KEMBALINYA SANG RATU
Di antara perbincangan yang hangat itu, semangat Lintang semakin menyala ketika ia mengangkat salah satu naskah kuno dengan tinta yang mulai pudar, dan membacakan bait-bait yang pernah dikatakan oleh para pendahulu:
"Bumi yang kita pijak adalah cermin dari jiwa. Apa yang tertulis di sini, dalam setiap goresan, adalah janji untuk masa depan. Jika engkau mampu mendengar suara alam, maka engkau akan menemukan bahwa hidup adalah simfoni yang tak pernah usai."