Aku Madu Kembaranku
Tangannya terulur, mengetuk pintu yang terbuat dari kayu jati yang tertutup rapat.
“Ma … ini aku, Malik,” ujarnya.
Terdengar sahutan Bu Fatma dari dalam kamar, “Masuk saja, Malik, tidak Mama kunci.”
Malik mengangguk, meski ibunya tak melihatnya. Dengan perlahan, ia meraih kenop pintu dan membukanya.
Di balik pintu, Bu Fatma tampak berbaring dengan kaki terbalut gips. Wajahnya sedikit meringis, seolah masih terlalu sakit. Padahal ia hanya mengada-ada saja.
Bab Populer