Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Sekelumit Sesal

Bukan Sekelumit Sesal

Kesalahanku berlapis tak sanggup kutepis Dalam barisan hari aku diselimuti pesimis Penyesalanku berawal bagai gerimis Kecil rintiknya semakin kuat mengikis Berharap dosa dibasuh hujan tangis Maaf dan pengampunan… aku mengemis Ditatap binar mata mereka bagai pelangi yang terlukis Egoiskah keputusanku yang pragmatis Ardan termenung setelah membaca bait puisi yang ditulis putranya. Ia tahu jika Akram sering menyalurkan hobinya menulis puisi atau syair saat senggang. Sejak kecil, menjadi penulis memang menjadi impiannya.
9.29.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai puisi untuk kakak
Baca
+Pustaka
The Cursed Journey Of Zhura

The Cursed Journey Of Zhura

"Saat tidak bisa tidur, aku menulis surat untuk Kakak Ra. Dia sedang pergi jauh. Saat ia kembali nanti, aku mau menceritakan semuanya yang ia lewatkan. Agar tidak lupa, aku harus menulisnya di surat. Tapi nenek selalu marah saat aku melakukannya, jadi aku menulis dengan sembunyi-sembunyi seperti ini." Zhura tercenung, ia tidak yakin raut apa yang ia tunjukkan pada bocah itu ketika mendengar penuturannya. Tidak tahukah ia bahwa kakaknya sekarang ada di dataran terkutuk itu? Harapan yang La buat, sewaktu-waktu bisa saja menyakitinya saat ia sadar perasaannya mungkin berakhir menjadi kerinduan yang tak berujung. Seakan sudah merasakan bagaimana rasa sakitnya, pada saat itu pandangan Zhura digen
10.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai puisi untuk kakak
Baca
+Pustaka
Pharmacist Save the Villain

Pharmacist Save the Villain

“Kakak, maafkan Ghaida. Jika saja aku nggak egois, Kakak akan baik-baik saja.” Aku cepat menggeleng. Dia mengirimkan pesan menyakitkan juga karena terluka dan frustrasi. Salahku yang menyeberang jalan sambil melamun. “Aku memang adik yang pantas dibenci.” Aku berusaha mengusap kepalanya, tapi tentu saja hanya tembus. “Ghaida, kakak nggak mungkin bisa benci sama kamu. Kakak sayang banget sama kamu.” “Kakak?” Ghaida bangkit dari kursi, lalu celingukan.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi untuk kakak
Baca
+Pustaka
BELENGGU DENDAM SUAMI KEJAM

BELENGGU DENDAM SUAMI KEJAM

Rumi mengusap bahu Kei, menguatkan perempuan itu agar tak terlalu bersedih, “Kamu tidak bodoh, Kei. Karena tidak ada yang pernah tahu hati akan berlabuh pada hati siapa.” Kei tersenyum, ia menghambur memeluk Rumi, “Terima kasih, Rumi. Setidaknya masih ada kamu yang perduki padaku.” “Hei, jangan mengucapkan terima kasih. Kita kakak adik bukan? Kita saudara, dan dalam persaudaraan, tidak ada hutang budi.” Kei terkekeh, menghapus air matanya dengan punggung tangan, “Aku beruntung memiliki adik sepertimu.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi untuk kakak
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai puisi untuk kakak
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Kakak Beradik 

Kakak Beradik 

Dia juga kembali didandan oleh MUA. Ayahku berdiri di sebelahnya, kemudian menggenggam tangannya dengan mata penuh rasa bersalah. "Ayah, meski Ellen tidak datang, aku tidak akan menyalahkannya. Tapi, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun padanya." "Ini semua karena aku tidak memenuhi kewajibanku sebagai seorang kakak, sehingga melukai hatinya." Lagi-lagi Sofia memaksa diri untuk tidak menangis.
9.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai puisi untuk kakak
Baca
+Pustaka
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Ku ceritakan kisahku dalam buku harian. Bagaimana rasanya memiliki seorang kakak perempuan? Hatiku bertanya pada suara yang kerap tak terdengar. Sukma. Teriakanku mulai meninggi, menaiki rimbun pepohonan yang hijau. Daun-daun merunduk, membungkuk sampai tertimbun tanah. Tersurat dalam buku harian. Purnama yang sedang dalam tulisan. Terdengar membosankan, puisi-puisianku selalu diperuntukkan pada sosok kakak perempuan. Padahal jalinan kami hanya sebatas sepupu.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai puisi untuk kakak
Baca
+Pustaka
Mencintai Kakak Sahabatku

Mencintai Kakak Sahabatku

Tentu saja Givani langsung menghapus air matanya. "Iya. Ibu benar. Aku harus berlatih untuk terakhir kalinya," ujar Givani kini meraih kertas bertuliskan sebuah puisi yang akan ia bacakan untuk besok di pesta kelulusan. Puisi itu karya Givani sendiri. Tentang sosok yang selalu mendukungnya belakangan ini. Sosok yang selalu ia rindukan kehadirannya. Kehadiran figur ayah yang tak pernah ia dapatkan. Paman Gisel adalah pria yang ada dalam puisi itu. Bi Sunnah sedikit tertegun juga meresapi isi puisi itu. Givani ternyata sangat berbakat.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai puisi untuk kakak
Baca
+Pustaka
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

ucap kakak galak dalam hati agar tidak ada yang bisa mendengarnya Sementara di satu sisi Rama menatap kakak galak sambil tersenyum, dia menatap Rama dengan cukup lama dan setelah itu dia perlahan membacakan puisi buatan sendiri untuk kakak galak “Mencintaimu adalah janji ku pada Tuhan, janji yang harus ku tepati pada pencipta ku Dengan segenap jiwa dan ragaku, serta doa menjadi bekal ku untuk mencintaimu” ucap Rama
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai puisi untuk kakak
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

'Kita sudah kenal lama Seperti kakak adik Apakah kita hanya segini saja Aku ingin buat kamu tertawa bersamaku Karena kata mereka ketawa bisa bikin sayang Tapi apa yang telah terjadi Lihat tawamu ku yang menjadi Sayang kepadamu'
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai puisi untuk kakak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status