Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Madu Kembaranku

Aku Madu Kembaranku

Tangannya terulur, mengetuk pintu yang terbuat dari kayu jati yang tertutup rapat. “Ma … ini aku, Malik,” ujarnya. Terdengar sahutan Bu Fatma dari dalam kamar, “Masuk saja, Malik, tidak Mama kunci.” Malik mengangguk, meski ibunya tak melihatnya. Dengan perlahan, ia meraih kenop pintu dan membukanya. Di balik pintu, Bu Fatma tampak berbaring dengan kaki terbalut gips. Wajahnya sedikit meringis, seolah masih terlalu sakit. Padahal ia hanya mengada-ada saja.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai puisi hitamku
Baca
+Pustaka
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Biarkan semua kesedihanmu menjadi milikku Berikan seluruh dukamu untukku Biarkan ku peluk dunia menjadi milikmu Biarlah semua masa lalu menjadi masa lalu Biarkan masa kini menjadi milik kau dan aku Biarkan kurajut masa depan yang indah bersamamu Kamu telah hidup dalam mimpiku untuk waktu yang lama Izinkan aku menjadikan nyata untuk kali ini Maukah kamu mengukir masa depan bersamaku? Ares. Chrystal membaca sekali lagi, ya benar ada nama Ares di akhir tulisan itu. Berarti Ares yang telah menulis puisi itu untuknya. Chrystal mengangkat wajahnya dan memandang Ares penuh tanya pada Ares yang sedang menatapnya.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi hitamku
Baca
+Pustaka
Ellipsis

Ellipsis

Menyeruak kasar semua duka Tak ada lagi senyum tersisa Dan Ketika aku membuka mata Aku tersadar dari mimpi segala durja Menyatu padu semua dilema Merobek tudung segala rasa Tak ada hal lain yang kurasakan Selain sesal teramat dalam Tak mungkin aku meneruskan perjalanan Dengan mata separuh terpejam Aku berjalan memutar haluan Coba perbaiki cela yang tertinggal di belakang Kuketuk setiap pintu rumah mereka Namun, tak ada satupun yang dibuka Dari dalam rumah mereka berkata; Kopi sudah menjadi jelaga… Aku menundukkan pandangan dan memijat pangkal hidungku begitu Ashika selesai membaca puisiku. Aku hanya bisa menahan tawa dan malu melihat tingkahnya. Entah kenapa ia berpikiran untuk mencetak tuli
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai puisi hitamku
Baca
+Pustaka
Jade : The Mighty Amethys

Jade : The Mighty Amethys

senjata terakhir yang dia miliki. "Casineb fel materol, Siom fel ffwrnais, A'm henaid a ddaw yn lludw yn gyfryngwr. deffro dywyllwch fy enaid a llosg i'm nerth." (Kebencian sebagai bahan, Kekecewaan sebagai tungku, dan jiwaku yang akan menjadi abu sebagai perantara. bangkitkan kegelapan jiwaku dan bakar ia menjadi kekuatanku.) Awan hitam kembali berkumpul di langit Crator diiringi dengan lengkingan suara petir.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai puisi hitamku
Baca
+Pustaka
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

ucap diriku yang hitam. Aku berpaling, melihat si hitam yang berdiri didepanku. Sesekali aku menengok si putih yang terus berteriak, melambai sambil berdiri. Putih terus berteriak, sambil memukul-mukul kan tangannya. Seolah ada cermin yang menghalanginya masuk kedunia si hitam. Sekeras apapun putih berteriak, aku tak dapat mendengarnya.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai puisi hitamku
Baca
+Pustaka
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

[Café Rindu] [Malam Hari] “Aliran darahku tak selamanya hitam , masih ada kehidupan yang harus aku lindungi , Aku hanyalah penjahat di mata tiga Dunia , dan aku bukanlah benalu , Karena Cinta aku harus meralakan semua ini , Selamat tinggal kehidupanku yang telah lama Kelam !” Suasana di Cafe ini sangatlah hangat , sampai – sampai buku
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi hitamku
Baca
+Pustaka
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

“Dunia mungkin kehilangan satu cahaya, tapi tulisanmu adalah keabadian. Jangan biarkan hujan meredupkan naskahmu. Aku menunggumu di bab selanjutnya.” Ruby mengernyit. Ia membuka kotak cokelat yang datang bersamaan. Di balik tutup kotak itu, tertulis sebuah catatan lagi: “Rasa pahit ini tidak akan bertahan selamanya. Aku adalah kopi hitam yang akan membangunkanmu dari mimpi buruk ini.”
1013.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 493 kali sebagai puisi hitamku
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

"Aku cacat. Aku pernah takut. Dan justru itulah kekuatanku. Karena aku tahu rasanya jatuh, aku tahu cara menuliskan jalan untuk bangkit." ​Saat kau menerima keraguanmu, bayangan itu berubah menjadi Tinta Hitam yang paling pekat dan paling indah di ujung penamu. Tanpa tinta hitam, tulisanmu tidak akan memiliki kontras. Tanpa penderitaan, kebahagiaanmu tidak akan memiliki kedalaman. Dengan tinta dari keraguan dan cahaya dari harapan, kau mulai menulis di Buku Ketiga yang ada di Dimensi Nol.
902 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai puisi hitamku
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

“Tentu berbeda. Jika tak ada suara perutku, aku tak akan mengerti apapun. Sementara suara yang kau maksud adalah suara yang tak terdengar telinga. Aku masih bisa mendengar suara dari rasa lapar perutku ke telinga.” “Lalu rasa sakitmu?” “Oh?” “Rasa kesepian. Kehilangan. Penderitaan masa lalumu. Pertemuanmu denganku. Impianmu. Room Nakama.” “Kenapa dengan semua itu?” “Apa warna hatimu ketika mengingat semua hal yang kusebutkan tadi?” “Warna-warni?” “Benarkah?” “Atau mungkin....hitam.” “Entah kenapa kau harus mengatakan hitam.”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai puisi hitamku
Baca
+Pustaka
SANG DEWA PENYEMBUH

SANG DEWA PENYEMBUH

Kau tinggalkan noda hitam Buah cinta kasih yang putih Inginku mati bila tak ingat dosa Ingin rasanya ku pulang ke rahim ibu Dan tak pernah terlahir lagi Lihatlah (lihatlah) terlanjur sesal Langkah diri karena janji Ibarat tangkai aku t'lah patah Ibarat gurun aku tandus Ibarat sungai aku kering Kini musnah harapanku Cinta terputus di tengah jalanan Kau tinggalkan noda hitam Buah cinta kasih yang putih Inginku mati bila tak ingat dosa Ingin rasanya ku pulang ke rahim ibu Dan tak pernah terlahir lagi
683 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi hitamku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status