Cermin Dari Nenek
Sementara Ibu terus meringis sambil memegangi keningnya yang memar akibat terbentur dengan pintu, ya, Merre yang telah mendorong Ibu ketika ingin memukul aku tadi.
"Ibu, Maaf 'kan Merre," kataku.
"Aduh, pelan-pelan Lala! Ini sangat sakit. Merre siapa?" tanya Ibu, beliau menyingkirkan tanganku yang memijit keningnya yang masih tampak memar.
"Kenapa, bu? Biar aku memijitnya," ucapku dan kembali ingin memijit kening Ibu namun kembali ia singkirkan.
Hot Chapters