Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Patah

Patah

*** Bersambung Author’s note: Nah, keluar lagi nih nama Papyrus. Di blurb sudah dijelaskan hubungan Nayara dengan founder Papyrus ya. Jadi next part si babang ganteng yang dingin sudah muncul. Dinginnya kayak apa? Stay tune, Darla. Makanya subscribe & follows dong. Biar Bang Notif cepet kasih info kalau ada bab baru. Nggak usah malu-malu sama Bang Notif. Di sini zona malu-maluin. Ditunggu komennya ya, Darla…
1028.8K viewsCompletedAdded to Library 575 Times as pusara
Read
+Library
Anara

Anara

Dan menjadi neraka yang panas membakar disaat siang. Nama gadis itu Anara, Anara Carwen Sarendra. Putri tunggal Brama Sarendra, salah satu dari sepuluh orang paling berpengaruh di dunia. Kekayaannya tak dapat di hitung, belum lagi aset dan yayasan-yayasan yang di kelolanya. Membuat seorang Brama dan keluarganya, menjadi incaran para pencari berita.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as pusara
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

bentak Purnomo. Namun, orang berada di seberang telepon tidak ada jawaban yang membuat Purnomo geram sambil menatap layar ponsel, sekelebat dia bisa membaca tulisan yang berbunyi ‘Arka’, ponsel disambar balik oleh Mawar. “Mas, apain sih?? Orang tidak kenal juga diladeni, buang-buang tenaga saja,” ungkap Mawar kesal, dia ingin menguasai suasana saat itu untuk mengalihkan perhatian Purnomo.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as pusara
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

Nala merogoh buku dari dalam tasnya. "Idih, jangan buru-buru dong," Padma merajuk lagi. "Aku ada kejutan nih buat kalian!" Dia meraih sebuah kotak seukuran bantal bayi yang terbungkus oleh plastik hitam. Dengan antusias dan tergesa-gesa, Padma merobek-robek bungkusnya. Isinya sungguh di luar perkiraan Nala: satu set lightstick dan miniatur personel grup penyanyi laki-laki dari negeri gingseng.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as pusara
Read
+Library
Koma

Koma

Dari posisi sedekat itu ia bisa melihat jari-jari cowok itu penuh hansaplast dan mata panda yang terlihat jelas di kulit putihnya. Gadis dengan name tag Rimba buana itu terkejut dengan darah kental yang keluar dari lubang hidung cowok itu. Dengan sigap ia langsung mengulurkan sapu tangan yang selalu ia bawa. Cowok itu terlihat bingung dengan sikap tiba-tiba cewek asing dihadapanya. Rupanya dirinya tak sadar akan darah yang mulai mengucur deras hingga menetes ke layar hp-nya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as pusara
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

ucap Varo lirih. “Bukannya, rumah kamu lebih mewah, lebih besar dan megah? Aku tahu Papi kamu pekerja keras, jadi pasti hunian kamu lebih nyaman.” Meera kemudian membuka pagar rumahnya dan mempersilakan Varo masuk. “Assalamu’alaikum,” sapa Meera sambil mengetuk pintu dengan dua daun pintu berwarna cokelat tua tersebut. “Wa’alaikumsalam,” jawab seorang wanita dari dalam rumah.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as pusara
Read
+Library
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

Susan mengambil ponselnya dari dalam laci meja rias, lalu membuka pola dan memberikan pada Nesa. “Anaknya namanya Helena,” kata Susan dengan suara pelan. Kemudian ia membuka lemari baju untuk mengganti pakaian. Nesa menghubungi nomor Helena. Setelah beberapa kali panggilan terdengar suara sahutan tidak ramah dari seberang. “Ada apa Susan?” “Saya Nesa, anak Susan. Pak Bas dan Lee mengalami musibah. Usahakan segera datang ke rumah,” kata Nesa dengan singkat setelah memperkenalkan diri.
106.8K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as pusara
Read
+Library
Kepincut Duda Berjanggut

Kepincut Duda Berjanggut

Casugraha : Pingsan. Mark : Koma tiga hari. Olavius : Begitu bangun, langsung minta kopi. Ghael : Gandasturi. Adwaya Lakeswara : Jambu biji. Bhagawanta Lakeswara : Kenari. Lainufar Suwardana : Blueberry. Morgan Padantya : Strawberry. Aaron Jayanagara : Kemiri. Dharvan Kagendra : Roti. Arya Himawan : Tahu isi.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as pusara
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Simbol yang sama dengan logo Sistem Citarasa Ilahi. Di bawah simbol itu, tertera tulisan tangan yang sudah memudar: ‘Benih Terakhir. Padi Asura.’ “Padi Asura?” Adrian mengerutkan kening. “Aku pernah membacanya di manuskrip kuno. Itu dianggap mitos. Beras legendaris yang konon tumbuh di tanah para dewa, yang bisa menyerap esensi murni dari bumi. Dikatakan, satu butirnya cukup untuk memberi makan jiwa seorang raja selama setahun.”
1.1K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as pusara
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status