Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Satu gunung, dua gunung. Gunung menjulang tinggi, embun terasa dingin. Kerinduanku berkobar bak api." Salah seorang kontestan membaca dengan lantang. Banyak yang merasa kebingungan saat mendengar puisi ini. Puisi yang sangat sulit. Sepertinya, level kompetisi ini benar-benar tidak biasa. Ada beberapa kontestan yang menggeleng setelah melihat puisi itu. Raut wajah mereka pun tampak masam dan pasrah. Saat ini, seorang pemuda menghampiri. Terlihat senyuman penuh percaya diri di wajahnya. Sesudah itu, dia berkata, "Soal ini nggak susah, aku bisa!"
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196.4K kali sebagai puisi mendung
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Lirik lagunya kira-kira seperti ini: Lagu terdengar seperti nyanyian dewi dengan jiwa dari seruling giok Secangkir anggur yang memabukkan mengiringi tarian pedang bersama angin Sesosok berjubah putih lewat dengan elegan Istana baru berukirkan emas, suara bara api yang menggema Guratan tebal tinta menanggalkan barisan puisi indah Jubah putih dan pedang bisa menahan asmara Pegunungan dan liuk sungai tak mengingat masa lalu Menulis puisi untuk kesenangan dan menghilangkan kecemasan Dia berkata, bahwa dirinya adalah jelmaan dewa yang jatuh pada istana giok yang sulit membuatnya tinggal Turun ke dunia fana hanya untuk bersulang anggur Mata bergairah, hanya karena sedikit guratan, sedikit puisi, d
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Penakluk Sihir Iblis

Penakluk Sihir Iblis

Fēng Dié Zhī Yuē - Janji Angin dan Kupu-Kupu Malam sunyi Bulan purnama bersinar Di langit sungai ungu gelap Gemericik air terjun Desau angin malam Membawa kelopak bunga wisteria Aroma harumnya merayu angin dan kupu-kupu Suara merdu seruling di kejauhan Denting senar guqin yang kesepian Angin yang bebas menemani Kupu-kupu terbang menari Di atas sungai ungu gelap Hingga bulan tak lagi berkilau Musik itu mengalir seperti percakapan tanpa kata di antara mereka. Kehidupan yang telah berubah, pilihan yang sulit, tetapi juga harapan kecil yang masih tersisa. Sebuah janji yang tak terucap namun dipahami oleh kedua hati yang pernah terluka.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

NYANYIAN RINDU Kala Rasa ini Tak mampu kuungkapkan, Kala Rindu ini Tak mampu kuceritakan, Yang ada hanya bisu dan sembilu. Rindu ini, Bagai malam merindukan siang, Laksana bintang-bintang merindukan gugusan awan, Selaksa mentari merindukan hadirnya Rembulan, Yang ada hanya asa yang terangan. Berpuluh-puluh musim telah berganti
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai puisi mendung
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
Pendekar Dua Jiwa

Pendekar Dua Jiwa

Nama besae Huasan semakin mansyur. Terlepas dari itu, kehidupan di Huasan berjalan normal dan tentram. Di tanah lapang pusat danau, murid-murid Huasan duduk berbaris meratam bait puisi, membuat calon murid baru tahun ini terpesona. Terutama karena Zhou. Dia berdiri merapal puisi karangannya. "Engkau bagai bunga sakura, dinanti cepat merekah, disambut tawa dan musik ketika gugur."
9.761.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi mendung
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
WarmIceBoy
Novel 'Pendekar Dua Jiwa' telah tamat, tapi kisah Zhou dan Bian terus berlanjut. Kelanjutannya bisa dicari pada novel 'Legenda Han dan Jin', pada awal bulan November hanya di GN. Terima kasih atas dukungannya. Kedepannya akan saya perbaiki fokus karakter. Okay, semoga harimu menyenangkan. :)
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
Di Bawah Langit Senja

Di Bawah Langit Senja

Pernah kita lalui semua, jerit tangis, canda tawa Kini hanya untaian kata, hanya itulah yang aku punya Tidurlah, selamat malam, lupakan sajalah aku Mimpilah dalam tidurmu bersama bintang -Drive, “Bersama bintang” Matahari hampir tenggelam ketika Carine dan Ulfa keluar dari taman Maerakaca,
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Hujan deras mengucur berkali-kali, langit sesekali diterangi kilat yang menyambar kesana- kemari, dengan dinyanyikan suara guntur menggelegar hebat. Aku berjalan dipayungi hujan, menjejakkan langkah menuju rumah dengan membawa tas ransel dan penggorengan. Aku diam-diam pergi dari rumah itu saat mereka tertidur lelap.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
One Day In Your Life

One Day In Your Life

*** Akhirnya, semua akan tiba, Pada suatu hari yang biasa, Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui, Apakah kau masih berbicara selembut dahulu? Memintaku minum susu dan tidur yang lelap? Sambil membenarkan letak leher kemejaku, (Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, Lembah Mandalawangi. Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram, meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status