Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati

Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati

Napasnya terasa perih, seolah-olah robek di setiap hembusan. Dia bisa membayangkan Bilal menahan rasa sakit yang mengerikan setelah meminum pil itu, lalu merangkak sedikit demi sedikit masuk ke ruang bawah tanah ini dan akhirnya berbaring di dalam peti es itu. Di sisi batu nisan di dekatnya, terukir sebuah puisi baru. [ Semasa hidup tak sebantal, setelah mati satu liang. Dua bayang terkurung dalam giok seribu tahun, masih menggenggam tangan seolah-olah hanya berpisah sementara dalam hidup. ]
9.7626.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.5K kali sebagai puisi hidup
Tampilkan Ulasan (110)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Yani Arwana
Cinta andini hanya untuk yg benar2 tulus dan berbakat. aq mlah brharap andini dptin hati putra mahkota dan jdi ratu. atau paling tidak jadi ahli akupuntur nmr 1 di negara itu rangga sangat licik. kecurigaanku tetap rangga yg meracuni kaki kalingga demi merebut posisi jenderal
Baca Semua Ulasan
Dapatkan Mansion di Awal

Dapatkan Mansion di Awal

Di generasi muda, tidak ada yang bisa dibandingkan dengannya. “Tuan Chu, lagu yang Anda mainkan waktu itu, apa judulnya?” “Hidup.” Sungguh, ‘Hidup’! Dalam melodi itu, ada rasa perjuangan dan tekanan hidup di masyarakat modern. Sungguh lagu yang luar biasa, Hidup! “Tuan Chu, bolehkah saya bertanya, kapan Anda menciptakan lagu itu?” “Hari itu, saat Tuan Zhong berkunjung.”
1013.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 554 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai puisi hidup
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

"Kalau ada hal yang membuatmu nggak bahagia, kamu bisa cerita padaku. Adik kecil, jangan takut. Depresi bukannya nggak bisa sembuh, selama kamu bisa lebih santai dan menikmati hidup dengan baik ...." [ Aku membuka mulut, tapi nggak ada satu pun kata yang keluar. ] .... [ 18 Desember 2024. Setelah membelikan hadiah untuk Papa, Mama, dan yang lainnya, uangku masih sisa sedikit. Aku beli sebuah mangga besar sebagai hadiah untuk diriku sendiri. Bekerja paruh waktu benar-benar sangat melelahkan. Hari ini makan setengah, besok makan setengah lagi. Semoga Papa, Mama, dan yang lainnya akan suka hadiah yang sudah aku siapkan .... ]
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Ki Candak Sedo sunggingkan senyum geli, kemudian kembali paparkan maksud ucapannya tadi, "Hidup sejati bukan berarti hidup selamanya. Hidup sejati adalah hidup yang penuh pengabdian dan sujud kepada Hyang Widi Wasa. Selama ini hidup kita adalah hidup pengabdian, baik kepada diri sendiri, kepada sesama dan kepada Yang Maha Kuasa. Tetapi pengabdian kepada Yang Maha Kuasa adalah pengabdian yang harus lebih banyak kita lakukan daripada terhadap diri sendiri dan sesama manusia. Untuk mencapai titik tertinggi dari pengabdian kepada Yang Maha Kuasa, diperlukan ilmu hidup sejati, menemukan apa makna hidup dan kehidupan. Untuk menemukan makna itu sendiri dibutuhkan satu kesucian yang lebih putih dari
1031.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 961 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Merasakan sakit tidak terkira Bahkan, jiwaku lemas melihatnya Aku menangis, dia tambah menangis Akhirnya aku tertawa, dia tersenyum Bahagiaku, ternyata bahagianya Aku tidak menyangka, mataku untuknya Betapa tidak mungkin aku menginjak Semata hidup hanya untuknya Ibuku, berjalan dari gunung satu Mengunjungi gunung selanjutnya Untuk pertahanan hidup kita Jika aku menangis, dia berkata “Untuk apa kamu menangis, hidupmu masih panjang, teruslah berjuang, anakku!” Itulah ibuku, hidupku selalu ibuku Setelah membacakan sajak itu, saya terdiam sejanak, menyembunyikan air mata yang akan tumpah. Entah kenapa santri-santri banyak yang menangis pula, lebih-lebih santri putri. Saya yang berdiri di depan,
8.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Hening yang bukan kosong, melainkan penuh kehidupan. Arjuna akhirnya berhenti di depan pohon besar yang berlumut, menatap batangnya yang lebar. Di sana terukir tulisan kuno yang samar terbaca: “Sangkaning hirup kudu nyanghiyang rasa.” (Asal kehidupan harus bersandar pada rasa.)
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Mereka menulis bukan dengan tangan, tapi dengan cerita hidup mereka sendiri: Tentang gadis kecil yang dulu diam, tapi kini berani bersuara. Tentang anak laki-laki dari catatan kaki yang menemukan rumah. Tentang ustaz yang pernah ragu, tapi kini menjadi suara kebenaran. Setiap kalimat hidup mereka membentuk cahaya. Dan cahaya itu… membakar kalimat-kalimat jahat. Editor Tertinggal menjerit, “Tulis tanpa struktur adalah bencana!”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

Giandra menjawab, “Tujuan kita hidup adalah untuk mengenal hakikat kehidupan. Mengenal hakikat kehidupan adalah untuk mengenal hakikat diri. Dan mengenal hakikat diri adalah supaya mengenal Sang Pencipta.” Siluman kera putih lagi-lagi tersenyum kecut. “Heh, bicaramu memang cukup terkesan arif. Tapi apakah kautahu siapa Penciptamu itu? dimana Sang Penciptamu berada? Apa kau sudah pernah berjumpa dengan-Nya?”
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Hati memiliki keinginan sekeras batu Seperti gunung menyimpan hutan lebat Langit menurunkan hujan berkabut Angin mengembuskan awan di langit biru Tali busur dan senar kecapi tidak bisa disamakan Seperti kipas di tengah angin musim gugur, terbaikan oleh suara seruling Dalam kehidupan ini, siapa yang bisa saling membalas kebaikan tanpa pamrih? Semoga di kehidupan mendatang aku menjadi lumpur musim semi Angsa liar berlalu tanpa jejak, namun angin tetap membawa rasa Mari lupakan takdir hidup mati kita di dunia.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status