PESONA MAS IPAR
Terletak di salah satu sudut dinding.
Di sampingnya berdiri dispenser, dengan air galon merk terkenal, sama dengan yang biasa kami konsumsi di rumah dan kantor. Di sampingnya lagi, sebuah rak piring kecil, yang hanya ada satu piring, satu mangkuk, satu cangkir, satu sendok, serta satu teflon. Sementara di kamarnya yang tanpa penutup itu, hanya ada ranjang ukuran single. Satu lemari plastik ukuran kecil, dan sebuah kaca yang menggantung di dinding.
"Kamu tinggal di tempat ini selama dua tahun itu, Helena?" Tanyaku, seraya menoleh kepadanya.