Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
 CINTA DI BALIK BENCI

CINTA DI BALIK BENCI

Dean menghela napas, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi. Ketika mereka akhirnya tiba di desa itu, suasananya terasa aneh. Desa itu sunyi, seolah tidak ada kehidupan di sana. Jalanannya dipenuhi debu, dan bangunan-bangunan tua tampak hampir runtuh. “Tempat ini…” Dean bergumam, memandang sekeliling dengan alis berkerut. “Kenapa terasa seperti desa hantu?” “Karena memang seperti itu,” jawab Raka. “Orang yang kita cari tinggal di sini, di ujung desa.”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai rak desa adalah
Baca
+Pustaka
Fitnah dan Dendam

Fitnah dan Dendam

Waktu Raka sangat sedikit di rumah, ia lebih banyak waktu untuk pergi ke sana sini. "Sebenarnya aku ingin misah tinggal, tapi aku mau tinggal di desa untuk membangun bisnisku sendiri. Aku rasa kalau di desa lebih banyak peluang di bandingkan kota. Lagipula kalau di desa belom banyak saingan deh, keknya, tapi aku bingung dimana desa yang mau kudatengi," ucap Raka tiba-tiba.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai rak desa adalah
Baca
+Pustaka
SULTAN DESA

SULTAN DESA

"Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih sebelumnya karena Pak Kades bersedia membantu mengurus semua keperluan selama saya menunaikan ibadah haji. Saya sebenarnya tidak enak, tapi bagaimana lagi, putera saya harus menghadapi ujian semester. Itu penting buat masa depan mereka." Pak Kades tersenyum hangat. "Tidak apa, Pak. Kita ini partner kerja di desa. Kita sudah selayaknya saling bantu. Apalagi kita sebentar lagi jadi besan. Jika saya ada kesibukan ke kota kecamatan atau kabupaten, saya akan menyerahkan tanggung jawab untuk mengontrol bisnis Bapak dan keperluan ratiban kepada Pak Sekdes." "Nah, betul," sahut Umi. "Saya sudah bicara sama Bu Sekdes dan beliau tidak keberatan untuk membantu m
1013.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai rak desa adalah
Tampilkan Ulasan (3)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Baca Semua Ulasan
Putri dari Desa

Putri dari Desa

Siska menambahkan, “Atau mungkin kamu sedang mencari cara baru untuk mengisi waktu yang kosong.” Siska melanjutkan, “Kamu tahu, Laras, hidup di sini sebenarnya bisa sangat menyenangkan jika kamu tahu caranya. Sayangnya, sepertinya kamu lebih suka mengingat masa lalu yang penuh kesederhanaan.” Maya tertawa kecil, “Mungkin kamu merasa lebih nyaman di desa. Mungkin kamu terlalu cepat menganggap bahwa hidup di sini akan sama dengan apa yang kamu harapkan.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai rak desa adalah
Baca
+Pustaka
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

tanyanya pelan. Kepala desa menggeleng. “Katanya, kalau aku berdiri, semuanya akan berantakan.” Kalimat itu terasa seperti pukulan di dada. Cerita lengkapnya menyusul malam itu. Seorang perangkat desa muda—dikenal rajin, cekatan, dan “bisa diandalkan”—diberi tanggung jawab penuh dalam pengelolaan dana desa. Rapat dipersingkat. Keputusan dipusatkan. Meja rapat dibuat panjang dan mengilap, dengan kursi empuk di tengah.
612 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai rak desa adalah
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

"Desa itu disebut Desa Racun. Tapi tidak ada yang tahu persis di mana letaknya." ‎Pedagang kedua yang seorang pria kurus dengan topi bambu ikut menimpali sambil menyesap tehnya. "Katanya desa itu dijaga ketat. Mereka menyamar sebagai desa biasa. Tapi siapa pun yang masuk tanpa undangan, dia tidak akan pernah keluar hidup-hidup." ‎
8.76.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai rak desa adalah
Baca
+Pustaka
PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

Desa itu kini memiliki suasana yang berbeda, seperti diselimuti aura baru yang penuh kedamaian dan harapan. Raka, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai pemuda desa, kini telah menjadi simbol kekuatan dan pelindung bagi desanya. Setiap hari, warga datang menghampirinya untuk mengucapkan terima kasih, menawarkan bantuan, atau sekadar berbincang. Meski demikian, Raka tetap rendah hati dan selalu mengingatkan mereka bahwa kemenangan yang mereka raih adalah hasil dari keberanian seluruh desa, bukan dirinya semata.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai rak desa adalah
Baca
+Pustaka
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

Dan entah kenapa, Raka merasa malam ini, seluruh desa sedang menahan napas, menunggu keputusan yang akan ia buat. [BERSAMBUNG]
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai rak desa adalah
Baca
+Pustaka
Kembang Desa

Kembang Desa

Untuk memudahkan pencariannya, Aisyah menemui kepala desa untuk mengetahui alamat rumah Prasetyo. “Selamat datang, Ibu. Ada yang bisa saya bantu?” tanya pria yang menjabat sebagai Kepala Desa Sukorejo itu dengan ramah. “Iya, Pak, saya minta tolong kepada Bapak untuk sudi kiranya memberitahu alamat rumah salah seorang warga Bapak yang bernama Bapak Prasetyo. Saya ingin bertemu dengan dia. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengannya.” Aisyah tersenyum menatap Kepala Desa itu.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai rak desa adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status