Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Akan Kubalas Pengkhianatanmu!

Akan Kubalas Pengkhianatanmu!

"Masih belum nyadar kamu atas perbuatanmu itu, Mas? Seandainya dulu sebelum selingkuh kamu pikirkan perasaan anakmu, mungkin nggak akan kayak gini, Mas!" "Emangnya ada apa dengan anakku, Jane?" Intonasi suaranya mulai meninggi, karena kesal, pertanyaannya tak kunjung dijawab. "Anakmu mau bunuh diri!" "Bu-bunuh diri?" "Ya, dia sepertinya tertekan karena bullying di sekolahnya. Foto kamu dan selingkuhanmu itu dipajang di mading sekolah. Kamu bisa bayangkan, seperti apa perasaan Zahwa?"
1030.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 847 kali sebagai puisi tentang bullying 3 bait
Baca
+Pustaka
Benci Bilang Sayang

Benci Bilang Sayang

Bisnis ilegal mereka hanya berkisar pada pasokan senjata api. Apa yang terjadi hari ini adalah pembelajaran jika Ryuu tidak pernah main-main akan ucapannya. Ia memiliki hati baik, tapi tidak ada ampun pada pengkhianat. Hatinya akan sangat tega untuk menghabisi, daripada si pengkhianat menjadi boom, yang akan menghabisi mereka semua secara perlahan. "Tanam di otak kalian, hukuman buat pengkhianat adalah mati!" Ryuu menekan kalimatnya sebelum beranjak pergi.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi tentang bullying 3 bait
Baca
+Pustaka
The Baby (INDONESIA)

The Baby (INDONESIA)

Ini sudah panggilan ke sepuluh, namun Resya masih mengabaikan panggilannya. "Gimana, Mel?" Suri bertanya, raut Suri juga sama pucatnya dengan Melati dan Jefri, wajar saja, mereka bertiga baru selesai menonton video perundungan yang di lakukan oleh murid sekolah elit dan ternama di Jakarta. Yang mengejutkan nya, Resya ada di dalam video itu sebagai korban bully mereka. Mata Suri, Melati dan Jefri melihat bagaimana Resya di tarik, di jambak, di pukul dan di tendang. Siapa yang tidak lemas saat melihat seseorang yang dikenal menjadi korban bully yang di pukuli dengan segitu kejamnya?
9.7163.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai puisi tentang bullying 3 bait
Tampilkan Ulasan (81)
Baca
+Pustaka
ww afts
B.A.G.U.S B.A.N.G.E.T C.E.R.I.T.A.N.Y.A💐😊 Rekomondasi cerita terbaik ini, seru apalagi sedihnya kerasa bgt, nyampe ke readers, alurnya ringan ngg terlalu berat tp sekali baca siap² tisu berlembar². Pling keren authornya bisa buat cerita sebagus ini, cerita yg lainpun ngg kalah bagus pake banget💓
Aidasatri Yudianti
Bagus ceritany , meskipun awal ceritany "menyeramkan" penuh dgn kekerasan, bully membully tapi banyk yg bisa diambil dr sebab akibat dr cerita ini ... ceritany jg tdk bertele²n tdk bulet jempol buat kk Authorny
Baca Semua Ulasan
XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

Asem manis rasanya dicocol sama kecap, enak. Bertubuh bongsor sejak TK, banyak anak yang suka membully. Akan tetapi dia tidak menangis tapi lebih suka melawan karena ibunya dulu selalu berkata, " Tidak usah menangis, lawan orang yang menyakitimu!"
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai puisi tentang bullying 3 bait
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Sang Pendosa

Cinta Untuk Sang Pendosa

Timbul berbagai pertanyaan setelah Nicha menonton berita tentang seorang anak remaja yang menembak satu sekolah karena depresi sering di bully. “Apakah benar, jika hari itu aku terus melakukan pembullyan maka orang-orang yang ku bully akan membunuh seperti itu?” Gadis itu kembali berpikir keras namun beberapa detik ia menepis hal tersebut. “Itu tidak mungkin terjadi. Pistol saja tidak di perdagangkan di negeri ini.” Telepon rumah tiba-tiba saja berdering. Nicha langsung berbalik dan melihat telepon tersebut. Seperti biasa, nyalinya akan menciut duluan padahal hanya mengangkat telepon.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai puisi tentang bullying 3 bait
Baca
+Pustaka
Diculik Paman Ganteng, Dia Menipu Cintaku

Diculik Paman Ganteng, Dia Menipu Cintaku

Senyuman lebar dengan gigi putih berkilau menyorot sampai membutakan mata A’luka sejenak. "Andai kamu bilang tadi tujuan kita sama, Nenek pasti berbaik hati membawamu naik mobil." A’luka terduduk lemas di lantai. Jika tahu begini, dia tidak akan melakukan halang rintang ini. "Ayah..... Ibu..... A’luka dibully di sini." A’luka kini berjongkok di pojokan sambil menggambar lingkaran. Seluruh tubuhnya berasa ada filter asap tebal mengelilinginya.
5730 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi tentang bullying 3 bait
Baca
+Pustaka
Days to Remember

Days to Remember

Aku dan Ani, ikut pergi untuk melihat mading, anak-anak kelas sebelah dan kakak kelas juga ikut mengerumuni tempat ini. "Puisi siapa nih?" ujar salah seorang perempuan bergelang merah, aku meliriknya untuk memastikan reaksi apa yang akan ditunjukannya. "Kepedean banget sih nulis-nulis kayak gini!" Lanjutnya dengan wajah ketus. "Iya nih, apaan coba yang bagus?" sela murid lainnya. "Maksudnya apa coba? Pelangi-pelangi? Mau ngedukung LGBT ...," lanjut yang lainnya terdengar sinis.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi tentang bullying 3 bait
Baca
+Pustaka
Menikah Muda dengan Anak Rentenir

Menikah Muda dengan Anak Rentenir

“Astaghfirullahaladzim! Kalau bicara tolong difilter. Apa ini ajaran dari dosen kita? Nggak mencerminkan anak ekonomi islam sama sekali.” “Nggak mencerminkan mana? Aku atau dia? Yang jelas-jelas udah ngelakuin dosa besar.” Gadis itu tersenyum miring melihat Afnan yang diam seperti kehabisan kata-kata. “Kalian nggak bisa menuduh tanpa bukti. Menghujat dengan kata-kata pedas udah termasuk bullying, apalagi ditambah lemparan kertas. Kalau orang tua atau bahkan suaminya nggak terima, bisa dituntut kalian,” ujar Arta membantu Afnan.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai puisi tentang bullying 3 bait
Baca
+Pustaka
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

ucap Isabella dengan nada lebih mengejek Anak itu kemudian terdiam untuk sesaat. Namun, salah satu temannya mulai melakukan tindakan bullying dan itu juga di ikuti oleh beberapa anak lainnya. Mereka berada di atap membuat Isabella terlihat kotor dengan noda cokelat dan beberapa bekas telur mentah yang di lempari ke arahnya. Salah satu dari mereka mendapatkan luka memar karena Isabella memukulnya. Satu jam setelah pertempuran itu, Isabella yang ada di toilet dan mengganti pakaiannya dengan pakaian olah raga. Begitu selesai dan memasuki kelas, rupanya tasnya dan mejanya sudah berantakan. Banyak sekali sampah di sana bukan hanya itu saja, ada beberapa tulisan yang tidak enak untuk di baca di me
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai puisi tentang bullying 3 bait
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Dewi memberi petuah. Aku menggeleng pelan. “Nggak semudah itu, Wi. Kalo Mas Rangga turun tangan, gue bakal semakin dihujat habis-habisan. Mereka bakal bilang kalo gue memanfaatkan status. Mereka bakal semakin iri liat gue diperlakukan manis sama Mas Rangga. Inget, orang iri dan dengki akan melakukan apa saja untuk memuaskan nafsu dan keinginan mereka. Gue kagak mau, headline berita kampus terpampang nama gue yang mati gara-gara kena bully.”
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 616 kali sebagai puisi tentang bullying 3 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status