Pura-Pura Buta
Suara deheman memaksa dua pasang yang masih berpelukan menoleh ke belakang.
"Dilan?" Delia berseru dengan mata berbinar.
****
"Silakan," tawar Dilan, ketika minuman dengan tiga jenis berbeda, terletak di atas meja.
Ryan hanya mengangguk kecil tapi belum menyentuh sama sekali. Sedangkan Delia nampak tidak fokus karena benaknya kembali ke masa lalu mengingat obrolan terakhir bersama Dilan.
"Apa kabar kalian? Selamat ya atas pernikahannya. Semoga setelah kembalinya dari bulan madu ini, bakal ada Delia dan dokter Ryan junior." Dilan mencoba berkelakar menghibur diri sendiri.