Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

HUJAN SENDU Oleh: Pesona Senja Ada bilur serupa gores kenangan Pada tetes-tetes hujan sore Lagi dan lagi tetes menetes pada netra Bilur membilur dalam dada Mendung mengundang hujan Hujan merayu pendar cahaya jadi pelangi Tentu saja bisa! Tapi tak selalu, rintik hujan berbuah pelangi Harap tekat padamu juga padaku
106.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 169 Beses bilang puisi derai-derai cemara
Read
+Library
Gemerlap Dendam Sang Pewaris

Gemerlap Dendam Sang Pewaris

Hujan tipis turun, membuat suasana malam terasa lebih hidup. Beberapa menit kemudian, mobil berhenti di sebuah jalan yang mengarah ke taman kota. Deretan pedagang kaki lima berjejer di kiri kanan jalan. Asap dari wajan dan panggangan mengepul ke udara, mencampur aroma bawang goreng, kecap manis, dan sambal yang menggoda. “Di sini?” tanya Samudra ragu, menatap suasana sekitar. Banyak orang duduk di bangku plastik, sebagian bahkan berdiri menunggu pesanan.
10958 viewsOngoingIdinagdag sa Library 27 Beses bilang puisi derai-derai cemara
Read
+Library
Pewaris Darah Cemani

Pewaris Darah Cemani

Suara mesin motor terdengar jelas, menggema ke indra pendengaran, terpantulkan oleh suasana malam yang sangat hening, berhasil menyamarkan suara katak yang sedang bergembira ria saling bersahutan menyambut genangan air yang terkumpul dari tetesan air hujan serta suara serangga kecil lainnya yang ikut mendominasi kidung pada malam hari. “Wis, Mbah. Sudah bisa di buka matanya. Alhamdulillah semua aman, kita selamat sampai tujuan. Insya Allah,” kata Denjaka, berhasil menebak dengan tepat jika saat ini Mbah Tarjo sedang menutup kedua matanya, menanti dengan harap-harap cemas akan keberhasilan Denjaka mengendalikan motornya melewati jalanan mengerikan yang hampir mirip dengan titian siratul musta
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 35 Beses bilang puisi derai-derai cemara
Read
+Library
Dendam Membara Sang Dewa Perang

Dendam Membara Sang Dewa Perang

Jas lab putih yang dikenakannya terlihat bersih tanpa noda. "Aku Dr. Reema," wanita itu memperkenalkan diri sambil memeriksa denyut nadi Evan dengan alat canggih. "Direktur Pusat Penelitian Veridax-Vexlar Integration Complex. Atau dalam istilah yang lebih sederhana, tempat kami menciptakan dewa perang." VVIC. Evan pernah mendengar rumor tentang tempat ini. Fasilitas rahasia pemerintah untuk mempersiapkan para tentara dalam peperangan kelak.
101.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 66 Beses bilang puisi derai-derai cemara
Read
+Library
Cerai pura pura

Cerai pura pura

Tulisan tangan Angga. *"Maaf aku pergi pas kamu masih tidur (atau pura-pura tidur?). Aku bawa beberapa kemeja kerja. Nanti sore aku mampir. Love you, Dek."* Santi meremas kertas itu, lalu membuangnya ke tempat sampah. "Love you," gumamnya sinis. "Omong kosong."
1.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 51 Beses bilang puisi derai-derai cemara
Read
+Library
CERAI

CERAI

jelas Reza "iya papa tau" celetuk sofyan. ***** Tok tok tok,, Bunyi suara pintu yang di ketuk dari luar " Sebentar" Ceklekk, suara pintu terbuka dari dalam Assalamu'alaikum ibuuu , teriak zaira sambil memeluk erat wanita parubaya yang membuka pintu. Wa'alaikumussalam,, Lah kok udah sampai aja nduk? tadi di telfon bilang sampai nya malem.
106.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 246 Beses bilang puisi derai-derai cemara
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Cinta Tak pernah meminta berlabuh di mana Sekotor apa pun wadahnya, tetap kan menyapa Derap langkah akan selalu mencari cara Untuk akhir yang tersembunyi bersama rahasia Cinta Kuatkan hati agar selalu setia Luaskan sabar menahan lara Hingga doa mampu berikan asa Aku dan kamu bisa bersama Gerimis di bumiku, 4 Oktober' Puisi terunggah tanpa menunggu lama. Ada kepuasan tersendiri bisa menyampaikan rasa lewat aksara. Bahkan ada keinginan untuk mencoba hoki dalam dunia literasi dan mengejar mimpi lewat satu cerita. Namun, nyalinya belum sekuat itu. Ia takut malah tidak bisa lagi berenang ke tepian lalu tenggelam karena melakukan tindakan berbahaya. Sementara raga belum mempersiapkan diri sama sek
108.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 277 Beses bilang puisi derai-derai cemara
Read
+Library
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.916.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 619 Beses bilang puisi derai-derai cemara
Read
+Library
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Disedot? Mendengar ucapannya, aku langsung terdiam sesaat. Kemudian, benakku langsung muncul gambaran Jeff yang menempel di dadaku. “Nggak boleh!” Karena malu, aku langsung menutupi dada, menggelengkan kepala dengan wajah memerah. Pijatan biasa saja sudah cukup… aneh. Jika dia sampai menyedotnya….
2.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 49 Beses bilang puisi derai-derai cemara
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Demi raga, menipu cinta. "Begitu? Lantas, kata apa yang sesungguhnya ingin Bapak dengar dari mulut saya?" Suri tersenyum di lekuk leher Damar. Ia memang payah dalam perkara rayuan gombal. "Katakan saja kalau kamu bersedia saya lamar. Coba katakan? Karena kalimat ; Ya, saya bersedia. Itulah kalimat yang paling ingin saya dengar."
1082.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.4K Beses bilang puisi derai-derai cemara
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status