dan aku ingin seperti dulu. Disini bercanda dengan cintamu.”
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal. Saat sampai di akhir bait pertama, ia berhenti mendongak. Tatapannya begitu tajam hingga beberapa pelayan di dekatnya menundukkan wajah dengan canggung. "Kau menggambarkan dinginnya embun beku seolah kau sendiri yang merasakannya menembus tulang," ucapnya pelan. "Saya memang pernah merasakannya, Yang Mulia," jawabku jujur.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status