Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

Part 15 Keesokan harinya, Elora terbangun dengan kepala yang berat dan perasaan campur aduk. Cahaya pagi yang masuk melalui jendela kecil ruangan tempat ia tidur terasa begitu asing. Matanya terpejam beberapa saat, mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Segera, ingatan itu kembali—momen yang hangat, yang penuh dengan ketegangan dan perasaan yang tak terucapkan. Dan di balik semuanya, ada satu hal yang mengganggu pikirannya: apa arti dari malam itu?
912 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai puisi masa kecil
Baca
+Pustaka
Wanita Penghibur Pangeran

Wanita Penghibur Pangeran

Ia bercerita tanpa sadar, mengingat kembali seorang gadis kecil yang berlari menyambut kakak keduanya yang baru saja kembali membawa kemenangan untuk kerajaan kecil mereka. Yishu adalah kerajaan kecil, tidak sehebat dan semegah Xuanzhe ataupun Zhanshi, namun setiap kemenangan yang mereka dapatkan adalah sejarah, kebanggaan yang dimasukkan dalam sajak-sajak puisi ataupun syair-syair lagu yang dinyanyikan ke seluruh penjuru kerajaan. Wang Zifei tersenyum dalam diam.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai puisi masa kecil
Baca
+Pustaka
RIVAL (KAU SIKSA ANAKKU, KUHANCURKAN HIDUPMU)

RIVAL (KAU SIKSA ANAKKU, KUHANCURKAN HIDUPMU)

Part 3 Meida Hasya Rumaisa. Nama anak sulungku. Seorang gadis kecil yang sangat lincah dan multi talenta. Ia menguasai banyak hal. Dari menyanyi, bercerita, membaca puisi dan juga berpidato. Meski baru menginjak kelas dua SD, ia mampu melakukan itu karena sudah terbiasa mengikutiku saat melatih siswa-siswa yang akan ikut lomba.
1060.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai puisi masa kecil
Baca
+Pustaka
Pernikahan Gadis 100 Juta

Pernikahan Gadis 100 Juta

Rona berbicara di dalam hati, menutup mata kemudian memikirkan hal-hal baik yang akan menimpanya hari-hari esok. Matahari semakin menanjak, menaiki langit dengan sedikit rasa malas sebab awan menutupi sebagian wajahnya, Maven tak begitu peduli dengan cuaca hari itu, ujian tengah semester yang sedang ia lalui banyak menyita pikirannya, jawaban yang ia tulis di kertas ujiannya membuat ia bingung tak terkendali, perihal soal bahasa indonesia yang menginginkan ia membuat sebuah puisi dengan tema cinta akan tetapi jari-jarinya bahkan tak dapat menuliskan satu kata pun, ia bahkan menulis puisi sedih yang tak berujung, rasa kesal pada dirinya sendiri ia lampiaskan pada kalimat singkat pada puisinya
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi masa kecil
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi masa kecil
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi masa kecil
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun di antara dedaunan. Rindu ini menggema seirama dendang alam kehidupan. Kau bunga yang mewangi tertanam indah di taman hati. Kau nama yang selalu kusenandungkan. Kau wajah yang kulukis di kanvas hatiku Berwarna jingga penghuni jiwa.] Mas Fais ini mau bilang otewe ke sini saja pakai puisi aku jadi ge-er.
10146.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai puisi masa kecil
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Cantel neng lintang Sampir neng mbulan P**e neng srengenge (gantungkan di bintang Sampirkan di bulan Jemur di matahari) Ana bocah….. Ana bocah… Bocah cilik… Bocah cilik gambar jagad (ada anak Ada anak Anak kecil melukis dunia).
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai puisi masa kecil
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

‘Cinta yang di tanam pada kewajiban luhur akan tumbuh meskipun kejelitaan berubah jadi uban dan keperkasaan berubah jadi renta. Sembari Maha rapikan rambut Pulung, entah sejak kapan ponselnya berpindah tangan ke Pulung. “Teman mas pintar banget bikin puisinya.” “Dia paling jado, Yang. Semasa sekolah dulu tiap ikut lomba pasti menang terus.” “Aku lapar. Pengen di masakin indomie sama mas.” “Nggak mau turun ke bawah?”
1.518.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 637 kali sebagai puisi masa kecil
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil Dua Miliar

Gadis Kecil Dua Miliar

Pandangannya masih mencari cari gadis kecil yang dia cari cari. Setelah setengah jam menunggu, gadis kecil yang ditunggu tunggu Maximian tidak muncul akhirnya Maximian beranjak untuk meninggalkan tempat itu. Namun baru hendak melangkahkan kaki, matanya berbinar kembali saat melihat anak kecil dengan membawa dagangannya di tangannya. "Heii." Panggil Maximian, berharap anak kecil itu melihat kepadanya, karena Maximian tidak tahu nama anak itu. Gadis kecil itu menoleh ke sumber suara dan tersenyum karena melihat Maximian.
686 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai puisi masa kecil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status