Tetanggaku Rajin (Minta)
Aku semakin tergelak tak bisa menahan tawa.
“Kok Davi ga ada buntutnya?” godaku kemudian.
“Karena Davi orang, Mamaah.” Rajuknya.
“Ooh, Davi bukan meong,” ujarku lagi. Kupeluk anakku dengan gemas.
Tiba-tiba gawaiku berdering, ada panggilan masuk, apa mungkin dari Mas Hadi. Saat kulihat, ternyata Mbak Kiki lagi. Mau apa lagi dia? Apa mau menagih minta pinjaman uang? Ah, jadinya penasaran.