Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sepiring Talak di Pagi Hari

Sepiring Talak di Pagi Hari

Ia mengelus pundak Nilna penuh kasih sayang. Tangis Nilna yang sejak tadi pecah, kian tumpah di bahu Anggi. Nilna sangat rapuh, ingin sembuh dari kesakitan yang kini menghinggapi. “Kamu tahu kenapa Allah menciptakan pelangi? Agar hamba-hambanya tahu betapa pelangi itu lebih indah jika disandingkan dengan hujan dan panas. Yang mana, hujan itu air mata dan panas itu ujian. Pelangi atau kebahagiaan pasti terselip di sela-sela air mata dan ujian.”
1051.7K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as puisi tentang pelangi
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Wuusshh. Angin mulai menunjukkan keperkasaannya, hembusannya tiba-tiba saja menjadi cepat dan berat. Warna pelangi cerah berekor panjang di langit bagai semakin dilemparkan dari sisi satu ke sisi lainnya. Gerakannya mengikuti lengkung langit hingga menuju perbatasannya yang tak pasti. Para tokoh tua saling berlompatan dari tempat mereka. Muncul dari setiap sudut rimba persilatan. Mata mereka memandang tak berkedip pada warna pelangi di langit. Sebagian dari para tokoh tua berilmu tinggi itu terkesiap tak bicara saat mata mereka memandang warna pelangi yang melesat panjang itu. Sekalipun dari tempat yang berbeda dan berjauhan, namun hati mereka seakan serempak berkata, "Saatnya telah tiba! Ha
1028.8K viewsOngoingAdded to Library 690 Times as puisi tentang pelangi
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Sore menjelang, dan langit berubah menjadi jingga yang lembut. Nara duduk di tepian sungai, tempat yang dulu sering ia kunjungi bersama Ardan. Sungai itu kini lebih dangkal, tapi gemericik airnya masih membawa ritme yang sama. Ia membuka buku catatan lusuh dari dalam tasnya, menulis perlahan dengan pena yang tintanya mulai pudar. “Hari ini aku melihat pelangi. Mungkin kecil, tapi cukup untuk membuatku percaya bahwa sesuatu yang indah masih bisa muncul dari kotoran dan hujan.”
101.0K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as puisi tentang pelangi
Read
+Library
Bidadari Pembawa Luka

Bidadari Pembawa Luka

“Aku tidak ingin ada pelangi.” “Kenapa?” “Karena pelangi hanya muncul sesaat dan waktunya pun tidak dapat diprediksi. Aku hanya ingin sesuatu itu yang memang ia selalu menepati janjinya. Seperti matahari pagi yang selalu tepat waktu kehadirannya, aku ingin setelah badai muncul matahari pagi,” balas Maha. Zayn mengusap lembut wajah Maha. “Tersenyumlah, sebab melihatmu tersenyum membuat kecantikanmu menambah sempurna. Jangan sampai kecantikan itu terkikis karena kesedihan.”
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 349 Times as puisi tentang pelangi
Read
+Library
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Semesta bahkan cukup paham untuk suasana hari ini harus di tutupi dengan senja miliknya yang sempurna. "Di sebelah sana ada pelangi", ucap Ian sambil menunjuk ke arah pelangi yang dia maksudkan. "Waw hari ini luar biasa banget, udah senjanya cantik, ditambah ada pelangi yang indah lagi" "Al coba kamu liat baik-baik. Warna apa yang paling menarik bagi kamu disana" "Merah" "Setiap warna pelangi punya maknanya masing-masing dan ga kalahnya sama makna dari bunga yang aku bilang kemarin. Kalau kamu pilih merah maknanya adalah kasih sayang"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as puisi tentang pelangi
Read
+Library
Diary Rain

Diary Rain

Apakah lukamu begitu dalam sehingga kau tak bisa melihatku? Apakah aku tak cukup berhasil untuk membuatmu jatuh cinta padaku? Lihatlah sejenak, Rain. Lihatlah aku. Akulah pelangi yang kau tunggu setelah hujan malam itu. Lihatlah. Meski aku tak bisa sepenuhnya menghapus luka itu, setidaknya warna baru hadir dalam hidupmu. Jangan menjadi bintang di malam kelabu, terlihat dekat, namun sangat sulit kugapai...
107.1K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as puisi tentang pelangi
Read
+Library
Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

"Aku terlalu sombong, mengira kamu nggak akan pernah meninggalkanku, jadi aku mengabaikan perasaanmu. Aku ... aku benar-benar berengsek ...." "Aku nggak bisa tidur sejak kamu pergi. Setiap mataku terpejam, yang ada di pikiranku cuma kamu. Aku ... aku hampir gila ...." Dia mencurahkan isi hatinya dengan terbata-bata, tampak benar-benar menderita. "Aku tersadar, aku nggak bisa hidup tanpamu. Aku nggak bisa kehilangan kamu, Erika ...."
4.3K viewsCompletedAdded to Library 172 Times as puisi tentang pelangi
Read
+Library
Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Aku tidak tahu apa saja yang dia alami setelah meninggalkan pulau itu. Dia menyodorkan sebuah buku tebal ke hadapanku. "Celine, kamu masih ingat mereka?" Aku membuka buku itu dan melihat setiap halaman berisi spesimen mawar yang dia awetkan dengan sangat rapi. "Semua mawar yang kamu berikan padaku kusimpan. Aku takut mereka layu, makanya kujepit di dalam buku ini. Lihat, betapa indahnya mereka."
2.8K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as puisi tentang pelangi
Read
+Library
Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Nasya tak paham dengan sikap Anjas tetapi dia juga tidak melawan. "Lihat." Anjas menunjuk ke arah semak di antara pepohonan di malam hari, semak yang dihiasi dengan kunang-kunang yang bercahaya emas. "Pecinta alam akan sangat suka dengan pemandangan ini. Aku sudah sering melihatnya, tapi kebanyakan orang-orang yang bisa menikmati pemandangan ini hanya ada di desa, tidak di kota. Kunang-kunang sudah mulai punah dan sangat jarang ditemukan di kota seperti ini." Anjas yang menangkap satu kunang-kunang lalu diberikan kepada Nasya.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as puisi tentang pelangi
Read
+Library
Dapatkan Mansion di Awal

Dapatkan Mansion di Awal

Jembatan pelangi dengan tujuh warna cerah muncul samar-samar di balik kabut awan. Sebuah pelangi muncul di hadapan mereka. Chu Nan tak kuasa menahan senyuman. Harus melewati hujan untuk melihat pelangi, tampaknya pepatah itu memang benar. Tak disangka mereka bisa melihat pelangi saat di laut, hari ini jelas akan menjadi kenangan yang mendalam bagi Chu Nan. Kedua gadis itu langsung mengeluarkan ponsel dan mengambil foto sebagai kenang-kenangan.
1013.6K viewsOngoingAdded to Library 489 Times as puisi tentang pelangi
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status