Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUAMI MISKINKU DI RUANG NASABAH PRIORITAS

SUAMI MISKINKU DI RUANG NASABAH PRIORITAS

Tanpa ba-bi-bu, karena males lama-lama juga, cepat aku memilih baju yang sekiranya pantas dipakai ke acara arisan keluargaku di sebuah toko. "Jangan lupa beli jilbab, tas, sendal sama daleman atas bawah bila perlu," kata Bang Jayanta sebelum aku masuk ke dalam. "Dih, apaan dah. Kocak." Dia terbahak. - Selesai membeli dua potong baju untukku dan untuk Nuna, jilbab dan juga tas, aku gegas keluar. Di luar aku celingukan saat tak kudapati Bang Jayanta di depan toko.
921.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 707 kali sebagai rak jilbab kayu
Baca
+Pustaka
Ratu barbarku

Ratu barbarku

Ucapku tulus. Mereka mengangguk dengan senyuman. "Baiklah. Mari kita memulai eksekusi." Aku mengeluarkan beberapa kain yang aku beli di luar istana. Mengeluarkan beberapa manik-manik untuk hiasannya. "Yang Mulia berniat membuat pakaian seperti apa?" Tanya sang kepala penjahit. "Emm.. Mungkin sebuah gaun untuk pesta?" Jawabku meminta persetujuan.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai rak jilbab kayu
Baca
+Pustaka
Adikku Ingin Jadi Artis

Adikku Ingin Jadi Artis

"Wajah cantik karena make up dan skincare banyak Lula, tapi hati yang cantik itu susah dicari, apalagi wajah cantik ditambah hati cantik langka itu" Lula tak merespon ucapanku, ia kembali ke kamar. Tak lama kemudian ia keluar dengan menggunakan kaos lengan pendek dan celana jeans pendek sampai lutut, rambut yang terurai, serta bau parfum yang sangat menyengat. "Aku pergi dulu keluar Kak." "Tunggu!" "Ada apa lagi?" "Pakai jilbab Lula, sebagai seorang muslimah jilbab wajib dipakai, itu perintah Allah bukan perintah Kaka."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai rak jilbab kayu
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

Thalisa khawatir jika nanti Arden akan menanyakan mengenai masalah di kantin karena Thalisa berubah sikap setelah mendengar akan ada pertemuan dengan Sera Group. Di ruangan Arden, yang terlihat begitu luas, banyak furniture yang tertata rapi dan terkesan seperti ruangan di dalam istana. Thalisa sempat dibuat menganga dengan desain interior ruangan Arden yang minimalis. Tersemat lukisan Arden yang mengenakan setelan jas berwarna merah, dan juga jam tangan stainless pasti itu adalah jam tangan mahal yang Thalisa ketahui hanya dengan melihatnya sekilas.
9.88.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai rak jilbab kayu
Baca
+Pustaka
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Jim bahkan tak memiliki teman, dia adalah laki-laki penyendiri yang memiliki kepercayaan diri yang rendah, dia tidak sekuat tubuh kekarnya, dia rapuh dan butuh penjagaan. Luna mengusap kasar air matanya. Tanpa pikir panjang dia memakai jilbab simpel dan kaos lengan panjang serta celana kulot bewarna coklat. Hal yang harus Luna lakukan saat ini adalah melapor ke kantor polisi. Mana tau laki-laki tertutup itu masih berada di Jakarta. *****
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 599 kali sebagai rak jilbab kayu
Baca
+Pustaka
DIMADU TANPA RESTU

DIMADU TANPA RESTU

Ia mengenakan jilbab instan sederhana namun tetap rapi, dan senyum itu—senyum yang pernah menjadi milik Wira sepenuhnya—kembali muncul di wajahnya. "Selamat datang, Mas Wira," ucapnya, lembut namun menjaga jarak. "Assalamualaikum," sahut Wira dengan senyum kecil. Ia mengangkat beberapa kantong hadiah. "Bawaan dari Surabaya. Buat kamu, Raka, dan yang lainnya." "Waalaikumussalam. Kamu nggak perlu repot-repot, Mas. Tapi... terima kasih," jawab Sekar sambil memberi isyarat mempersilakan masuk.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai rak jilbab kayu
Baca
+Pustaka
Petaka Dua Garis

Petaka Dua Garis

Perlahan aku membuka mata dan memastikan bahwa pandangan ini tak berputar. “Masangin Mira jilbab dulu, Mi.” Mas Yazid dengan cekatan memasangkan jilbab bergo untuk menutupi auratku. Dibenarkannya letak jilbab berwarna peach tersebut dan memasukkan anak-anak rambutku yang mencuat keluar. Tak lupa, dia juga memasangkan kardigan rajut warna merah muda untuk menutupi daster berlengan pendek yang kukenakan. Kedua telapak kaki yang rasanya begitu sejuk ini pun juga tak lupa dibalut oleh Mas Yazid dengan kaus kaki berwarna kulit.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai rak jilbab kayu
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENIKAH dengan CEO TEMPERAMEN

TERPAKSA MENIKAH dengan CEO TEMPERAMEN

Ternyata barusan aku terkesima melihat lelaki di depan mataku. Dengan mengenakan rok rempelan warna biru dipadukan dengan kemeja lengan panjang motif daun senada dengan jilbabnya. Dengan make-up tipis sekedar menyamarkan kulit yang terlihat pucat. Dandananku ala kadarnya karena beginilah aku, wanita sederhana dari orang tua yang tak mampu dan juga aku bukan wanita karir.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai rak jilbab kayu
Baca
+Pustaka
TERJEBAK DALAM PELUKAN TEMAN SUAMI

TERJEBAK DALAM PELUKAN TEMAN SUAMI

"Mubazir banget tidak boleh menatapmu." "Apa aku pantas pakai jilbab, Mas?" Renata langsung menunduk, menyesali pertanyaan bodoh itu. "Tapi, kalau aku pakai jilbab, tidak sesuai dengan kelakuanku. Pasti banyak yang mencibir pelacur syar'i!" Rahang Darren mengeras mendengar itu. Tatapannya berubah tajam. "Sekali lagi kamu bicara begitu, aku benar-benar marah, Rena!"
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai rak jilbab kayu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status