Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.3K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi rasa
Show Reviews (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Read All Reviews
Rasa Tanpa Tatap

Rasa Tanpa Tatap

Bahkan lebih indah dari penyanyi aslinya—menurut Ayers. Tempo yang diubah menjadi slow dan penuh penghayatan, menjadikan lagu ini seperti lullaby. Ditambah semilir angin yang mengusap lembut wajahnya, membuat Ayers semakin terlena. Inilah suasana damai yang ia cari selama ini. Perasaan tenang yang nyata. "When my reflection show ... who I am inside ...." Saat tak terdengar lagi nyanyian dari si gadis. Ayers bertepuk tangan heboh seraya memujinya. "Luar biasa, Nona! Suaramu sangat bagus!"
1.8K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as puisi rasa
Read
+Library
Aira's

Aira's

Aira's PURNAMA RASA Hari ini purnama menjadi raja Bintang senantiasa bermanja pada malam Purnama menerima tawa Hanyut pada nada, serayu malam Desir darah mengempas nestapa Rangkulan penuh adalah arti Senyum mengembang bak purnama Selaras dengan hati mengucap bahagia pada sebait puisi Malam memanglah temaram Nyaris, purnama datang nestapa hilang Tidak ada lara, terhempaskan oleh malam Meski sunyi, sedu-sedan tiada datang Bahagia tentang rasa Disenyumkan oleh purnama walau sekejap Namun, mata berbinar layaknya bulan purnama Purnama rasa dalam hati mengucap. ————
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 416 Times as puisi rasa
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Mungkin Mama sedang mengisi daya batrainya. Kulirik Pak Afnan, dia sedang sibuk dengan gawainya. Aku pun mengetik beberapa bait puisi untuk membunuh waktu, daripada keolenganku kambuh. RANJAU Tuhan Bila hati salah melangkah Tunjukkan arah Bila rasa adalah dosa Hapus segera Dialah gelora Pada cita yang tersita Pada cinta hampir ternoda
106.2K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as puisi rasa
Read
+Library
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
19.3K viewsOngoingAdded to Library 578 Times as puisi rasa
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Halamannya berwarna gading pucat, tulisan di dalamnya bercahaya lembut, dan di halaman pertama tertulis: “Kitab Layung – Naskah Rasa Pajajaran Eling.” Ia membacanya pelan, bukan dengan suara, tapi dengan hati. Dan dari dalam kitab itu, seolah-olah terdengar suara Larisa membisik lembut: “Rasa téh moal luntur, sanajan waktu robah. Sabab rasa téh nyawa nu teu bisa dituliskeun.” (Rasa tak akan luntur, meski waktu berubah, karena rasa adalah jiwa yang tak bisa ditulis.)
101.6K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as puisi rasa
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.3K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as puisi rasa
Read
+Library
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

♡ Sejak kubertemu denganmu Kau menjadikan dirimu segalanya bagiku Di pagi hari, kau adalah embun yang menyejukkan hatiku Di siang hari, kau adalah matahari yang menyinari hariku Di malam hari, kau adalah rembulan yang menerangi langkahku Terima kasih, Karena telah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku ♡ Puisi yang saat itu aku anggap lebay dan norak! Jadi itu Reno?
8.2K viewsCompletedAdded to Library 254 Times as puisi rasa
Read
+Library
Perawan Rasa Janda

Perawan Rasa Janda

Aku menggunakan punggung tanganku yang langsung ditatap oleh Gamal dengan sorot mata risih. Lelaki itu memindaiku kian lekat sembari langsung mendekat. “Ternyata kamu cengeng juga ya.” Umi Risa malah mengurai senyumnya saat melihat air mataku. “Mal, itu artinya Mala itu sebenarnya memiliki perasaan yang halus, jadi kamu jangan terlalu keras sama calon istri kamu ini. Lagian kamu itu kenapa nggak ngasih kami waktu sebentar sih, biar kami bisa pelukan lebih lama? Umi sedang senang banget karena sebentar lagi akan punya menantu.”
1038.2K viewsCompletedAdded to Library 879 Times as puisi rasa
Read
+Library
Melupa Rasa

Melupa Rasa

"Jangan menolak. Ini ungkapan perasaanku." Dan kemudian, meskipun sangat kaku, Anara memberanikan diri untuk menangkupkan wajah Abi dengan kedua tangannya, sedikit berjinjit agar bisa menyeimbangkan wajah keduanya, dan sedetik kemudian, ia menyentuh bibir Abi dengan bibirnya. Hujan sore itu memang sangat romantis. Tak peduli seberapa kaku sentuhan bibir kedua sejoli, namun segala perasaan didalam hati akhirnya tersampaikan dengan sepenuh hati.
108.7K viewsOn holdAdded to Library 340 Times as puisi rasa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status