Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Merajut Asa

Merajut Asa

Perjuangan hidupku begitu keras dan aku kembali dengan mata yang teramat lelah saat menyaksikan dunia sepertinya tidak akan berubah, tapi ketika tawamu hadir tawa itu mengudara mencariku tawa itu memperlihatkan padaku pintu-pintu kehidupan Stanza keempat dan kelima penuh dengan majas, tidak ada goresan pada lariknya. Textliner kembali dibubuhkan Joseph di stanza terakhir. Tertawalah pada malam, pada siang, pada bulan, tertawalah pada kekacauan jalanan di pulau ini
1062.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai puisi hidup
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Baca Semua Ulasan
Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

Hidup nyaman dan bergelimang kemewahan selama lebih dari 30 tahun, ini adalah pertama kalinya dia dihadapkan secara langsung dari jarak sedekat ini dengan kekejaman perang dan rapuhnya sebuah nyawa. Kaca jendela mobil memantulkan wajahnya yang pucat pasi, sementara perutnya terasa mual bergejolak. Geisha ada di sini. Sendirian. Isi pikiran itu menjelma bagai sebilah pisau tumpul yang terus-menerus mengiris jantungnya, menghantarkan rasa sakit yang teramat perih dan berkepanjangan. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana wanita itu, yang sangat takut pada kegelapan, ruang tertutup, bahkan serangga, bisa bertahan hidup di neraka seperti ini.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Sekilas puisi ini terlihat biasa tetapi kalau direnungkan dengan serius baru ketahuan betapa dalam maknanya. Hanya ketika menghadapi gelapnya hidup, barulah kualitas pribadi seseorang ketahuan. Entah dia mutiara yang bersinar atau cuma mata ikan yang meminjam cahaya orang lain. Dewan juri tersenyum puas. Mereka harus mengakui kehebatan Shu Yi walau seorang perempuan. "Nona muda, kenapa tak jadi muridku saja?" Salah juri bertanya.
1026.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 559 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Aku Pemenang Dalam Hidupku

Aku Pemenang Dalam Hidupku

kataku pelan, seolah sedang menyampaikan keputusan yang tak penting. "Kalian jalani hidup kalian dan aku jalani hidupku. Mulai sekarang, kita hidup bahagia di jalannya masing-masing." Usai bicara, aku melepaskan genggaman tangan Stefano, berbalik dan melangkah menuju lantai atas. Setelah kembali ke kamar, aku pun menutup pintu rapat-rapat, seakan mengunci diriku yang lama di luar.
12.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
SATU JIWA DUA KEHIDUPAN

SATU JIWA DUA KEHIDUPAN

Alih-alih dilempar kesurga atau neraka, justru Tuhan membuatnya hidup dimasa antah berantah yang semua serba kuno dan sulit. "Hiduplah dengan baik disana, jangan bersedih karenaku. Maaf, aku sudah mengecewakan kalian." ucapnya menangis dalam keheningan. "Aku akan hidup dengan baik disini, aku akan menebus semua dosa dimasa lalu. Aku tidak akan mengecewakan orang-orang yang menyayangiku dikehidupan keduaku ini." tekadnya tegas. Hana Sato, siapa yang bisa menduga jika wanita itu kini hidup lagi dengan menempati tubuh seorang bayi, menggantikan jiwa aslinya yang telah meninggalkan raga sebelum dilahirkan.
675 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Menyelusuri Jalan Hidupku

Menyelusuri Jalan Hidupku

Melihat pemandangan ini, hatiku dipenuhi rasa syukur dan kehangatan. Aku tahu, semuanya benar-benar menjadi awal kehidupan yang baru ....
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Di antara desiran angin, suaranya tetap sejernih salju. "Tiara, hidupku sudah sempurna dengan kamu di sampingku." Suatu ketika, dia tersapu longsor salju yang langka terjadi dan terkubur di dalamnya, menghilang tanpa jejak. Aku memaksa perutku yang sedang hamil lima bulan dan tertatih-tatih menggalinya keluar dari tumpukan salju. Anakku terkubur dalam longsor itu, dan nyawaku juga hilang di sana.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

"Adapun soal uji klinis... memberimu tempat itu akan menjadi aib terbesar dalam hidupku." Zafran mendorong tangannya dengan dingin dan pergi meninggalkan Halida berdiri sendirian. "Mudah sekali bagi kalian untuk mencuci tangan dari semua ini sekarang!" Halida berteriak putus asa. "Tapi jangan kira kalian bersih dari dosa, kalian semua terlibat dalam kematiannya!" Tapi tidak ada yang menjawab. Halida duduk di lantai menggigil.
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
In Relationship

In Relationship

Seandainya . Guratan pena berisi puisi di selembar kertas menemani tangis Dinah hari ini. Puisi yang entah mengapa ia tulis sebagai bentuk lukanya saat ini. Dinah berharap ini mimpi, walaupun mimpi itu terlalu nyata untuk dianggap ilusi. Satu nama Untukmu yang kini tak lagi di sini Jangan khawatir tentang aku Percayalah, aku kuat
87.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi Malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa,” “Dan dalam dadaku memerdu jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita mati datang tidak membelah.” Sambung Bella. Membuat seisi kelas bertepuk tangan karena puisi yang baru saja dibacakan sangat indah. “Nah, seperti itulah permainan ini. Tapi ingat, siap-siap saja ada satu kertas kosong ya!” ingat Bu Sri dan mempersilahkan Boni dan Bella kembali ke bangkunya.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi hidup
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status