Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RARA DAN MISTERI URBAN LEGEND

RARA DAN MISTERI URBAN LEGEND

pekik mereka histeris bercampur kaget, Adi segera menenangkan ketakutan teman-temannya, “tenang. Itu cuma tikus!” “Tikus?” Adi menganggukan kepalanya, “iya betul. Tadi itu cuma seekor tikus,” Ucapan Adi sukses menenangkan hati mereka, “lega rasanya,” “Eh, itu apa!” tunjuk Rara ke tanah tempat tikus tadi meloncat ke tanah. Cahaya senter segera terarah ke tempat yang di tunjuk oleh Rara. Sepertinya sebuah benda kecil. Dan benda itu terkena cahaya senter dan kemudian berkilau memantulkan cahaya senter.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as puisi tikus berdasi
Read
+Library
ATURAN LANGIT!

ATURAN LANGIT!

"Apa-apaan Tikus-tikus itu!? Mereka seperti...." "Ya, mereka sedang membangun sesuatu yang sulit kita bayangkan, lihatlah... Ya Tuhan!" Tikus-tikus itu seolah memiliki insting yang cerdas dan saling terhubung antara satu sama lain, dalam tempo beberapa saat berselang, mereka berhasil membuat sebuah reflika satu sosok Mahluk besar setinggi lebih dari sepuluh meter, hingga nyaris melebihi atap rumah Tingkat Tiga milik Ares!
9.272.3K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as puisi tikus berdasi
Read
+Library
Upik Abu dan Bola Cahaya

Upik Abu dan Bola Cahaya

Namun sayang, tikus itu meloncat begitu tangan Upik hendak meraihnya. "Aiisssh!" kesal Upik. Tikus itu tampak berlari keluar, ia seperti mengejek Upik yang tak bisa mengejarnya. Ejekan tikus itu seperti dipahami oleh Upik, ia berlari keluar mengikuti kemana tikus itu berlari.
104.6K viewsOn holdAdded to Library 159 Times as puisi tikus berdasi
Read
+Library
Bidadari di Dalam Rumahku

Bidadari di Dalam Rumahku

Kamu memandangi langit dengan ditemani suara jangkrik dan katak. "Anak-anak pakaikan minyak telon dulu, Mbak. Biar gak di gigit nyamuk," kata Bu Min sambil membawa minyak telon. "Terima kasih, Bu," ucap baby sitter Marvel. Suasana yang belum pernah kami rasakan. Melihat bulan dan bintang di tengah-tengah area persawahan. Bahkan kami sampai lupa bagaimana suara jangkrik dan katak karena di kota terlalu bising dengan kendaraan.
1036.4K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as puisi tikus berdasi
Read
+Library
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Semua orang berpaling ke arah Joben yang berkata demikian—tidak menyangka pemuda konyol seperti Joben, bisa menyuarakan ide yang harus mereka coba alih-alih menyerang tiga orang penyekap beserta pion-pionnya. “Kau hebat! Darimana kau bisa berpikir seperti itu?” puji Pak Daichi. “Berkat memberi makan tikus. Aku sering memberi makan seekor tikus di tengah malam, sebab aku kasihan melihat tikus yang mungkin kelaparan. Tikus itu sering keluar masuk lubang yang sama.” Joben segera membuka sebuah kayu yang menutupi lubang tempat tikus itu mendapat akses keluar masuk dari tempat mereka di sekap, “Jadi, kenapa kita tidak mencoba seperti yang tikus lakukan?”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as puisi tikus berdasi
Read
+Library
MISTERI TUSUK KONDE

MISTERI TUSUK KONDE

"Aku nyium bau enggak enak. Kayak bangkai gitu." "Mosok bangkai tikus sih?" "Yo enggak tau. Bantu cari ae wes!" (Ya enggak tau. Bantuin cari aja!) Bergegas Sri dan Didi mengitari halaman depan. lampu teras yang terang cukup mampu memberikan pencahayaan pada penglihatan mereka. "Enggak onok opo-opo kok Sri. Paling hidungmu itu deket sama mulut!" canda Didi sambil tertawa.
1025.5K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as puisi tikus berdasi
Read
+Library
Tergoda Gadis Muda

Tergoda Gadis Muda

Binatang yang paling jorok adalah tikus. "Wah! Tikus!" Lala memeluk tubuh Arka dan meletakkan kakinya di pinggang lelaki itu. Arka pun terkejut. Tikus itu mendekati mereka. Arka berusaha membuka pintu dan menobrak dengan tubuhnya. Tak beberapa lama pintu terbuka. Lala dan Arka terjatuh di lantai. Para siswa mendengar keributan itu segera mencari sumber suara.
1017.2K viewsCompletedAdded to Library 395 Times as puisi tikus berdasi
Read
+Library
Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar

Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar

Suara angin membawa hawa dingin, meniup melewati ujung jari kami. Tiba-tiba aku teringat akan sebuah kalimat yang pernah aku baca. "Bekas luka yang berat dari orang yang telah terluka nggak pernah layak untuk diungkit." "Yang patut dipuji adalah keberanian untuk bertahan di tengah keputusasaan." Dulu, ada gunung besar yang pernah menghalangi jalanku.
7.5K viewsCompletedAdded to Library 276 Times as puisi tikus berdasi
Read
+Library
Suamiku Miskin Tapi Bohong

Suamiku Miskin Tapi Bohong

“Hidup itu sebuah pilihan Man, jika harus memilih jalan yang mudah kita lalui, kalau perlu ada jalan pintas kenapa tidak?” “Jangan mengambil jalan yang terjal, banyak kerikil, berbatuan, buat apa susah-susah, sekarang banyak yang instan, kenapa cari yang sulit!” jelas Pakdhe Sukirman menimpali. “Aku baru tahu kalau Pakdhe ternyata musang berbulu domba, kenapa Pakdhe lebih memilih berteman dengan Wisnu, Pakdhe sangat egois, aku menyesal telah membuat Bapak sedih!” ucapnya sembari mengingat-ngingat kelakuannya yang dulu selalu menyalahkan bapaknya sendiri.
10119.6K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as puisi tikus berdasi
Read
+Library
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

sahut si Mami. "Jadi gimana, Mi? Utang gue yang kemarin lunas, ya? Malah harusnya Mami tambahin lagi buat gue. Ini cewek cantik banget, Mi. Masih muda banget, masih terik. Rugi dong gue kalau cuman jual murah ke Mami." Tidak salah lagi, Taufan menjual dirinya mungkin ke seorang mucikari. Karena samar Laura mendengar suara musik seperti di sebuah bar atau ... entahlah.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as puisi tikus berdasi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status