Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luka Sang Bidadari

Luka Sang Bidadari

papar Raka tersenyum bahagi Pak adam tersenyum bahagia, akhirnya dia melihat raka bisa menyadari kesalahannya walaupun memang semuanya sudah terlanjur tetapi dia berharap bahwa Raka akan bisa membahagiakan Aisyah cucunya. "Papa kabarin Devan kalau kita mau ke Bandung? "Tanya Raka pada Pak Adam.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai pusaka sadewa
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 18 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Di tempat lain, pria yang diingatkan kembali akan masa lalu tengah merebahkan dirinya di sofa. Sofa yang warnanya hampir pudar karena termakan usia. Bayangan dua wanita dengan cara pandang hampir sama benar-benar membuat akalnya menggila. Namun, sedetik kemudian tawa terdengar jelas mengudara. Tawa yang seolah mengejek nasibnya sendiri.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai pusaka sadewa
Baca
+Pustaka
PUSAKA PEDANG LANGIT

PUSAKA PEDANG LANGIT

Padahal ia sendiri tak pernah merasa begitu, i malah merasa terancam ptadi, jadi jelas ia membereskan tanaman air itu. “Kalian membawa pedang pusaka,” jelas Kakek tua itu yang tahu, jika salah satu diantara mereka memiliki pedang pusaka. Azil langsung melihat ke arah Zoe yang memiliki pedang itu, keberadaan pedang langit memang tidak bisa diabaikan. Bahkan kekuatan bisa dirasakan oleh orang-orang hebat. “Pedang ku, memang benda pusaka. Tapi aku masih berlatih,” jawab Zoe tahu apa tujuan yang dimaksud kakek tua itu.
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 717 kali sebagai pusaka sadewa
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Mata Pak Rawa melotot Nyimas tertawa lepas, diikuti Hasta. Pak Rawa juga ikut tertawa melihat gigi Hasta yang hitam akibat bubuk kopi. Suara ketiga orang itu sengat keras mendominasi suara obrolan orang-orang yang sedang beristirahat di warung kopi. Belum ditambah lagi suara uap air panas yang keluar dari lubang kecil meramaikan suasana. Sampai ada seorang yang masuk tak disadari Nyimas dan Hasta.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai pusaka sadewa
Baca
+Pustaka
Mas Duda Suamiku

Mas Duda Suamiku

gunjing Rena. "Oh, iya. Aku'kan belum tahu wajahnya mas duda itu, coba cek ah, dia terkenal di sini pasti!" Rena ketik nama Noah dimesin pencariannya. "Oh my God!" dia tercekik seketika, Noah yang menjadi duda rupanya lebih tampan dari sebelumnya, memang pesona duda tak ada yang bisa mengalahkan.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pusaka sadewa
Baca
+Pustaka
Pesona Janda Penakluk CEO

Pesona Janda Penakluk CEO

gerutunya pada angin lalu. Di perusahaan SW grup, siapa yang tidak kenal dengan Lucas Alexander Sadewa. Putra pertama dari keluarga Sadewa, pemilik perusahaan berlantai 40 ini. Dia tampan, tinggi, dan jelas digandrungi oleh kaum hawa. Tak ada yang bisa menolak ketampanan dan pesonanya.
2.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai pusaka sadewa
Baca
+Pustaka
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Mobil berhenti menabrak tumpukan gerbong tua. Pintu ditendang terbuka. Elang keluar, kakinya menginjak genangan lumpur bercampur oli. Jas mahalnya sudah basah kuyup. Wajahnya pucat pasi, tapi matanya menyala seperti iblis yang kelaparan. "SADEWA!" Raungan Elang mengalahkan suara guntur. Dari pintu gerbong di atasnya, sesosok pria tua melangkah keluar. Sadewa. Dia tidak membawa senapan, hanya sebilah pisau komando hitam pekat di tangan kanannya.
10960 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai pusaka sadewa
Baca
+Pustaka
DUDA KAYA YANG MELAMARKU ITU AYAH SAHABATKU

DUDA KAYA YANG MELAMARKU ITU AYAH SAHABATKU

“Akak akan bantu bicara kalau keinginanmu sebatas pengen ikutan ngeband, miara binatang buas atau keinginanmu yang aneh-aneh lainnya, Dewi. Tapi untuk—” “Sadewa, Kak. Sekali lagi kau memanggilku seperti itu, akan kumasukkan ular ke kamar anak-anak gadismu!” Wanita empat puluhan yang tidak lain Prisa memutar bola mata malas mendengar ancaman salah satu adik kembarnya yang limited edition ini. Sadewa benar-benar berbeda dari kembarannya. Tingkahnya sering absurd dan di luar nalar kebanyakan manusia. Entah ngidam apa Alvina saat mengandungnya dulu. Mungkin karena terlalu suka mencium bau ketiak suaminya.
1034.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 831 kali sebagai pusaka sadewa
Baca
+Pustaka
Hanna (Bukan Gadis Biasa)

Hanna (Bukan Gadis Biasa)

Kini, giliran dia yang menyalami tanganku tanpa menghiraukan cebikan kesal Nakula. "Hai, Hanna? Gue Sadewa, just call me ... Dewa!" ujarnya sambil memainkan alis tebalnya turun naik. Kalo Nakula berambut cokelat ikal, maka Sadewa ini rambutnya cokelat lurus. Duh, kalo gini sih gampang banget bedainnya. Biar pun mukanya sama, tapi penampilannya yang berbeda.
1030.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pusaka sadewa
Baca
+Pustaka
Sang Dewi

Sang Dewi

tanya Panji Asmara Bangun. Sembari tersenyum, Jaka Lelana menjawab, "Tak perlu khawatir. Dalam beberapa hari Sekar Dewi akan sadar. Luka dalamnya sudah mulai membaik, tinggal meminum ramuan dari tabib saja.” Bagai mendapat seribu keberuntungan, raut wajah Panji Asmara Bangun menjadi semringah. "Aku tak tau bagaimana harus berterima kasih pada Pangeran.”
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai pusaka sadewa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status