Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal. Saat sampai di akhir bait pertama, ia berhenti mendongak. Tatapannya begitu tajam hingga beberapa pelayan di dekatnya menundukkan wajah dengan canggung. "Kau menggambarkan dinginnya embun beku seolah kau sendiri yang merasakannya menembus tulang," ucapnya pelan. "Saya memang pernah merasakannya, Yang Mulia," jawabku jujur.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi tentang rasa nyaman
Baca
+Pustaka
Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Sekejap kemudian, aku terjatuh ke dalam pelukan seseorang. Aroma lembut samar-samar tercium. Aku mendongak, pandanganku bertemu dengan sepasang mata yang sama-sama penuh kekhawatiran.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai puisi tentang rasa nyaman
Baca
+Pustaka
Perawat Pribadi Tuan Mafia

Perawat Pribadi Tuan Mafia

Nisa memejamkan mata perlahan. "Saya nyaman sama kamu bukan karena rumah ini. Bukan karena apapun yang kamu punya." Dion mengusap pelan rambut Nisa. "Tapi karena kamu itu kamu. Dan jangan kamu berfikir jika ini sebuah gombalan. Kita memang baru ketemu beberapa hari, tapi rasa nyaman itu sudah ada. nggak pa-pa kan?" Dan entah kenapa, justru kalimat sederhana itu membuat dada Nisa terasa semakin sesak. Karena terlalu hangat. Terlalu menenangkan. Sampai ia takut akan terbiasa.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi tentang rasa nyaman
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Ucapku. "Kamu tahu! kenapa senja membuat orang nyaman? Karena ia tidak membuat orang kepanasan dan tidak juga membuat orang kedinginan. Tidak seperti pagi maupun siang hari dan juga malam." Balas Wira puitis sekali. "Seperti kamu! Aku selalu merasa nyaman di dekatmu. Benarkan Wira?" Tanyaku mencoba menggoda Wira. "Kita namai tempat ini AI?" Ucap Wira, tidak mau memperlihatkan rasa senangnya saat aku goda. Dia mencoba mengodaku balik. Dasar gak mau kalah.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai puisi tentang rasa nyaman
Baca
+Pustaka
Gugatan Cerai Setelah Malam Pertama

Gugatan Cerai Setelah Malam Pertama

Aromaterapi yang aku sukai kuhirup dalam-dalam hingga memenuhi rongga dadaku. Rasa khawatir, takut, dan gelisah atau apapun itu sirna seketika. Yang ada hanya rasa aman, nyaman dan senang yang tiada tara. Tidak butuh waktu lama hingga rasa nyaman itu membuatku terlena dalam buaian mimpi yang indah. Malam panjang ternyaman yang kurasakan selama ini mungkin patut dinobatkan untuk malam tadi. Aku bahkan sampai terbangun terlalu siang saking enaknya tidur semalam.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi tentang rasa nyaman
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

Ia seperti membalas dendam menumpahkan semua imajinasinya yang tertahan selama ini,aku mengerti karena akupun sangat menikmati setiap sentuhannya,aku terpaku dengan semua caranya memperlakukan ku begitu lembut dan berhati hati. Namun terkadang kasar tapi tak menyakitkan,aku bahagia sangat bahagia mendapati kenikmatan tiada Tara sebagimana cerita para tetangga. Puisi ku untuk mu malam Aku bahagia Mendapati cinta Penuh dengan keridhoan Malam ku mempertanyakan Inikah cinta di malam yang Memabukkan Inikah cinta Di malam yang melenakan
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi tentang rasa nyaman
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Sebaliknya, ada kepuasan murni seperti pencipta. “Lihat.” Suaranya bergema di ruang dewan yang kosong, membawa gema lembap seolah mengandung aroma air laut: "Tanpa pikiran yang dipenuhi gangguan, ketakutan, dan keinginan bodoh... betapa... sempurnanya kalian, betapa bahagianya kalian."
9.78.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai puisi tentang rasa nyaman
Baca
+Pustaka
Magang di hati CEO tampan

Magang di hati CEO tampan

Ritme yang anehnya terasa menenangkan. Kemudian peraba. Ia tidak merasakan dinginnya lantai kantor. Sebaliknya, ia merasakan kehangatan yang solid di punggung dan di bawah lututnya. Pipinya menempel pada kain katun yang halus dan hangat. Ia merasa nyaman. Sangat nyaman, seperti berada di tempat paling aman di dunia. Perasaan aman inilah yang akhirnya memberinya kekuatan untuk membuka mata.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi tentang rasa nyaman
Baca
+Pustaka
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

Cukup dengan perhatian kecil, ketulusan, dan suasana nyaman, semua menjadi indah. Raka dan Anaya menyadari, setiap momen sederhana bisa menjadi kenangan luar biasa, asalkan diisi dengan cinta yang tulus. Anaya menutup mata, membiarkan dirinya merasa aman dalam pelukan Raka. Ia merasakan hangat, nyaman, dan penuh kebahagiaan. “Baiklah, kita lakukan yuk, aku siap” Raka tersenyum, menatap mata Anaya lagi.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi tentang rasa nyaman
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

"Gila! Gila! Gila!" Berada di zona nyaman disertai perasaan yang campur aduk sangatlah nikmat menurut gadis yang sedang jatuh cinta ini. Merasakan semuanya tanpa ada kebimbangan, membuatnya semakin tak bisa mengungkapkan semua dengan kata-kata. Sudah cukup dirinya kelelahan, karena mengekspektasikan hal yang terlalu tinggi. Kini ia mulai membaringkan tubuh mungilnya dengan seulas senyuman yang terbit di sudut bibirnya, lama-kelamaan mata indah itu mulai menutup dan menuju ke alam mimpi.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi tentang rasa nyaman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status