Bara Dendam Sang Prabu Boko
Baginya, pernikahan ini, sebesar dan semegah apapun upacaranya, adalah sebuah bentuk penghinaan tak termaafkan bagi ibundanya, sang Permaisuri Pramodhawardhani, sekaligus coretan hitam pada martabat wangsa Sanjaya.
Seorang ksatria senior yang rambutnya telah memutih sebagian walaupun masih sangat tampan terlihat mendekat, mengamati kegelisahan pangeran muda itu. Ia adalah Wulung, kepala regu pengawal Kayuwangi, sosok yang dikenal bijaksana dan pendiam. Di samping Kayuwangi, berdiri pula Paksi Daradanda, putra Mahapatih yang bertindak bukan hanya sebagai rekan sebaya, namun juga sebagai orang kepercayaan. Paksi memandang Ayahandanya dengan kerutan samar di dahi, menyiratkan kesedihan yang sam
Hot Chapters