Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ANNORA

ANNORA

"Indah banget." "Gue itu suka sama senja apalagi hujan. Beda sama hujan yang datengnya buat menuhin kebutuhan manusia, Senja cuma manjain semua mata pengagumnya. Senja itu emang sesaat lalu pergi, tapi dia selalu nepatin janjinya buat dateng lagi setiap sore," ucap Manda memandang langit dengan binar terpatri dimatanya. "Dan senja itu selalu ngajarin kita kalau segala sesuatu yang indah itu datangnya cuma sesaat," ujar Gema.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as puisi senja yang indah
Read
+Library
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as puisi senja yang indah
Read
+Library
Pelangi atau Senja

Pelangi atau Senja

Entah apa yang telah terjadi, perasaan untuk berhenti dan mengundurkan diri sering datang akhir-akhir ini, kadang merasa sulit, kadang tidak tenang, kadang merasa bersalah dan perasaan buruk lainnya yang mengganggu dan mengusikku. Sore itu cuaca terlihat, dengan cepat aku menyelesaikan pekerjaanku, ingin rasanya cepat pulang lalu pergi ke pantai untuk menikmati senja, senja yang selalu kurindukan sejak pertama aku menginjakkan kakiku di tempat ini, di mana aku bisa menikmati kesendirianku tanpa seorang pun
2.3K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as puisi senja yang indah
Read
+Library
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Ketika dia bicara menjawab ucapan Jin Tangan Seribu maka suaranya seperti orang membaca puisi. “Hai Jin Tangan Seribu, terima kasih atas tegur sapamu yang menawan hati. Lihat ke atas. Pandanglah langit. Tiada berawan tiada mendung. Di sebelah sana serombongan burung terbang melintas udara. Angin bertiup lembut menyejuk jangat. Layangkan mata ke kiri. Air terjun jatuh menderu, bagus bentuk dan sedap suaranya sampai di telinga. Lihat dalam telaga, bunga-bunga aneka warna sesajian bekas mandimu mengambang elok menebar bau harum. Pagi seindah ini jarang terjadi. Salahkah diriku jika aku muncul untuk melihat dan merasakan keindahan alam ini? Kalau nanti mataku sudah mulai lamur, apa gunanya lagi.
9.5242.1K viewsOngoingAdded to Library 8.7K Times as puisi senja yang indah
Show Reviews (65)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Terima kasih utk yg baru bergabung Yg belum baca Season 1 jgn lupa mampir y agar tahu jalan ceritanya dari awal penuh tantangan dan pertualangan Ksatria Pengembara harus menghadapi jago2 dari seluruh dunia yg namanya sudah melegenda seperti si budha hidup - ninja2 legendaris - saint emas dll trims
PANGERAN NAGA
Sayang untuk Fans lama jika KP harus tayang dari awal. Makanya dibuat 2 season. season 1 untuk fans KP yg baru season 2 untuk fans KP yg lama Season 1 di mulai dari chapter 1-87 season 2 dari chapter 88-dst jadi untuk yg baru baca harus dimulai dari season 1 nanti ceritanya akan nyambung
Read All Reviews
Seruni Senja

Seruni Senja

kata Ira. “Malam sayang, mimpi indah love you,” jawab Navi. Ira pun menutup telepon dan bergegas untuk tidur, walaupun matanya masih sangat jernih, tetapi Ira berusaha untuk memaksa untuk tidur. Matahari pun terbit sangat indah di atas bukit yang menyinari jendela Ira, Ira pu terbangun karena sinar yang menyinari wajahnya itu.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 201 Times as puisi senja yang indah
Read
+Library
KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

Mereka duduk di taman kampus, langit sore berwarna jingga, senja melukis horizon. “Aku suka senja,” kata Aditya tiba-tiba. Alya menoleh, terkejut. “Aku juga.” Aditya tersenyum. “Senja itu… perpisahan yang indah. Seperti mengingatkan kita bahwa sesuatu bisa berakhir, tapi tetap meninggalkan keindahan.” Hati Alya bergetar mendengar itu. Kata-kata Aditya terasa seperti menyentuh luka paling dalam di hatinya. Ia ingin menangis, tapi ia tahan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as puisi senja yang indah
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Ia meraih Dinda, memeluknya erat. “Puisi kamu indah banget sayang.” Dinda tersenyum “Itu buat Bunda dan Ayah.” “Bunda yakin Ayah denger,” jawab Dina lembut, “karena cahaya nggak butuh suara untuk sampai ke langit.” Sore itu, Dina menyalakan pelita di ruang tamu. Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir,
708 viewsCompletedAdded to Library 16 Times as puisi senja yang indah
Read
+Library
Cinta yang Dulu Begitu Indah

Cinta yang Dulu Begitu Indah

Binatang buas di lembah pasti akan mencium bau darah. Nayla berusaha mengambil ponsel, tetapi tidak ada sinyal. Karena kehilangan banyak darah, dia mulai berhalusinasi. Dengan susah payah, dia mengangkat kepala dan memandang Kuil Jodoh itu. Dia seakan-akan melihat dirinya yang masih muda berlutut di depan kuil, memohon agar bisa bersama Renzo selamanya. Langit akhirnya benar-benar gelap. Nayla menutup mata dengan pasrah.
5.8K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as puisi senja yang indah
Read
+Library
Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Sinar matahari yang menembus kisi jendela tepat menyinari pupil matanya yang berwarna coklat. "Aku bilang mau, asalkan kamu janji akan selalu berada di sisiku seumur hidup."
12.0K viewsCompletedAdded to Library 395 Times as puisi senja yang indah
Read
+Library
Allea, Anak yang Dirahasiakan

Allea, Anak yang Dirahasiakan

** Senja menyapa sore ini dengan warna oranye pekat dari jendela kamar Kinan. Menetes air matanya saat ia memandang langit berselimutkan senja oranye yang hangat. "Aku rindu kamu, Mas. Ternyata tidak ada yang sebaik dirimu orang yang sabar dengan segala sifat kerasku. Tidak ada yang setia sepertimu, Mas."
107.9K viewsCompletedAdded to Library 166 Times as puisi senja yang indah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status