Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Merasakan sakit tidak terkira Bahkan, jiwaku lemas melihatnya Aku menangis, dia tambah menangis Akhirnya aku tertawa, dia tersenyum Bahagiaku, ternyata bahagianya Aku tidak menyangka, mataku untuknya Betapa tidak mungkin aku menginjak Semata hidup hanya untuknya Ibuku, berjalan dari gunung satu Mengunjungi gunung selanjutnya Untuk pertahanan hidup kita Jika aku menangis, dia berkata “Untuk apa kamu menangis, hidupmu masih panjang, teruslah berjuang, anakku!” Itulah ibuku, hidupku selalu ibuku Setelah membacakan sajak itu, saya terdiam sejanak, menyembunyikan air mata yang akan tumpah. Entah kenapa santri-santri banyak yang menangis pula, lebih-lebih santri putri. Saya yang berdiri di depan,
8.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Hening yang bukan kosong, melainkan penuh kehidupan. Arjuna akhirnya berhenti di depan pohon besar yang berlumut, menatap batangnya yang lebar. Di sana terukir tulisan kuno yang samar terbaca: “Sangkaning hirup kudu nyanghiyang rasa.” (Asal kehidupan harus bersandar pada rasa.)
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Dapatkan Mansion di Awal

Dapatkan Mansion di Awal

Di generasi muda, tidak ada yang bisa dibandingkan dengannya. “Tuan Chu, lagu yang Anda mainkan waktu itu, apa judulnya?” “Hidup.” Sungguh, ‘Hidup’! Dalam melodi itu, ada rasa perjuangan dan tekanan hidup di masyarakat modern. Sungguh lagu yang luar biasa, Hidup! “Tuan Chu, bolehkah saya bertanya, kapan Anda menciptakan lagu itu?” “Hari itu, saat Tuan Zhong berkunjung.”
1013.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 540 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Mereka menulis bukan dengan tangan, tapi dengan cerita hidup mereka sendiri: Tentang gadis kecil yang dulu diam, tapi kini berani bersuara. Tentang anak laki-laki dari catatan kaki yang menemukan rumah. Tentang ustaz yang pernah ragu, tapi kini menjadi suara kebenaran. Setiap kalimat hidup mereka membentuk cahaya. Dan cahaya itu… membakar kalimat-kalimat jahat. Editor Tertinggal menjerit, “Tulis tanpa struktur adalah bencana!”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

Giandra menjawab, “Tujuan kita hidup adalah untuk mengenal hakikat kehidupan. Mengenal hakikat kehidupan adalah untuk mengenal hakikat diri. Dan mengenal hakikat diri adalah supaya mengenal Sang Pencipta.” Siluman kera putih lagi-lagi tersenyum kecut. “Heh, bicaramu memang cukup terkesan arif. Tapi apakah kautahu siapa Penciptamu itu? dimana Sang Penciptamu berada? Apa kau sudah pernah berjumpa dengan-Nya?”
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Scylaac. Kembalinya Dunia yang Sempurna.

Scylaac. Kembalinya Dunia yang Sempurna.

tidak sama dengan kehilangan hidup. Mentari belum siap. "Mentari. Ayo dong, dimakan nasinya. Nanti nasinya nangis, loh," kata ibu Mentari. "Hm," jawab Mentari seadanya. "Hhh ..." *** "Satu kata. Satu kata saja. Satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan musik. Bagi seorang Gita, apakah arti musik?" "Hmm ... satu kata, ya .... Musik itu ... hidup."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Hati memiliki keinginan sekeras batu Seperti gunung menyimpan hutan lebat Langit menurunkan hujan berkabut Angin mengembuskan awan di langit biru Tali busur dan senar kecapi tidak bisa disamakan Seperti kipas di tengah angin musim gugur, terbaikan oleh suara seruling Dalam kehidupan ini, siapa yang bisa saling membalas kebaikan tanpa pamrih? Semoga di kehidupan mendatang aku menjadi lumpur musim semi Angsa liar berlalu tanpa jejak, namun angin tetap membawa rasa Mari lupakan takdir hidup mati kita di dunia.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Hidup Seorang Wanita

Hidup Seorang Wanita

Hari itu benar-benar menjadi hari terburuk dalam hidup Mita karena hal yang selama ini ia takutkan akhirnya benar-benar terjadi. Kepergian papahnya membuat kondisi Mita menurun karena beberapa hari ia terus menangis dan menolak untuk makan hingga mengakibatkan pendaran kecil pada kandungannya. Beruntung Ardi bisa membujuknya untuk bangkit dari kesedihan dan fokus untuk menjadi ibu terbaik untuk anak-anak mereka kelak.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Jalan Hidup Kita

Jalan Hidup Kita

"Apa kau tahu, di tempat lain seseorang berjuang untuk tetap hidup! Setiap hari dia harus menjalani pengobatan menahan setiap rasa sakit hanya demi melihat matahari terbit esok hari dia bersedia melewati itu semua!" Setiap ucapan Mia adalah cerita dari hidupnya, "Kau anggap apa nyawa seseorang itu, mempermainkan nyawa seperti ini?! Kau sama sekali tidak berhak!" Tangis Amayra semakin keras, dia berlutut, menyesali diri karena hampir saja melakukan sesuatu yang bodoh. Mengakhiri hidup sama dengan melarikan diri. "Hargailah kehidupanmu saat ini, kalau mereka yang disisimu menghilang tidak akan ada kesempatan kembali."
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status