Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sugar Daddy-in-Law

Sugar Daddy-in-Law

Akhirnya cinta datang diam-diam jatuh mengenaiku, menimpaku dengan cara-cara kuno. Apakah yang kutahu merenungi diriku mampu berlalu sendiri selalu. “Karya Robert Creeley.” Caspian menutup halaman terakhir bukunya. Tania menghela napas lalu melihat tehnya yang kini telah dingin karena sejak tadi ia hanya fokus menyimak puisi-puisi Caspian.
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 857 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Palung Cinta Mafia

Palung Cinta Mafia

“Jika hatimu terasa gundah Berbaringlah dalam kesunyianmu Jika hatimu tak lekas cerah Pejamkanlah matamu dan tidurlah Bawa dirimu terbang dan melayang Dalam indah dunia mimpi Jika hatimu t’lah riang Buka matamu dan bangkitlah dari mimpimu Karena ada orang-orang yang menantimu”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Di palung gelap sudut hati yang paling dalam Ada seberkas kerisauan menjalar di dinding-dinding Ada sulur-sulur bahasa tidak terekam Di dalam kesendirian semua menjadi jelas Remah-remah jatuh remah-remah menutupi Tidak ada kunci tapi tidak yakin apakah terbuka Disingkap oleh apapun tetap tidak nyata Perlahan-lahan pusaran tanya membentuk jurang
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Semesta bicara tanpa bersuara / Semesta ia kadang buta aksara / Sepi itu indah, percayalah / Membisu itu anugerah Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari
9.870.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Malam turun seperti halaman yang dibalik perlahan, bukan kegelapan yang datang, tapi jeda panjang sebelum kalimat berikutnya dimulai. Aku duduk di meja kayu yang kini tak lagi kosong, di depanku, pena beristirahat dalam cahaya lembut yang menetes dari udara, dan di seberang meja, Kata sedang tidur. Tubuhnya berpendar pelan, seolah di dalam dirinya ada lautan huruf yang bergerak tanpa suara.
733 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Tiga Luka

Cinta Dalam Tiga Luka

Ia mengenakan blus putih longgar dan celana kain hitam, rambut digelung setengah, dan tak ada perhiasan di tubuhnya. Puisi itu bercerita tentang ruang kosong. Tentang menunggu tanpa janji, mencintai tanpa dimiliki. Dan di barisan belakang ruangan itu, Bima, seorang pria sukses dengan hidup yang tampak lengkap, mendadak merasa telanjang oleh kata-kata yang tidak ditujukan untuknya, namun seolah ditulis dari lubuk hatinya sendiri.
962 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Perpustakaan yang Tidak Pernah Ditulis 1. Saat Dunia Diam Membaca Dirimu Langit pesantren kembali gelap bukan karena malam, tapi karena halaman baru belum ditulis. Angin berhembus seperti lembaran kasar yang menampar wajah, dan di kejauhan, menara pesantren tampak miring, seolah kehilangan paragraf penyangganya.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

tanyaku sambil menatapnya. "Nungguin kamu," jawabnya. Aku menghela nafas, "Nggak usah nungguin aku, kamu lebih baik pulang saja." Gelengan kecil kulihat. Dia bersikeras menunggui aku lembur. Suasana hening menyelimuti kami, aku buru-buru mengerjakan pekerjaanku sementara Mas Daffa memainkan ponselnya. Kelihatanya dia mulai bosan sehingga suaranya kembali mencuat.
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 830 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Di kawahnya yang dingin, di mana api pernah menelan langit, denyut pertama menunggu untuk dibangunkan. Anggrawati membacanya berulang kali, jantungnya mulai berdebar kencang untuk pertama kalinya dalam dua minggu. Itu bukanlah sebuah solusi. Itu hanyalah sebuah teka-teki, sebuah baris puitis dari seorang penulis anonim. Tetapi ada sesuatu di dalamnya… sebuah gema harapan. “Denyut pertama…” bisiknya pada diri sendiri.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Talak di Malam Anniversary

Talak di Malam Anniversary

Bersimbah angan tanpa tujuan Dalam derap gerimis yang pongah menghujam Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani Diatas pengharapan tak berkesudahan Tentang rindu kusam Tentang cinta terbuang Mengutip satu namamu diantara keluh kesah Gundah gelisah, airmata dan lara Masihkah ada sedikit senyum darimu? Dibatas penantianku yang kini makin terbata Jika masih ada ruang di hatimu Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah Pada tanah membentang Pada pohon-pohon rindang Serta angin yang mengusik keangkuhan Setidaknya biar ada tanda yang bisa kubaca dan kuraba Janganlah sepi yang hadir
1042.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status