Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

SENJA ada yang berbeda pada senja yang temaram semilir angin membelai mesra aku mematung - tatapanku hampa pada baris-baris awan yang saling mengejar di udara ada yang aneh aku jelas merasakannya aku yakin aku tak salah ya, aku telah jatuh cinta pada lelaki yang mengisi hari-hariku bermalam-malam lalu masih tiada masih hampa disini di hati kecilku namun kini tiba-tiba mencekik leherku cinta; rasa itu datang tiba-tiba aku tahu aku salah aku tahu kamu marah, tak suka harusnya ia tiada tapi aku manusia biasa tak kuasa menghalau magisnya; aku sungguh telah jatuh cinta padamu pada senja yang temaram - Mega
103.6K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as puisi hampa
Read
+Library
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.1K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as puisi hampa
Read
+Library
SUMPAH PELAKOR

SUMPAH PELAKOR

Harapannya kosong dan hampa. Bersambung ...
102.9K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as puisi hampa
Read
+Library
Omega keeper Of Crystalon

Omega keeper Of Crystalon

“Sejak sirkuit darahku rusak, aku tidak bisa lagi menciptakan suara yang menghancurkan. Tetapi aku kini bisa mendengar frekuensi dari segalanya. Dan aku bisa… membatalkannya.” Ia menjelaskan teorinya. Ia akan mencoba menciptakan “Nada Hampa”—sebuah frekuensi sunyi yang secara aktif meniadakan semua getaran dan suara di dalam sebuah area kecil, menciptakan gelembung keheningan absolut. Ini adalah pertaruhan yang gila. Sebuah teknik yang belum pernah ia coba, dilakukan dalam kondisi terlemahnya. Tapi ini adalah satu-satunya harapan mereka.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as puisi hampa
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as puisi hampa
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Dan di langit yang perlahan gelap, tak ada suara perang, tak ada mantra. Hanya angin… dan gema dari masa depan yang belum dituliskan. Karena untuk pertama kalinya, dunia ini— adalah halaman kosong. Dan siapa pun yang datang nanti… boleh menulis kisah baru, tanpa beban. Tanpa kutuk. Tanpa warisan luka.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 71 Times as puisi hampa
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.8K viewsCompletedAdded to Library 184 Times as puisi hampa
Read
+Library
Legenda Kultivator Terkuat

Legenda Kultivator Terkuat

Jun Xiaoyao terus berjalan, sambil mengeluarkan sayap iblis dari belakangnya. Sosoknya melesat ke depan seperti anak panah, meluncur ke kedalaman. Sesaat kemudian, dia tiba-tiba melihat bahwa ruang hampa di depannya terdistorsi, dan sebuah pusaran ruang hampa yang sangat besar muncul. Di dalamnya, sebuah pedang kuno muncul dan menghilang di tengah pusaran, naik dan turun. "Pedang Hampa Panhuang!" Mata Jun Xiaoyao berkilat dengan cahaya tajam.
9.986.9K viewsOngoingAdded to Library 2.6K Times as puisi hampa
Show Reviews (18)
Read
+Library
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Klan Qing
Izin promos ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini adalah kisah Petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

Kehadiran itu tidak bergerak. Namun justru karena diamnya—segala sesuatu di sekitarnya berhenti, seolah realitas sendiri menahan napas di hadapan sesuatu yang tidak bisa dipahami. Kekosongan itu… hidup. Bukan dalam arti bernapas atau bergerak. Namun dalam cara ia memengaruhi—menghapus makna hanya dengan keberadaannya. Hanum merasakan tubuhnya kaku.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as puisi hampa
Read
+Library
Kultivasi Awan Surga

Kultivasi Awan Surga

Api yang menempel pada es, meskipun tidak sepenuhnya padam, dikonsumsi oleh kehampaan, dengan cepat berkurang menjadi kerlipan yang berbahaya. Pedang Es, menantang dan marah, meronta-ronta, menebas dengan liar dalam upaya untuk menghancurkan kehampaan ini. Namun kehampaan itu tak terbatas, tanpa awal atau akhir, dan perjuangan pedang besar itu tidak berhasil. Terisolasi, dingin, putus asa... Pedang Es mengeluarkan teriakan pembangkangan, tanpa hasil, saat ia terus menyusut.
9.2118.3K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as puisi hampa
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status