Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

Lalu Kak Clarrisa berhenti di kandang Burung Merak. “Mereka benar-benar cantik, ya, Kak.” “Ya, bulu mereka benar-benar indah. Tidak, keberadaan mereka sendiri sudah indah.” “Kau benar, mereka adalah spesies yang indah.” “Kau berpikir seperti itu, Raihan?” Ada apa dengannya? Nada bicaranya sedari tadi tidak begitu semangat. “Apakah kau mengetahui beberapa soal Merak?”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi derai-derai cemara
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Boni pun mulai membaca, “Sajak Putih, karya Chairil Anwar. Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi Malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa,” “Dan dalam dadaku memerdu jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi derai-derai cemara
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai Apakah engkau mengerti? Segala rasa dalam sanubari Yang memintamu tuk hadir di sini Tuk menenemani Agar mengasihi Karenamu .… Ku jadi begini Kuharus dapatkanmu Apapun yang terjadi! Kenapa aku membaca puisi ini, seolah puisi ini untukku? Siapa yang membuatnya? Semua karangan puisi yang aku buat, aku tidak pernah menemukan puisi yang seindah ini.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai puisi derai-derai cemara
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

jelas Sastrawan Berbudi lagi. Mendengar ucapan Sastrawan Berbudi, seluruh pengunjung kedai semakin ramai membicarakan Baraka yang disebut-sebut sebagai Pendekar Kera Sakti. -o0o- Pucuk-Pucuk cemara meliuk gemulai tersapu hembusan sang bayu. Burung parkit aneka warna bernyanyi dalam canda riang. Namun, kegembiraan di hati mereka segera terhalau manakala bau anyir darah menebar. Bau menusuk hidung itu berasal dari halaman rumah sederhana yang terbuat dari bilah-bilah papan. Ketika hembusan sang bayu bertambah kencang, bau anyir darah semakin menyengat. Belasan burung parkit mencicit ngeri seraya terbang ke angkasa luas. Mereka tak kuasa melihat sebuah pemandangan yang sungguh amat mengenaskan.
1028.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 824 kali sebagai puisi derai-derai cemara
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Kulirik dari celah jendela rupanya gerimis mulai menitik dan membasahi setiap dinding di luar serta kaca yang bening menjadi berembun karena tetesan air langit itu. Ternyata begitu cepat malam menyapa kami. Benar saja terlihat si kembar memeluk kedua lenganku erat. Sementara aku masih terduduk di sofa di tengah-tengah ruangan. Astaga! aku melihatnya lagi, sosok yang sama pada waktu yang mungkin sudah tak terhitung lagi. Bisa jadi aku sudah sangat teramat biasa dengan pemandangan buruk ini. Tapi kali ini bukan itu yang ingin kubahas melainkan kan ada keanehan yang tidak biasa tergambar dari pemilik mata sendu itu.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai puisi derai-derai cemara
Baca
+Pustaka
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Para ras iblis perlu selalu diwaspadai. Dia berputar di beberapa tempat untuk mengecek kejanggalan atau kelalaian yang ada. Saat dia sampai di sebuah sungai yang akan di adakan untuk melepaskan harapan melalui lentera, Luhan berhenti dan duduk bersandar di dekat pohon. Di bawah pohon itu dia melihat orang berlalu lalang dengan membawa kembang api dan berbagai macam makanan dan hiasan.
101.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi derai-derai cemara
Baca
+Pustaka
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Dia tahu dia akan mengejutkan semua orang jika dia menunjukkan bakatnya. Darryl tersenyum dan menatapnya. "Katakan padaku kenapa puisi itu bagus?” 'Ha ha! Puisi itu berjudul 'Pasir Murni Surgawi — Pikiran Musim Gugur' oleh Ma Zhiyuan, penyair besar dari Dinasti Yuan. Bagaimana bisa tidak menakjubkan?' pikir Darryl. Jewel memiringkan kepalanya sambil berpikir dan berkata, “Pokoknya, menurutku itu luar biasa! Puisi itu ditulis dengan indah."
8.57.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223.2K kali sebagai puisi derai-derai cemara
Tampilkan Ulasan (2480)
Baca
+Pustaka
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Baca Semua Ulasan
Kemilau Senja

Kemilau Senja

sahut Pak Nawawi dengan logat Jawanya. "Neriman itu apa ya, Pak?" tanya Larasati penasaran. Memang dia tidak tahu sama sekali dengan bahasa Jawa. Karena dia asli Sumatera yang merantau di Jakarta. "Nrimo ing pandum, Nduk Laras," jawab Pak Nawawi. "Si Laras jangan diajak ngomong bahasa Jawa, Pak, bisa ngambek lagi loh kayak kemarin. Hehe," sahut Pak Rahman.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai puisi derai-derai cemara
Baca
+Pustaka
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

🎶🎶🎶 Seribu rambutmu yang hitam terurai Seribu cemara seolah mendera Seribu duka nestapa di wajah nan ayu Seribu luka yang nyeri di dalam dadaku … Di sana kutemukan bukit yang terbuka Seribu cemara halus mendesah Sebatang sungai membelah huma yang cerah Berdua kita bersama tinggal di dalamnya ... Nampaknya tiada lagi yang diresahkan Dan juga tak digelisahkan Kecuali dihayati Secara syahdu bersama, ooh Selamanya, bersama selamanya … Di sana kutemukan bukit yang terbuka Seribu cemara halus mendesah
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 773 kali sebagai puisi derai-derai cemara
Baca
+Pustaka
LANGIT KABUT CAMELIA

LANGIT KABUT CAMELIA

Setiap dera suaranya yang hanya satu kata itu pelan-pelan mengguratksn sketsa kehadirannya, yang apakah hanya sekedar lamunan atau kenangan silam. Tulisan di atas kertasku berlanjut begitu saja. Jemariku menangkap inspirasi lebih cepat daripada otakku. Tak lagi kuhiraukan suara gemeretak jendela tua yang terbuka. Oh... Aku tahu, dari Elegi Esok Pagi sampai tetra lirik Camelia. Bukankah penyanyi itu pernah berkata... Esok pagi kau buka jendela
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi derai-derai cemara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status