Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Victim

The Victim

Biarkanlah nafasku yang berbicara Betapa aku sangat menyesali segala sesuatu yang terjadi. Betapa aku ingin menghembuskan kata maaf dalam tiap nafasku Betapa aku mencintai kalian dalam relung hatiku Aku tak mampu berbuat apa-apa lagi.. Melepaskan kalian.. Sumber kebahagiaanku.. Karena kalian tak akan terganti. Kalian berharga Selamanya... Suara hati Jonathan. (Puisi by MonikaRani)
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Ia telah mengkoordinir sembilan orang teman sekelas anggota geng dekil untuk merayakan kelulusan mereka sebagai sukses bersama yang harus dirayakan dan jangan sampai terlupakan. “Malam Senyap Menyergap Kesepianku”, itu salah satu bunyi sub judul dalam laman blog ini. Berisi puisi seronok yang konten kalimatnya makin vulgar dari atas ke bawah. “Sayang, masuklah menyongsongku. Aku sangat kesepian dan merindukanmu. Desakanmu yang meronta, engkau sangat perkasa. Pelukanmu yang makin kuat, kusambut dengan goyangan dahsyat. Oh...aku sungguh menikmati keperkasaanmu, Sayang...,’’ ‘’Mana Di? Nggak ada nomor kontaknya? Kok isinya puisi semua?”Tanya Bayu.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Hanya Dirimu

Hanya Dirimu

Sumpah mati bukan maksud di hati Tuk meninggalkan dirimu oh kasih Kumelangkah pergi karna janji Usah kasih engkau bersedih Cintaku suci … hanya satu untuk dirimu Ku percaya padamu … kasih ku akan menunggumu Lanjutnya diikuti gerakan menikmati musik. Namun, Dimas justru diam ditempat begitu mendengar lirik, 'cintaku suci … hanya satu untuk dirimu.' Bibirnya pun siap bergetar andaikan tidak segera digigitnya kuat.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Dalam sekejap, seluruh kehangatan di hatiku lenyap, menyisakan kepahitan yang memenuhi dada. Helena Majid, tentara wanita dari tim seni militer, sekaligus cinta sejati Baskara di kesatuan. Sementara aku? Hanya istri kampung yang menemaninya dari nol. Tentu saja tak pantas dibandingkan dengannya. Malam itu, saat anakku terlelap, aku diam-diam melangkah ke halaman. Satu per satu bibit kucabut.
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Ini... ini seperti tulisan. Tapi bukan aksara Sunda yang kukenal.” Arjuna mendekat, menyentuh permukaan itu dengan ujung jari. Guratan itu terasa hangat, seolah masih hidup. Ia membisikkan pelan: “Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke.” (Ada dahulu, ada sekarang. Tiada dahulu, tiada sekarang.)
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Ia lalu membacakan suluk pertama yang ia temukan, baris demi baris, dengan intonasi yang hati-hati, seolah-olah ia sendiri sedang membedah setiap kata. “‘Duka lara tan kinira, amung mangsa dening raga, Jiwa mulya kinunci, dening bandha lan kursi. Sang Kurawa tan mawas, angkara murka tan wus, Ingaran adil tan adil, amung pamrih ing bathil.’” Raka menyelesaikan bait pertama, suaranya merendah, menahan getaran.
856 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 426 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
828 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

"'Di sini kita berpisah, kawan, sekali untuk selamanya. Kau pergi sejauh sepuluh ribu mil, hanyut.' Bagus, bagus! Nak, puisimu benar-benar bagus." Arjuna tersenyum tanpa mengatakan apa-apa. Omong kosong. Puisi-puisi itu karya Saleha, seorang penyair terkenal. Bagaimana mungkin puisinya tidak bagus? "Nak, bolehkah aku menyalin semua puisi ini?" tanya sang pria tua dengan hati-hati. Dia seperti takut Arjuna menolaknya. "Boleh." "Kalau begitu terima kasih, Nak."
9.3429.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.6K kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status