Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Lelaki itu menatapku, dan ia melajukan kursi rodanya, mendekat lalu menghela napas. "Tidak juga, aku senang makan bijinya saja, kuaci lebih tepatnya," Bibirku mungkin kini melengkung makin lebar, saking senangnya karena Naqib menyahut. Kali ini aku tak lagi ingin mengurusi lelaki itu, biar saja kalau ia menginginkan keheningan. Karena sekarang aku sangat ingin memetik beberapa bunga matahari ini. Ketika aku berhasil memetik setangkai bunganya, kembali aku teringat ucapan Paman Qasim, tentang Ayah Naqib yang menyebut kalau Naqib adalah bunga matahari.
828 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 29 fois en tant que puisi tentang bunga matahari
Read
+Librairie
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

"Kamu nggak akan pernah berbunga, menanammu di sini hanya sia-sia. Sebaiknya kamu tumbuh bebas. Aku mengembalikan pot bunga ke tempatnya, berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa, dan kembali ke kamar. Hari-hari berikutnya, aku dengan penuh perhatian merawat pot bunga kosong ini, meski di dalamnya tidak ada apa-apa. Aku sering berpikir, meskipun hanya tumbuh sebatang rumput liar, mungkin aku akan merasa begitu bahagia hingga tidak bisa tidur. Namun, aku tahu itu semua hanya angan-angan, seperti cinta Reza. Suara guntur di luar menyadarkanku kembali ke realitas. Aku mengusap air mata di sudut mataku, lalu duduk bersila di samping Reza, menikmati aroma yang ada padanya.
7.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 157 fois en tant que puisi tentang bunga matahari
Read
+Librairie
Bunga yang Tumbuh di Kegelapan

Bunga yang Tumbuh di Kegelapan

Saat aku hendak keluar, suara dingin seorang pria menghantam telingaku. “Laras, mau kabur ke mana lagi?” Di bawah terik matahari bulan Juli, tubuhku basah oleh keringat dingin. Walau sudah tiga tahun berlalu, aku masih sangat mengenali suara itu. Telapak tanganku membeku dan jantungku berdegup kencang. Aku mencengkeram erat tas di tanganku. Ketakutan yang terkubur dalam ingatanku kembali menyelubungiku.
8.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 159 fois en tant que puisi tentang bunga matahari
Read
+Librairie
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

tegur pak Pur, bapaknya Diandra pada sang istri yang tengah senyum-senyum baca tulisan anaknya. “Ini lho pa. Di, di tengah keruwetan masih juga mencoba mbikin ibunya senyum,” jawab bu Rarah sambil menyodorkan telpon genggamnya pada sang suami. Kini giliran pak Pur yang tersenyum. Potongan-potongan obrolannya waktu Diandra kecil dan remaja tiba-tiba kembali menjelma. “Nduk, bunga-bunga ini namanya sama, Bakung. Hampir semuanya cantik-cantik,” ucap pak Pur pada Diandra kecil.
918 Vuesen attenteAjouté à la bibliothèque 22 fois en tant que puisi tentang bunga matahari
Read
+Librairie
Gara-Gara Biro Jodoh: Tuan Dingin Tunduk Padaku

Gara-Gara Biro Jodoh: Tuan Dingin Tunduk Padaku

Bab 27 Dataran itu terbentang luas, seperti lukisan yang hidup. Rumput halus membelai telapak kaki, sementara bunga matahari bermekaran tanpa malu, kepalanya mengangguk-angguk mengikuti hembusan angin sore. Cahaya keemasan menyapu semuanya, hangat dan menenangkan.
102.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 48 fois en tant que puisi tentang bunga matahari
Read
+Librairie
Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling

Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling

Calvin membawa Valeria melihat matahari terbit, makan di kedai pinggir jalan bersamanya dan menemaninya berjalan-jalan di taman …. Melakukan segala hal yang biasa dilakukan oleh pasangan kekasih. Saat matahari terbenam, sang surya pun menarik bayangan mereka menjadi panjang dan perlahan-lahan sosok Valeria mulai menjadi transparan. "Calvin, berhentilah bermimpi. Aku nggak akan pernah bisa kembali ke sisimu lagi …." "Cepatlah bangun. Ini cuma mimpi yang kamu ciptakan sendiri …."
3.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 99 fois en tant que puisi tentang bunga matahari
Read
+Librairie
Menanti Musim Bunga di Bawah Gerimis Semu

Menanti Musim Bunga di Bawah Gerimis Semu

Bibir pucat wanita itu tampak sedikit terbuka, mengucapkan kalimat "Kamu bakal menyesal" Rasa anyir darah seketika mendesak naik ke tenggorokan Erik. Dia tidak sanggup menahannya lagi, lalu memejamkan matanya dengan penuh keputusasaan.
5.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 195 fois en tant que puisi tentang bunga matahari
Read
+Librairie
7 Sumpah

7 Sumpah

Pembalasan - 7 Sumpah - Senja di sore itu Menemani kepergianmu Saat kau ucap kata Kau tak lagi bersamaku Perih yang ku rasa Mungkin takkan pernah kau duga Cinta yang dulu ada Kini telah kau bawa Cinta jangan tinggalkan aku Karena takkan pernah ada Cinta selain dirimu Jika kau tinggalkan aku Sanggupkah diriku menghapus Segala bayangmu oh kekasihku Ornito -- Segala bayangmu --------------- Matahari telah setinggi telat di atas kepala. Panas terik sangat menyengat, angin yang berhembus menerpa kulit terasa segar saat ini.
9.96.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 239 fois en tant que puisi tentang bunga matahari
Read
+Librairie
PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

Napasku tercekat di tenggorokan. Di antara kedua telapak tanganku yang terulur, mengambang dengan anggun, muncul setangkai bunga matahari kecil. Bukan bunga biasa. Bunga matahari ini bercahaya lembut dari dalam, kelopak kuningnya berkilauan indah seolah ditaburi serbuk emas murni dari surga. "Aku… aku berhasil?" Aku menatap bunga ajaib itu tak percaya, memutarnya perlahan dengan menggerakkan tanganku.
101.7K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 65 fois en tant que puisi tentang bunga matahari
Read
+Librairie
Dernier
1
...
34567
...
10
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status