Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TULPA

TULPA

" Kerutan di dahiku lantang tercipta, membaca bait terakhir dari puisi yang kubaca. Entah mengapa membacanya membuatku merasa takut. Ada gejolak aneh yang membuatku waspada. Tetapi, aku juga tidak mengerti mengapa perasaan itu tiba-tiba datang? Padahal aku sendiri tidak mengerti apa pesan tersirat di dalamnya. "Siapa yang membuatnya?" gumamku pelan. Tidak ada nama yang tertera sebagai pembuat di sana. Tidak ada petunjuk yang kudapat, hanya sebuah teka-teki yang kini menyerang jiwa. "Kenapa perasaanku jadi ga enak gini?" Sekali lagi aku berucap seorang diri. Bertanya kepada diri sendiri. Sebenarnya apa yang dimaksudkan dalam puisi ini?
106.4K viewsCompletedAdded to Library 242 Times as puisi tentang perasaan yang terpendam
Read
+Library
Suami Dingin Pilihan Ayah
Read
+Library
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Seperti biasa aku mencoba melatih tulisanku dengan beberapa puisi yang kutuliskan di catatan harianku. Suara Lavender 2 Teka-teki dari suara lirih Dengan bingung yang tidak bertujuan Terlalu banyak hal untuk dipaksa menjadi tuan Dari bungkamnya mulut yang dipaksa jawaban Sampai rasa yang heran kebingungan, bertanya “Kenapa kau permasalahkan suratnya?. Cemburukah wahai rasa? ******************* Terimakasih yang sudah mau membaca cerita ini,
102.8K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as puisi tentang perasaan yang terpendam
Read
+Library
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

“Jangan menilai sesuatu saat sedang marah. Tenangkan dulu, diri kamu!” Khair menarik nafas panjang. Do you ever feel like a plastic bag Drifting through the wind Wanting to start again? Do you ever feel, feel so paper thin Like a house of cards One blow from caving in? Do you ever feel already buried deep Six feet under? Scream, but no one seems to hear a thing (Pernahkah kau merasa seperti kantung plastik Yang terombang-ombing oleh angin Dan ingin memulai lagi?
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 268 Times as puisi tentang perasaan yang terpendam
Show Reviews (85)
Read
+Library
Eneng Susanti
Hai, saya ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang sudah berkenan mampir ke laman ini. semoga berkenan membaca dan mereview cerita Khair dan Khaira. Jika suka, semoga berkenan untuk vote dan merekomendasikan cerita ini kepada yang lainnya. sekali lagi, terima kasih ...
Gideon Budiyanto
Romance religi yang dituliskan dengan sangat apik. Pesannya juga dalem banget. Mantap. Kisah Khair dan Khaira mampu untuk menjadi sebuah novel religi yang sangat berkualitas. Maju terusss. Udah di masukin ke daftar pustaka biar bisa selalu ngikutin kisahnya...
Read All Reviews
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal. Saat sampai di akhir bait pertama, ia berhenti mendongak. Tatapannya begitu tajam hingga beberapa pelayan di dekatnya menundukkan wajah dengan canggung. "Kau menggambarkan dinginnya embun beku seolah kau sendiri yang merasakannya menembus tulang," ucapnya pelan. "Saya memang pernah merasakannya, Yang Mulia," jawabku jujur.
10709 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as puisi tentang perasaan yang terpendam
Read
+Library
Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Menghadapi pernyataan cinta yang datang begitu tiba-tiba, detak jantung Adeline makin cepat. "Bukannya ini terlalu mendadak? Aku baru saja bercerai. Lagian, kau begitu luar biasa. Bagaimana mungkin kau bisa menyukaiku?" "Kalau suka, ya suka. Nggak ada alasannya. Seumur hidupku, aku cuma pernah mencintai satu wanita, dan wanita itu adalah kau. Selama bertahun-tahun ini, aku terus menunggu, menunggu sampai kau kembali. Tuhan masih baik padaku, karena akhirnya aku berhasil menunggumu."
2.4K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as puisi tentang perasaan yang terpendam
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Halamannya berwarna gading pucat, tulisan di dalamnya bercahaya lembut, dan di halaman pertama tertulis: “Kitab Layung – Naskah Rasa Pajajaran Eling.” Ia membacanya pelan, bukan dengan suara, tapi dengan hati. Dan dari dalam kitab itu, seolah-olah terdengar suara Larisa membisik lembut: “Rasa téh moal luntur, sanajan waktu robah. Sabab rasa téh nyawa nu teu bisa dituliskeun.” (Rasa tak akan luntur, meski waktu berubah, karena rasa adalah jiwa yang tak bisa ditulis.)
101.4K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as puisi tentang perasaan yang terpendam
Read
+Library
Diantara Larangan dan Perasaan

Diantara Larangan dan Perasaan

Rama menyentuh pipinya yang sakit, memandangiku dengan tatapan kosong, lalu dia bertanya, "Karin, kau ingin aku bilang apa padamu?" Aku berkata dengan tenang, "Bilang saja aku menderita depresi, hidupku lebih buruk daripada mati, atau bilang aku hampir terlibat dalam penembakan di luar negeri, atau bilang aku hidup setiap hari dengan rasa takut dan cemas. Sejujurnya, apa kau peduli padaku? Dan apa kau lupa satu hal? Kau bahkan nggak membiarkanku menghubungimu."
7.2K viewsCompletedAdded to Library 194 Times as puisi tentang perasaan yang terpendam
Read
+Library
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
108.9K viewsOngoingAdded to Library 329 Times as puisi tentang perasaan yang terpendam
Read
+Library
Putra Naga Pangeran Yang Terbuang

Putra Naga Pangeran Yang Terbuang

Buat apa dia kirim pesan segala? Asri terbelalak saat melihat isi pesan itu. “Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta. ~ Tere Liye”
1039.8K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as puisi tentang perasaan yang terpendam
Show Reviews (44)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status