Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Yang tak terlupakan

Yang tak terlupakan

jawab Leni dengan ke bingungan . " Teteh ga pernah sih rasain gimana rasa nya di hancurin kaya gitu sama Perempuan lain, Manda aja yang cuma Anak ngeliat Papa sama Mama Manda di rebut sama Perempuan lain ga terima dan kalau ketemu manda ga perduli mau masuk penjara sekali pun. Kalau Teteh bilang Teteh hancur . Dia yang di sana lebih hancur wajar kalau dia marah, harus nya Teteh sadar diri . Sudah lah jangan ngomong sama Manda, Manda ga pernah ngebenerin perselingkuhan kaya Teteh, mau Teteh temen Manda atau pun bukan, yang nama nya ngerebut ke bahagiaan orang lain itu salah, dan tetep salah."
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai puisi pelangi
Baca
+Pustaka
Katanya, Aku Pelit

Katanya, Aku Pelit

Lembayung fajar melengkung menyisir langit. Indahnya tak memupus kisahku yang perit. Di dalam, hati mengalami pergolakan sengit. Oleh karena sikap dirinya yang sedikit rumit. ---------
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi pelangi
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda

Kemarin, sempat viral kata-kata kayak gini: Jangan pernah jadi pelangi buat orang yang buta warna. Terus di jawab, gimana kalau dia nggak buta warna tapi dia bukan pelangi yang ingin dia lihat. Melainkan senja. Kemudian di balas, kenapa memilih senja, sih? Kan cuma ada satu warna. Sedangkan pelangi punya banyak warna. Lalu di jawab, mau sebanyak apa pun warna yang kamu beri, kalau bukan kamu yang dia mau, tetap saja bukan kamu yang dia pilih.
7.79.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai puisi pelangi
Baca
+Pustaka
Love Puzzle Painting

Love Puzzle Painting

Laskar pelangi Takkan terikat waktu Bebaskan mimpimu di angkasa Warnai bintang di jiwa Menarilah dan terus tertawa Walau dunia tak seindah surga Bersyukurlah pada Yang Kuasa Cinta kita di dunia Selamanya Lantunan lagu yang berjudul Laskar Pelangi dari Nidji itu dinyanyikan oleh anak jalanan yang tengah mengamen. Dengan lantang sesekali mereka tersenyum. Bahkan, Mei yang tadi sedih, kini ikut tersenyum. Ia mengambil selembar uang lima ribu dari saku nya yang kemudian ia berikan kepada anak yang membawa kaleng. Dalam hati Mei, sebenarnya sedih, karena ia hanya bisa memberi dalam jumlah yang banyak. "Terima kasih banyak, Kak."
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi pelangi
Baca
+Pustaka
Penjual Bunga itu Ternyata Istri CEO

Penjual Bunga itu Ternyata Istri CEO

“Aku sudah mengorbankan segalanya untuk bisa kembali padamu, Akarsana.” Akarsana menatapnya dalam-dalam, tetapi yang ada dalam pikirannya justru Pelangi. Pelangi yang selalu menunggunya pulang, Pelangi yang selalu ada untuknya meskipun ia tak pernah benar-benar melihatnya. Dan kini, Pelangi pergi. Sesuatu di dalam dirinya terasa bergemuruh. *** Pelangi duduk diam di ruang tamu rumah ayahnya, memandangi secangkir teh yang sudah mulai dingin.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai puisi pelangi
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Wuusshh. Angin mulai menunjukkan keperkasaannya, hembusannya tiba-tiba saja menjadi cepat dan berat. Warna pelangi cerah berekor panjang di langit bagai semakin dilemparkan dari sisi satu ke sisi lainnya. Gerakannya mengikuti lengkung langit hingga menuju perbatasannya yang tak pasti. Para tokoh tua saling berlompatan dari tempat mereka. Muncul dari setiap sudut rimba persilatan. Mata mereka memandang tak berkedip pada warna pelangi di langit. Sebagian dari para tokoh tua berilmu tinggi itu terkesiap tak bicara saat mata mereka memandang warna pelangi yang melesat panjang itu. Sekalipun dari tempat yang berbeda dan berjauhan, namun hati mereka seakan serempak berkata, "Saatnya telah tiba! Ha
1030.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi pelangi
Baca
+Pustaka
LOVE THE LAW

LOVE THE LAW

Tulisannya rapi, berisi puisi pendek. (‘Jika kau adalah badai, biarlah aku payung yang goyah, bukan pelindung, hanya penenang.’) Ia tahu siapa penulisnya. Dan malam itu, ia membalas. Menyusupkan secarik kertas ke balik buku yang sering dibaca Ainsley: ‘(Kau bukan payung, Ai. Kau pelangi setelah ribut. Jika aku badai, kau alas yang tak mau runtuh.’)
993 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai puisi pelangi
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Di atas sana, pelangi membentang sempurna di langit biru, warnanya memantul di kaca jendela toko dan wajah mereka bertiga. Aisyah menatap pelangi itu lama, lalu berbisik pelan. “Mas, dulu aku selalu pikir pelangi itu cuma muncul setelah badai berhenti. Tapi sekarang aku sadar, pelangi itu muncul karena ada cahaya yang berani nyentuh sisa hujan.” Arga menatapnya dengan mata lembut. “Kamu cahaya itu, Yah.”
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai puisi pelangi
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

Terlihat Khaila yang duduk di depan, perlahan turun. Arum dan juga Khaila bergandengan tangan masuk kedalam rumah. Sesekali menyanyikan lagu pelangi-pelangi. "Pelangi … pelangi alangkah indahmu, merah, kuning, hijau dilangit yang biru, pelukismu agung, siapa gerangan, pelangi-pelangi ciptaan Tuhan." "Suttt … berisik!" Tiba-tiba suara lantang itu terdengar jelas ditelinga. Membuat Khaila dan juga Arum menghentikan lagunya.
1095.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai puisi pelangi
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai puisi pelangi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status