Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terbangun: Ingatan Yang Hilang

Terbangun: Ingatan Yang Hilang

Dia menghindarinya. “Langkah Hampa.” “Tunggu dulu... Apa itu tadi?! Bukankah itu Langkah Hampa?!” Jika aku tidak mengaktifkan auraku sebagai pendeteksi, aku tidak bisa mendeteksinya sama sekali. Namun entah bagaimana, auraku dengan miliknya seperti... Beresonansi. Aku jadi bisa merasakan kehadirannya dengan cukup mudah kurasa. Dia bergerak dengan langkah hampa mengelilingiku, meskipun kecepatan geraknya sungguh diluar nalar, pada akhirnya aku hanya bisa membaca titik akhir serangannya itu, tanpa bisa mengikuti gerakannya sama sekali dengan mata maupun tubuhku.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as puisi hampa
Read
+Library
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

“Pertanyaan lo itu udah jadi bahan perdebatan manusia selama ribuan tahun. Lo bukan orang pertama yang bertanya, ‘apa arti hidup?’ atau ‘gimana rasanya hidup tanpa tujuan?’” Alfa menoleh. Tatapannya tajam, tapi di dalamnya ada sesuatu yang samar—rasa ingin tahu. “Dulu, ada seorang filsuf namanya Albert Camus. Dia punya teori yang disebut ‘Absurdism.’” Alana mengangkat alisnya sedikit, memastikan Alfa masih memperhatikannya. “Menurut Camus, hidup itu nggak punya makna yang pasti. Kita lahir, tumbuh, berusaha mencari arti, tapi pada akhirnya, dunia ini nggak menawarkan jawaban mutlak. Itu yang disebut absurditas.”
904 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as puisi hampa
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Di sinilah para penjaga kabut—penulis jaga malam dan pemimpi terlatih—memainkan perannya, menjaga batas antara yang hidup dan yang masih menggantung di antara waktu. Namanya adalah Saram Al-Hilam, seorang penyair yang berasal dari generasi pertama pengasingan di Tilangkar. Dia datang bukan dengan barang bawaan, melainkan dengan bahasa yang tak pernah diajarkan di sekolah—bahasa yang katanya dia temukan dalam mimpi, ditulis oleh burung-burung bayangan di langit merah. Saram dikenal bukan karena banyak bicara, tapi karena satu antologi puisi berjudul Tanah yang Menolak Diam.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as puisi hampa
Read
+Library
TULPA

TULPA

*** "Resah, atmaku bergejolak tak berirama, Mendobrak kerang, membentur cakrawala, Meliuk ke sana-kemari tak bertujuan, Mencoba mencari jawaban di luasnya buana. Kepak sayap tak berkesudah Lelah menjajah waktu dan alam Namun semuanya terasa hampa Di mana dikau wahai, Tuan? Abdi di sini menanti dikau datang Memeluk mawar bertabur darah Terlilit duri, menangisi dikau sang dayita Yang tak kunjung pulang."
106.5K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as puisi hampa
Read
+Library
Dalam Diamku

Dalam Diamku

POV Rumah Rajasa Baru sehari ditinggalkan oleh Miranda, rumah Bu Merry sudah terasa sangat tidak nyaman. Tidak ada yang memasakan sarapan dan makan malam, lantai terasa berdebu karena tidak disapu dan dipel, serta cucian kotor yang menumpuk di sudut kamar.
8.545.0K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as puisi hampa
Read
+Library
CINTA YANG HILANG

CINTA YANG HILANG

Sampai-sampai sekarang dia di pecat. Yutta yang berjalan tanpa arah tujuan itu, memutuskan untuk menghentikan langkahnya di salah satu taman kota, kakinya sudah terasa lelah. Yutta duduk sambil termenung di bangku yang terada di taman tersebut.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as puisi hampa
Read
+Library
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai Apakah engkau mengerti? Segala rasa dalam sanubari Yang memintamu tuk hadir di sini Tuk menenemani Agar mengasihi Karenamu .… Ku jadi begini Kuharus dapatkanmu Apapun yang terjadi! Kenapa aku membaca puisi ini, seolah puisi ini untukku? Siapa yang membuatnya? Semua karangan puisi yang aku buat, aku tidak pernah menemukan puisi yang seindah ini.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as puisi hampa
Read
+Library
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Teman lama berpamitan pergi, saat terlihat kembang api di langit bulan Maret. Layar perahu jauh lenyap di langit biru, hanya terlihat sungai yang mengalir." "Cahaya bulan terang di depan tempat tidur, terlihat seperti embun di tanah. Mengangkat kepala memandang bulan, menundukkan kepala merindukan kampung halaman." Saat Wira membacakan tiga puisi itu, para sastrawan dan penyair yang berada di depan langsung terdiam. Mata mereka membelalak dan terhanyut dalam gambaran dari puisinya. Setiap puisi yang dibacanya adalah puisi yang sangat terkenal, benar-benar luar biasa. Bahkan pemuda yang tadi menuduhnya melakukan kecurangan pun perlahan-lahan terhanyut dalam keindahan puisinya.
96.1M viewsCompletedAdded to Library 153.7K Times as puisi hampa
Show Reviews (2659)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Langit dan Bumi

Langit dan Bumi

Sembilan bulan yang lalu... "Untuk kamu yang kusuka, terus terang aku tak pandai berkata-kata. Puisi-puisiku seringkali tak bermakna. Kata-kataku seperti bualan yang menguap ke udara. Namun, dirimu tak pernah sekalipun hampa. Selalu mengisi hatiku, mengisi hariku. Membuat setiap huruf dalam hidupku bernapas. Langit yang cerah tersenyumlah selalu. Kamu cantik tiada tara. WSD, 3 IPA 1."
1011.9K viewsOngoingAdded to Library 286 Times as puisi hampa
Read
+Library
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

SENJA ada yang berbeda pada senja yang temaram semilir angin membelai mesra aku mematung - tatapanku hampa pada baris-baris awan yang saling mengejar di udara ada yang aneh aku jelas merasakannya aku yakin aku tak salah ya, aku telah jatuh cinta pada lelaki yang mengisi hari-hariku bermalam-malam lalu masih tiada masih hampa disini di hati kecilku namun kini tiba-tiba mencekik leherku cinta; rasa itu datang tiba-tiba aku tahu aku salah aku tahu kamu marah, tak suka harusnya ia tiada tapi aku manusia biasa tak kuasa menghalau magisnya; aku sungguh telah jatuh cinta padamu pada senja yang temaram - Mega
103.6K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as puisi hampa
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status