Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya
“Dulu aku selalu berpikir… seseorang yang sudah membuang makanannya, menganggapnya tidak layak, tidak suci, bahkan haram—orang itu tidak akan pernah mengambilnya kembali untuk dimakan.”
Bagas terpaku mendengar kalimat itu. Kata-kata Sadewa menggema di telinganya, menyayat hatinya. Perlahan Sadewa melangkah mendekat, mempersempit jarak di antara mereka. Tatapan matanya tidak lepas, sorotnya tajam dan menusuk, penuh amarah yang tersembunyi.
“Tapi rupanya…” suara Sadewa merendah, “…terkadang apa yang kupikirkan tidak sesuai kenyataan. Seekor anjing, pada akhirnya, tetap akan menjadi seekor anjing.”
Bab Populer