Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.916.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 403 kali sebagai puisi malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
2'20

2'20

'Di kala sang bulan purnama 'Bersinar di atas telaga' Suasana malam di kota itu perlahan kembali sunyi. Hanya suara senandung lembut yang sedang menyanyikan lagu Telaga Sunyi yang kini memenuhi kota tenggelam itu. 'Terdengar suara menggema 'Melagukan balada tua. 'Kemana perginya ... putri yang telah tiada?'
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai puisi malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Dan ia mulai membaca puisi: --- > “Sunyi tidak berisik, tapi menyentuh. Ia tidak datang karena diminta, tapi karena dibutuhkan. Sunyi tidak menyelamatkan, tapi menemani. Dan hari ini, aku tidak ingin didengar dari atas. Karena rumah yang kami bangun tidak punya lantai dua. Semua duduk sejajar. Semua pulang dengan tenang.” --- Beberapa terdiam. Beberapa bingung. Sebagian menatap tanpa berkedip. Tak ada tepuk tangan. Tapi suasana menjadi sangat hening.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Pagi sepi, sore pun sepi Siang malam dingin dan sunyi Gelap tanpa sinar mentari Hanya siulan jangkrik berbunyi Aku, di sini seorang diri Melantunkan syair ini Sebagai penggerak hati Memanggilmu tuk menemani Kemarilah! Lihat aku bagai peri Tubuh ramping, cantik, dan wangi Wajah mempesona memikat hati
9.8141.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai puisi malam yang sunyi
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Donat Mblondo
Mohon maaf ya... jika ada yang tidak berkenan dengan nama² nyleneh di cerita ini. Terima kasih atas masukannya. Saya akan memperbaikinya di seri ke-2. Terima kasih banyak bagi yang sudah baca sampai tamat. Semoga kalian sehat selalu...
Alhan Ard
Halo semuanya, izin promosi ya kak. Mampir yuk ke Novel "Aku Menjadi Dewa yang Menjalani Hukuman di Dunia Modern" Dimana menceritakan seorang dewa yang bertransmigrasi di manusia biasa dengan dunia saat ini!
Baca Semua Ulasan
Malam Tanpa Noda

Malam Tanpa Noda

ucapnya ketus. "Peluk aja. Kayak gini." Mengambil tangan Fian mengarahkan ke bahunya. "Aku punya puisi kamu mau dengar tidak?" Drian menatap bintang dan bulan bersinar dengan terang. "Memangnya kamu bisa?" "Bisa. Dengerin ya." Malam sepi. Bersama bintang gemintang. Dan mentari malam. Untaian kata mengiringi. Mewakili kata hati.
9.5305.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.1K kali sebagai puisi malam yang sunyi
Tampilkan Ulasan (62)
Baca
+Pustaka
Cristi Rottie
Mampir ke karyaku "Sang Panglima Perang". Temui suasana berbeda dalam novel bergenre perang yang tentu saja dibalut dengan taktik perang dan kisah unik seorang pemuda dalam mencari keadilan terhadap keluarga serta perjuangan pembalasan dendam.
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Baca Semua Ulasan
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

"Malam itu seperti persimpangan sawah, gelap tapi menentukan arah." — Peribahasa Jawa, Sidomulyo Malam di Sidomulyo sunyi setelah rahasia keluarga terbongkar. Bintang-bintang berkedip di langit, angin dingin menyapu sawah. Ardi Santoso duduk di teras rumahnya, menatap kegelapan. Hatinya masih berat, pikiran penuh dengan surat perjanjian yang dia baca siang tadi.
909 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai puisi malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

Malam itu turun tanpa suara, seperti seseorang menutup langit dengan kain hitam yang pekat. Angin berhenti bergerak, udara terasa lebih berat, seolah memaksa siapa pun yang bernapas untuk merasa sesak. Rumah kecil milik Bu Rini menjadi semakin sunyi, terlalu sunyi untuk ukuran lingkungan yang biasanya penuh suara jangkrik dan anjing menggonggong.
6757 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Sunyi. Benar-benar sunyi. Tidak ada lagi bayangan. Tidak ada lagi bisikan. Hanya suara malam yang biasa—jangkrik, daun bergesekan, napas mereka sendiri. Pelangi menangis lega. Embun memeluk Bulan. Bima menghela napas panjang, seolah beban bertahun-tahun terangkat. Hileon menatap Aruna dengan mata yang tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai puisi malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Hati mereka jadi lapang kalau tak perlu merisaukan hari esok. "Bagus sekali!" Panitia lomba tersenyum lebar. "Sekarang kita buka kartu ketiga." Ketika kartu terakhir dibuka, tertulis kata Malam di sana. Tak mau kalah dari Shi Zhen, Shu Yi lekas mengucapkan puisinya. [Dalam pekatnya malam, barulah kilau mutiara tak padam] Tepukan riuh bergema. Sekilas puisi ini terlihat biasa tetapi kalau direnungkan dengan serius baru ketahuan betapa dalam maknanya.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 887 kali sebagai puisi malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Lalu, dimana pria itu semalam? Lampu minyak masih ada di lantai, tetap menyala. Dia bergerak melangkah untuk melongok ke arah lantai dasar, tetap saja gelap disana. Dena kembali menuju pintu belakang, memandangi halaman belakang yang sunyi senyap. Tak ada api unggun, tadi penari yang menari dengan alunan gamelan. Apalagi anak-anak kecil menyeramkan. Tak terlihat seorangpun!.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai puisi malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status