Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as puisi tentang idola
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 361 Times as puisi tentang idola
Read
+Library
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.3K viewsCompletedAdded to Library 3.5K Times as puisi tentang idola
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

sahut Nauli. "Ya, jika puisi itu tersebar, aku tidak tahu berapa banyak pujangga kerajaan yang akan memilih berhenti menulis karena merasa malu," Sori tertawa pelan, penuh kekaguman. "Aku tidak tahu keberanian macam apa yang membuatnya sanggup menyentuh begitu banyak topik..." Sori menatap langit, menggumamkan baris puisi yang kini terasa begitu nyata di tengah kemenangan ini:
101.1K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as puisi tentang idola
Read
+Library
Suamiku, Dosen Idola Kampus

Suamiku, Dosen Idola Kampus

"Lo terlalu gegabah, Dam." "Dia bukan barang yang pantas lo mainkan," lanjutnya. Satu tegukkan berhasil lolos ke dalam tenggorokan Damian. Ia menaruh gelas kecil itu di atas meja, menimbulkan suara nyaring cukup keras. Pandangannya lurus ke depan, tajam, tetapi seolah kehilangan arah. "Gue jatuh cinta sama dia," katanya. "Gue selalu merasa tenang kalau ada di dekat dia. Dia .... "
811 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as puisi tentang idola
Read
+Library
Idol Menyebalkan itu Mantan Pacarku

Idol Menyebalkan itu Mantan Pacarku

Ia adalah bintang sekolah, seseorang yang bersinar lebih terang dari yang lain. Namun lebih dari itu—ia merasa bangga karena Kamila, gadis yang ia cintai, melihatnya seperti itu. "Tentu saja! Kau tahu pacarmu ini sangat hebat, kan?" ujarnya dengan nada menggoda, matanya berbinar penuh percaya diri. Lalu, dengan sedikit menyandarkan tubuhnya ke tiang panggung, ia menambahkan, "Omong-omong, para model yang kau dandani tadi juga sangat cantik. Kau pandai mendandani mereka."
1.5K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as puisi tentang idola
Read
+Library
Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Kartu ucapan itu berisi sebuah puisi. [ Kepada: Naomi. ] [ Aku telah melintasi gunung dan menyusuri sungai. ] [ Aku juga pernah mengalami banyak hal dan melihat perubahan dunia. ] [ Sekarang, kamu adalah gunung dan sungaiku. ] Begitu membaca puisi itu, semua orang pasti tahu bahwa itu adalah puisi cinta. Jika Caden sudah memastikan Naomi adalah wanita yang dicarinya selama ini, mungkin saja dia akan mengejar Naomi dengan penuh semangat.
9.5995.4K viewsCompletedAdded to Library 37.8K Times as puisi tentang idola
Show Reviews (176)
Read
+Library
Tiuri
suka dg cerita nya bikin nangis bikin senyum thor keren.. tdk seperti novel lain yg kebanyakan cerita tentang sex melulu ngeri dan membosankan... kl ini tentang kehidupan ada perkelahian ada, ada persaudaraan dan cinta keluarga yg besar.. sukaaa .. thoor nanti bikin cerita model gini lg yaa............
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Ibu Susu Anak Dosenku

Ibu Susu Anak Dosenku

Sebelum menjawab Lela menghela napas terlebih dahulu. "Aku gak paham kenapa orang ngira aku suka sama Pak Bara hanya karena kami cukup sering ngobrol. Jujur aja, aku memang suka beliau sebagai tokoh idola yang jadi role model pria idamanku kelak, tapi bukan secara fisik lebih ke attitudenya, pemikirannya, dan hatinya." "Tapi bukan berarti saya dengan lancang menyukainya sebagai pria yang mungkin bisa saya miliki, saya cukup tau diri soal itu. Jadi mana mungkin saya cemburu liat idola saya lagi sama ceweknya."
9.9106.4K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as puisi tentang idola
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as puisi tentang idola
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status