Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AKU BUKAN SEORANG PELACUR

AKU BUKAN SEORANG PELACUR

Jemarinya menyentuh ke punggung tanganku. Aku menarik napas. Tenggelam dalam tatap matanya, dan hanyut di antara nada rendahnya. Seolah musik sebelum tidur yang terdengar merdu dan sopan untuk merangkai jutaan mimpi indah, pun seperti puisi cantik tanpa penghujung, sebelum pada akhirnya harus kuakui bagaimana kini aku sedang merasakan kasih sayang seorang ibu lagi setelah sekian lama. “Iya, saya mau, Bu.” []
4.6K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as puisi ibu tersayang
Read
+Library
Aira's

Aira's

Bait Untukmu Setetes air mata telah memadamkan semangatku, Seucap kata dari kau telah membelah hatiku, Kau bilang aku bodoh, Kau bilang aku tak gigih, Pembacaan puisi yang ditayangkan perdana di tv nyaris membuat ayah menangis seorang diri ketika mendengar dan melihat bagaimana pilunya Aira membaca puisi. "Maafkan Ayah Nak!" batin ayah sendu dan meremas kuat selimut yang ia pakai.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 576 Times as puisi ibu tersayang
Read
+Library
Ibu, Aku Mau Ayah

Ibu, Aku Mau Ayah

Tangan Adisti sedikit gemetar saat membaca tulisan Meity. Surat itu tidak panjang, ditulis dengan tangan. Bentuk tulisannya tidak begitu rapi. Jelas, Meity memaksa menuangkan pesan di sana dalam kondisi fisiknya yang lemah. Dengan hati berdetak, Adisti mulai membaca. 'Teruntuk putriku, Anugerah sangat istimewa saat Tuhan mengantarkan kamu di depanku. Membawamu pulang dan ikut menanti kehadiran Cia ke dunia ini, juga berkat tak terhingga buatku.
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 368 Times as puisi ibu tersayang
Read
+Library
Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Ayuk kulihat sedang menuliskan sesuatu di dalam buku. “Lagi ngapain sih, Ayuk?” Aku bertanya lalu duduk disampingnya. “Nih baca!” ucapnya sambil menyodorkan buku yang tadi ia tulis. Sebait puisi untuk ibu. Judul: Ibu, Aku memelukmu dari bayangku di sini Mengecup bayang kakimu yang renta Kulitmu penuh luka Bentuk kasih sayangmu padaku, mencari nafkah
103.1K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as puisi ibu tersayang
Read
+Library
Tujuh Perkara Sang Ibu Sambung

Tujuh Perkara Sang Ibu Sambung

“Kamu yang akan kalah!” Jasmine terkekeh. “Aku tidak sedang berperang atau berkompetisi, Jasmine.” Dia menghela nafasnya. Hampir menggeser posisi duduknya, tetapi Jenar mencegah itu. “Di situ saja!” Jenar menurut. Dia bisa apa selain itu? “Papa kamu menyayangi kalian,” tukas Jenar. Itu adalah kalimat yang familiar. “Jadi dia mencarikan ibu baru untuk kalian, khususnya Jean.”
104.9K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as puisi ibu tersayang
Read
+Library
Ibu Susu Kesayangan Mantan

Ibu Susu Kesayangan Mantan

Tak jarang pula ia sibuk menatap layar ponselnya—hanya menunggu sebuah kabar dari seseorang yang tak kunjung pulang. "Sudah lah, Bayu, ngapain kamu masih nunggu perempuan itu? Biarkan saja dan lihat sampai kapan dia bertahan hidup luntang-lantung di luar sana. Santai saja, Ibu yakin dia pasti akan kembali. Memangnya siapa yang betah jadi gembel." Langkah berat Bayu terayun menghampiri sang ibu. Wajahnya terlihat lesu, ada gurat penyesalan yang tak bisa ia sembunyikan—membuat sang ibu menatapnya tak suka.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as puisi ibu tersayang
Read
+Library
Jodoh Terbaik Dari Ibu

Jodoh Terbaik Dari Ibu

Ibu Rayra melepas pelukannya dan menatap kaget pada Mada. "Mada?" "Maaf, Bu. Saya datang larut malam begini. Saya mau menyampaikan ini," Mada menyerahkan sebuah bingkisan pada ibu Rayra. "Dari ibuku, Bu. Saya baru sempat mampir setelah pulang lembur bekerja," lanjut Mada dengan senyum menawannya. "Astaga ...kenapa repot-repot, Nak. Terima kasih ya sampaikan pada ibumu juga," Ibu Rayra terlihat sangat senang menerima bingkisan dari Ibu Mada.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as puisi ibu tersayang
Read
+Library
Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

” Ia menatap mikrofon di depannya, lalu berkata lembut — masih dalam siaran: 🎙️ Sekar: “Untuk semua pendengar Menantu On Air di luar sana… kadang cinta datang dalam bentuk paling sederhana: dalam keheningan pagi, dalam secangkir teh, atau bahkan… dalam tendangan kecil di perut seorang ibu.” Ia menekan tombol fade out. Lagu “Love Poem” dari IU perlahan menggantikan suaranya. Sekar masih menunduk, menatap perutnya sambil berbisik: 🕊️ Sekar: “Teruslah tumbuh, cinta kecilku… karena Ibu akan terus berbicara, agar kamu tahu dunia ini tak seburuk yang Ibu takutkan.”
101.5K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as puisi ibu tersayang
Read
+Library
Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Di bagian akhir, surat itu berbunyi. [Untuk Clarisa tersayang, saat kamu membaca surat ini, Ibu mungkin sudah lama tiada. Entah kamu masih mengingat Ibu atau mungkin masih membenci Ibu. Tapi yang ingin Ibu katakan adalah, nggak ada satu detik pun dalam hidup Ibu di mana Ibu nggak mencintaimu. Segala yang Ibu lakukan, semata-mata agar kamu bisa menjalani hidup yang lebih baik. Maafkan keegoisan Ibu karena memilih pergi dengan cara seperti ini. Tapi percayalah, kalau Ibu diberi kesempatan untuk memilih lagi, Ibu rela menukar segalanya agar bisa mendampingimu tumbuh besar.] [Ibu mencintaimu]
22.3K viewsCompletedAdded to Library 513 Times as puisi ibu tersayang
Read
+Library
Di Balik Nama dan Luka

Di Balik Nama dan Luka

Ia membaca puisi yang ditulisnya sendiri. “Untuk Ibu yang mencintai dalam luka, Untuk Ayah yang pergi dengan nama, Untuk lelaki yang menghapuskan duka, Dan untuk diriku, yang akhirnya bisa bangga.” Semua bertepuk tangan. Maya menangis lagi—tapi kali ini bukan karena luka, melainkan karena kebahagiaan yang tidak dibayarnya dengan air mata sia-sia. Hidup mereka belum selesai. Masih banyak bab untuk ditulis.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as puisi ibu tersayang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status