Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Abysswalker: Darah Membara

Abysswalker: Darah Membara

Hanya konsentrasi kecil yang terlihat dari cara jari-jarinya sedikit melengkung. Seekor tikus hutan muncul dari balik batu, tubuhnya sebesar kucing dewasa dengan ekor yang panjang dan telinga yang lebar. Tubuhnya terangkat dari tanah tanpa menyentuhnya, kaki-kakinya bergerak mencakar udara, lalu Shiva menggenggam satu tangannya di udara dan tikus itu meronta lebih kuat dengan suara melengking yang keras seperti tercekik, sampai suara itu perlahan hilang.
10582 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai puisi tikus berdasi
Baca
+Pustaka
Kurir Pemilik Sistem

Kurir Pemilik Sistem

Dari kegelapan lubang itu, sesuatu bergerak. Seekor tikus besar merangkak keluar. Bulunya abu-abu kotor, basah mengilap oleh air got. Matanya kecil, merah menyala seperti dua titik bara. Tikus itu berhenti sejenak di pinggir trotoar, hidungnya bergerak-gerak mencium udara, ekornya menyapu aspal perlahan, tak peduli dengan keramaian orang dan kendaraan di sekitarnya.
10975 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai puisi tikus berdasi
Baca
+Pustaka
Pewaris Tahta Pedang Ashura

Pewaris Tahta Pedang Ashura

Seras bergumam, “Itu Tikus Bayangan! Itu adalah binatang iblis tingkat Bumi, tetapi bahkan lebih mengerikan daripada binatang iblis tingkat Langit! Karena, dia memiliki kecepatannya yang luar biasa!” Loyd menatap tajam ke arah tikus bayangan itu, dan tikus bayangan itu pun mengamatinya. Pada akhirnya, tikus bayangan itu berbalik, hanya menyisakan bayangannya saat menghilang di kejauhan. Tikus bayangan itu pergi setelah menilai bahwa dia bukan tandingan Loyd. Binatang iblis bukanlah orang bodoh, dan mereka tidak akan bertarung sampai mati jika mereka mampu menghindari pertempuran seperti itu.
9.623.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 714 kali sebagai puisi tikus berdasi
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Imgnmln
ARIGATO SEMUANYA! SEPERTINYA, UNTUK SEMENTARA WAKTU NASKAH PTPA AKAN HIATUS! NANTIKAN KEMBALI KEHADIRAN LOYD DI BENUA ARKAN!!! ARC 2 : BENUA ARKAN - PEDANG KELUARGA SALAZAR DAN KELUARGA BURUNG FENIKS
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

Namun, apakah ia cukup kuat untuk mengambil risiko itu? Di luar, suara klakson mobil terdengar mengganggu ketenangan malam. Elora berlari keluar dari gudang, berusaha menenangkan dirinya. Ia harus segera kembali ke kamar dan berpura-pura seperti tidak ada yang terjadi. Setiap kali seseorang melihatnya, ia merasa seolah-olah mereka bisa membaca pikirannya. Ia merasa seperti tikus yang sedang diburu, tapi ia juga tahu bahwa jika ia gagal, maka tak ada yang akan menyelamatkannya.
913 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi tikus berdasi
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

"Dih, ngilu eike dengernya. Tinta sakinah itu burung bul bul main ditebas dokter? Sisa potongannya bijimana itu, aposeh jadi kenangan ataukah dipersembahkan untuk kucing liar di sampahan belakang rumah sakit?" "Kucing juga ogah kali Madam, masa makan barang busuk bernanah kek gitu. Makanya dibacok dokter itu burung kenari, dari pada Hendra ilang semua pusakanya. Biarlah muntul dikit, buat memori.. "
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi tikus berdasi
Baca
+Pustaka
Lelaki Pengganti

Lelaki Pengganti

“Tikus besar? Apa kamu yakin? Aku belum pernah melihat tikus di rumah ini.” “yakin, Tuan! Aku melihatnya tadi disini.” Aku menunjuk tempat tikus itu berlari. “Ah! Mungkin kamu hanya berhalusinasi saja, Yonna. Mana ada tikus disini.” Jawabnya tak percaya. “Aku tidak berhalusinasi, Tuan. Tai benar-benar ada tikus disini.” Tuan Rey menyerngitkan dahinya. “Yasudahlah, Yonna. Kamu cari saja tikus itu. Kalau kamu mendapatkannya langsung tunjukkan padaku.”
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai puisi tikus berdasi
Baca
+Pustaka
Mutasi Alam Liar

Mutasi Alam Liar

Ukuran gerombolan tikus mulai mengecil. Tiba-tiba, terdengar geraman keras dari kejauhan. Bukan suara tikus biasa, melainkan raungan binatang buas. Begitu terdengar, tikus-tikus mutan mulai mundur seperti air pasang surut. “Tidak! Raja tikus kabur! Kalau kehilangan kesempatan ini, lain kali lebih sulit dibunuh!” teriak Budi sambil memutar mata. Kalau raja tikus lolos, misi level E- ini gagal.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi tikus berdasi
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

“Ogah ah, tuh rumput di depan rumahku juga aku males bersihinnya.” “Pantesan rumah dimasukin tikus, jorok sih.” “Udah pergi tikusnya!” jawabnya santai. “Pergi kemana?” tanyaku lagi. “Ga tau, dia ga pamit.” “Ya kali, tikus bisa pamit?” ujarku sambil terkikik geli. “Males aku tuh bersih-bersih, banyak nyamuk!" Alasan saja dikau Mbak.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai puisi tikus berdasi
Baca
+Pustaka
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Karena Chu Jianqiu masih mengingatkannya akan hal ini meskipun mengetahui kekuatannya, itu menunjukkan bahwa hal-hal ini memang tidak mudah untuk dihadapi. "mencicit!" Seekor tikus hitam besar mengeluarkan jeritan marah yang terdengar seperti teriakan perang, dan ratusan tikus hitam segera menyerbu ke arah Chu Jianqiu dan para pengikutnya. Tikus hitam raksasa ini, yang memiliki tingkat kultivasi terendah, semuanya berada di tahap awal Alam Yang Mulia Bumi, sementara pemimpin tikus hitam raksasa tersebut memiliki tingkat kultivasi setinggi tahap awal Alam Yang Mulia Langit.
1037.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 793 kali sebagai puisi tikus berdasi
Baca
+Pustaka
ISTRI PAPAKU (MASIH) KEKASIHKU

ISTRI PAPAKU (MASIH) KEKASIHKU

jawab Bik Darsih. Meja makan sudah rapi dengan menu masakan yang tersaji rapi dan menarik. Khalisa mengangguk. “Kata Tuan, Nyonya enggak suka sama hamster, ya?” “Kurang suka, sih, Bik. Dulu waktu tidur di rumah kontrakan, ada tikus mati di dekat bak mandi. Sampai sekarang aku geli. Ya, walau tikus dan hamster berbeda, tapi wajah dan tubuh mereka hampir sama. Masih satu spesies, kan?”
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai puisi tikus berdasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status