Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Obsesi Gelap sang Pewaris

Obsesi Gelap sang Pewaris

"Tolong!" Gavin terpaku ketika mendengar suara seseorang meminta tolong. Dia baru saja akan meninggalkan makam itu, namun terpaksa berbalik lagi untuk mencari sumber suara. Karena Gavin tidak melihat apa pun, dia berpikir kalau dia hanya berhalusinasi. "Tolong, keluarkan aku!" Gavin berbalik lagi ketika mendengar suara itu. Terlanjur penasaran, dia pun benar-benar menjadi pusat suara itu yang ternyata datang dari salah satu kuburan yang tampak baru ditimbun.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi habis gelap terbitlah terang
Baca
+Pustaka
THE KOLONI

THE KOLONI

“The moon will guide you through the night with the brightness, but it will always dwell in the darkness, in order to be seen.” - Shannon L. Alder _____ Ketika semuanya terasa gelap, tidak ada cahaya sedikit pun yang ku lihat, yang terasa hanya kehampaan. "Dimana aku?". Ucapku lantang..
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai puisi habis gelap terbitlah terang
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

POV ZEa lanjutan dari bab sebelumnya Dear pohon cinta, "Kaulah nyala senja yang diam-diam mengupas warna segar kupu-kupu dan aku tumbuh seperti laut waktu memberiku air gairah atas hidup. Barangkali kesengsaraan itu telah menjadi matang dan sempurna. Namun ketahuilah, tak ada luka yang sembuh hanya dengan kalimat-kalimat kebijaksanaan.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai puisi habis gelap terbitlah terang
Baca
+Pustaka
Racun Mertua

Racun Mertua

Terdengar lagu dari audio mobil, lagu dari band kenamaan dulu yang membuat luka ini semakin terasa menganga. 'Aku tak percaya lagi, dengan apa yang kau beri. Aku terdampar disini, tersudut menunggu mati. Aku tak percaya lagi, akan guna matahari. Yang dulu mampu terangi, sudut gelap hati ini. Aku berhenti berharap, dan menunggu datang gelap. Sampai nanti suatu saat, tak ada cinta kudapat. Kenapa ada derita, bila bahagia tercipta. Kenapa ada sang hitam, bila putih menyenangkan.
1020.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai puisi habis gelap terbitlah terang
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

HUJAN SENDU Oleh: Pesona Senja Ada bilur serupa gores kenangan Pada tetes-tetes hujan sore Lagi dan lagi tetes menetes pada netra Bilur membilur dalam dada Mendung mengundang hujan Hujan merayu pendar cahaya jadi pelangi Tentu saja bisa! Tapi tak selalu, rintik hujan berbuah pelangi Harap tekat padamu juga padaku
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai puisi habis gelap terbitlah terang
Baca
+Pustaka
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Bang Rasya sudah berdiri di belakangku. "Iya." "Bintang dan bulan terlihat indah karna diselimuti gelap malam. Bila diselimuti terang mentari, bintang dan bulan tak kan terlihat indah meski banyak pun. Itu lah konsep hidup." "Maksud, Abang?" Aku melirik pada dia yang sedang mendongak menatap langit. "Bila hidup manusia gelap karna ujian, anugerah dalam pelukan kan nampak indah. Bila hidup manusia terang karna bahagiaan melimpah, anugerah tak kan nampak indah."
9.781.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi habis gelap terbitlah terang
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Naga Putih

Legenda Pendekar Naga Putih

“Jurus Cahaya Jiwa-Inti Matahari!” Tubuhnya mulai memancarkan cahaya emas yang terang, mengusir kabut di sekitarnya. Bayangan-bayangan itu memekik, terpecah menjadi kepingan energi gelap sebelum menghilang. Kabut hitam yang menutupi wilayah itu mulai surut, memperlihatkan tanah yang sebenarnya—dataran penuh reruntuhan dan patung-patung besar yang tampak seperti para dewa yang terlupakan.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai puisi habis gelap terbitlah terang
Baca
+Pustaka
Bayang-Bayang Yang Terlambat

Bayang-Bayang Yang Terlambat

Kenapa dirinya harus minta maaf? Tiba-tiba, sosok bayangan hitam menerobos ke arah Tasya dan Mega. Orang itu membuka botol di tangannya dan menyiramkan isinya ke wajah mereka, sambil memaki marah, “Jenazah Pak Ruben bahkan belum membusuk, kalian sudah bersenang-senang! Biar kuhancurkan wajah kalian demi membalas dendamnya!” Isi botol itu adalah asam sulfat!
9.461.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai puisi habis gelap terbitlah terang
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

“Ruang ini bukan akhir. Ini adalah tengah. Kita… baru saja membuka bagian terdalam dari kegelapan. Tempat di mana cahaya bisa membunuh.” BERSAMBUNG
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi habis gelap terbitlah terang
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.916.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai puisi habis gelap terbitlah terang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status