Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Balas Dendam sang Kultivator

Balas Dendam sang Kultivator

Dan di tengah semua itu, aura kehidupan yang ia cari terus terasa. "'Api Kehidupan'," pikirnya getir. "Lebih terasa seperti 'Suara Kehidupan'?"
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Riuh Salju

Cinta Dalam Riuh Salju

Ia kini mengajar seni dan sastra. “Aku belajar bahwa menjadi manusia bukan soal lahir dari rahim atau diciptakan dari kode. Tapi soal memilih. Setiap pagi aku memilih untuk bangun, mengajarkan puisi, dan menanam anggrek. Dan setiap malam, aku tidur dengan keyakinan bahwa hari itu... aku benar-benar hidup.” “Terima kasih telah membebaskanku. Aku harap dunia kalian sunyi… tapi bermakna.”
868 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Alvaro, Sang Penguasa Dunia

"Sekalian tulis puisi pula. Kira-kira isinya begini." "Hidup, tetapi tahu kau telah tiada ...." "Itulah siksaan terbesar." "Kau tahu puisi itu sempat viral?" "Memang dasar laki-laki sialan itu," hardik Siti. "Sudah mati pun masih bikin orang patah hati." "Alvaro sialan." Lora mulai lagi sambil mengusap mata. "Kucari dirimu di langit, kucari di bumi, tapi di dunia yang seluas ini, nggak ada bayangmu satu pun.'"
9.6151.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Isinya adalah puisi yang ia tulis sendiri. “Kau bukan datang dari rencana, tapi dari harapan yang tumbuh di luka. Kau bukan jawaban dari tanya, tapi pelukan yang menenangkan semua gundah.” “Kau akan kami panggil dengan nama, Tapi cintamu akan hidup bahkan sebelum suara pertamamu terdengar.” Dinda menahan air mata. Ia menggenggam tangan Rayhan erat-erat. “Kita udah siap, ya?”
88.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

"Aku nggak berjuang saat mereka menekanku. Aku terus mengalah dan berkompromi, terlalu lembut pada orang yang menyakitiku. Aku begitu bodoh." "Baiklah, kalau ada kehidupan setelah ini, apa yang kamu inginkan?" "Aku ingin di kehidupan selanjutnya, aku hidup tanpa beban, bersih dan bebas. Benar-benar hidup untuk diriku sendiri." Tuhan berbisik lembut, "Semoga di kehidupanmu yang akan datang, kamu bisa lebih egois." Dengan cepat, masa lalu itu berputar di depan mataku seperti sebuah film. Aku sekilas menyaksikan seluruh hidupku, dan setelah putaran terakhir, semua gambar-gambar itu lenyap begitu saja.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Puisi itu berbunyi, "Dia, dia, dan dia adalah AT98. Dia tak berupa dan berbentuk, tetapi bernyawa. Dia nyata dalam ketiadaan yang hampa. Dia adalah rasa dari berbagai rasa yang ada. Dia adalah yang baik dan yang jahat dari kita. Dia bagaikan angin yang berhembus membawa kehidupan bagi kita. Dia berjalan tanpa kaki ditengah kehampaan yang mendera. Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran.
9.93.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

"Bayangan hidup adalah jika kita membayangkan seseorang wanita yang dalam keadaan telanjang sehingga benda pusaka kita akan hidup dengan sendirinya." "Pandangan hidup adalah jika melihat seorang wanita yang langsung membuat benda pusaka kita akhirnya menegang dengan sendirinya. " "Sedangkan pegangan hidup berarti harus dipegang dahulu, dielus dengan lembut ditambah dengan membayangkan atau memandang maka barulah benda pusakanya hidup dan bisa menegang," jelas Tian Zhi yang langsung mendapat anggukan keduanya.
1016.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 483 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

​Ia menoleh ke arah kita semua, tersenyum, lalu melangkah masuk ke dalam kemungkinan yang belum tertulis. ​Di belakangnya, dunia terus berputar. Bukan sebagai mesin yang dingin, melainkan sebagai lagu yang terus ditulis ulang oleh setiap tarikan napas manusia. Tidak ada kesedihan yang permanen, karena setiap duka bisa diubah menjadi bait puisi. Tidak ada kematian yang sia-sia, karena setiap nyawa meninggalkan warna pada Permadani yang Hidup.
736 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Pendekar Dua Jiwa

Pendekar Dua Jiwa

Ambil segi positifnya, setidaknya dia bisa tidur di jerami dalam ruang hangat, tanpa khawatir singa. Cao Cao berpuisi. "Hidup dan mati adalah rahasia, bagaimana jika bukan rahasia? Tahu kapan mati akan datang membuat berharga hidup ini." Kebiasaannya selalu merangkaibkata kala sendiri. Chen Gong bertepuk tangan menghampirinya. "Masih suka berpuisi Mengde?" "Oh, lihat, saudara Gong. Mau menertawaiku?"
9.761.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai puisi hidup
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
WarmIceBoy
Novel 'Pendekar Dua Jiwa' telah tamat, tapi kisah Zhou dan Bian terus berlanjut. Kelanjutannya bisa dicari pada novel 'Legenda Han dan Jin', pada awal bulan November hanya di GN. Terima kasih atas dukungannya. Kedepannya akan saya perbaiki fokus karakter. Okay, semoga harimu menyenangkan. :)
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status