Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fight For Love

Fight For Love

seru Gabriel memujinya sambil bertepuk tangan meriah. “Aku pintar menggombal berkat ilmu gombal darimu.” “Kalau begitu, aku akan menulis buku berisi semua gombalanku padamu, supaya kau semakin berbunga padaku.” Tangan Gabriel terus mengendalikan jari wanitanya, berusaha memainkan sebuah instrument sangat istimewa terdengar di telinganya. Terutama instrument ini sangat membuat hati wanitanya berdebar. Instrument yang dimainkan adalah lagu ciptaan Gabriel sendiri berdurasi singkat berjudul “Love Charlotte”.
9.922.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 491 kali sebagai puisi gombal
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
ayyona
kepo ah, masker apa sih Harvey, yg buat glowing shimering smriwing 😅😅 hmm kalo tuan Alexander panggil PM Agnes n Tuan Clinton berarti mereka ga dicurigai 🤔 wkwkwk cuma tidur doang kan? ga usah kaget gitu deh trio jomlo kepo 😂😂😂
taripoe
ga perlu naikin suhu AC, Gabriel! cukup peluk j biar hangat. gt udah bs enakan y, Charlotte. kalo q auto pake selimut rangkap pas masuk ngain, senjata keluar dr P3K.. minyak angin, koyo.. wkwkwk.. Sepertinya mereka berdua memang photogenic..
Baca Semua Ulasan
My Husband's Secret

My Husband's Secret

Buat apa kamu berusaha menggombal hanya untuk menarik perhatianku? Tapi sejujurnya, aku pengin mati dengerin gombalan kamu, Mas. Iya, rasanya lemes. Gombalanmu memang terdengar aneh, tapi itu bisa bikin dopaminku meningkat. Suamiku ternyata bisa ngegombalin istrinya meskipun di situasi yang tidak tepat. Ngomong-ngomong, aku masih penasaran dengan kisah pingsan Mas Gala. Apa aku cari tahu soal itu? ***
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Balada Cinta Sang Mandor

Balada Cinta Sang Mandor

bisik Rama di telinga Elma. "Sama, aku juga kangen sama kamu, Mas," balas Elma sambil membalas dekapan erat itu. Rama melepaskan pelukannya sejenak, memandangi wajah Elma dengan penuh damba. "Kamu cantik sekali malam ini, Sayang." "Aku cantik juga untuk kamu," jawab Elma dengan senyum manis. Rama menyudutkan tubuh Elma ke tembok, menahan kedua tangan wanita itu ke atas dengan lembut namun dominan. Tatapannya menjadi lebih intens. "Boleh tidak kita mengungkapkan rasa kangen ini dengan cara lain?"
333 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
LOVE THE LAW

LOVE THE LAW

Tulisannya rapi, berisi puisi pendek. (‘Jika kau adalah badai, biarlah aku payung yang goyah, bukan pelindung, hanya penenang.’) Ia tahu siapa penulisnya. Dan malam itu, ia membalas. Menyusupkan secarik kertas ke balik buku yang sering dibaca Ainsley: ‘(Kau bukan payung, Ai. Kau pelangi setelah ribut. Jika aku badai, kau alas yang tak mau runtuh.’)
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
PENDEKAR LEMBAH HANTU

PENDEKAR LEMBAH HANTU

Dia kemudian berkata "Ambil gombal-gombal ini!" Perempuan itu melempar potongan-potongan kain di tanganmya. Potongan kain itu berterbangan seperti serombongan kupu-kupu hitam yang berterbangan di depan mata. Sekarang Rangga dapat melihat tubuh mulus wanita di depannya. Melihat tubuhnya yang menggiurkan, Rangga sempat tertegun dan menelan ludah beberapa kali.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
KUBELI KESOMBONGAN, GUNDIK SUAMIKU

KUBELI KESOMBONGAN, GUNDIK SUAMIKU

KUBELI KESOMBONGAN GUNDIK SUAMIKU 94. Rengga Ragu (Bagian A) Aku bingung, sama sekali nggak menyangka akan se-dahsyat ini postingan yang dibagikan oleh seseorang.
9.769.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Kesombonganmu Kubayar Tunai

Kesombonganmu Kubayar Tunai

"Hmm." "Puisi yang kamu bikin buat Damar lebay banget." Dia tertawa puas. Cepat sekali suasana hatinya berganti. "Aku nggak nyangka, gadis yang terkenal pendiam bisa bikin kata-kata norak begitu."
1048.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Purba satu ini malah terus melangkah dengan dada dibusungkan ke depan, berniat mencari padang rumput untuk meminta ampun pada Dewa. "Aneh kali dunia modern. Kenapa goa mereka terang benderang kayak gini, tapi betinanya malah suka menjerit kalau lihat pejantan sehat," gumam Purba dalam hati sambil menggaruk perutnya yang kotak-kotak. Yap, benar sekali.
10.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

Keluh Elsa. "Kalem dong, Els! Cuma kumbang kayak lihat buaya," protes Edwin. "Mas, buang dong. Baunya gak kuat!" Pinta Intan. Lalu, dia muntah-muntah di hadapan mertua dan adik iparnya. "Wah, jangan-jangan Kak Intan lagi ngidam ya?" Tanya Elsa. "Wah, Mama mau punya cucu." "Bukan, Els! Tapi, kumbang itu. Tuh! Ada belatungnya," sahut Intan sambil menutup mulut dan hidung karena tak kuat menahan aroma busuk.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status