Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fake

Fake

tambah Kevin heboh, salah satu tukang kompor di geng mereka. “Mau taruhan? Kalau dia main sama gue malam ini, kalian bayar satu juta perorang. Kalau gue kalah, malam ini gue yang traktir gimana?” usul Ali tiba-tiba, mereka tampak antusias setuju dengan gagasan itu. Tidak akan rugi mengeluarkan uang jika mereka mendapatkan sebuah hiburan, Dido dan Adit merasa gelisah feeling mereka sudah tidak enak dan Shena belum kembali ke meja mereka, satu-satunya orang yang berani memberhentikan permainan gila ini ya cuma seorang Raden Akashena Kavi.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as randomly picked
Read
+Library
Choose Me!!

Choose Me!!

Aksa tidak menyangka kalau pohon rambutan di halaman belakang rumahnya memiliki penunggu yang bisa mengganggu romansanya bersama dengan Saga. “Siapa di sana?” tanya Aksa gusar sambil menolehkan kepalanya ke arah pohon rambutan. Aksa mengernyitkan alis ketika matanya melihat ada orang tak diundang berdiri di dekat pohon rambutan persis seperti penampakan. Bukan hanya satu, tapi ada dua orang yang entah kenapa tampak begitu menyebalkan.
85.6K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as randomly picked
Read
+Library
Persona

Persona

"Aku..." ***
106.5K viewsCompletedAdded to Library 137 Times as randomly picked
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Hanya sebuah gantungan kunci kecil berbentuk rumah, dengan tulisan terukir: “Kita mulai dari sini.” Rayhan berkata lirih, “Aku tahu kamu belum mau buru-buru soal nikah atau apa pun itu. Jadi aku pikir… kita mulai dari rumah dulu. Rumah yang beneran. Aku nemu tempat kecil di pinggiran kota, ada taman belakangnya, dan… ruang buat kamu nulis.” Dinda menatap gantungan itu lama, lalu tertawa pelan dengan mata basah. “Ini lebih romantis dari lamaran mana pun.”
88.3K viewsOngoingAdded to Library 240 Times as randomly picked
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

imbuhnya dengan nada mengiba. “Maaf, saya tidak ada waktu melayani Anda bermain tebak-tebakan,” sergah Felix frontal. “Jika tidak ada kepentingan lagi, akan saya putuskan sambungannya. Meladeni Anda bermain tebak-tebakan hanya akan membuat saya kehilangan waktu untuk beristirahat,” gertaknya sambil menahan rasa kesal. “Aku Priska, Fel,” ungkap perempuan tersebut dengan nada lirih. “Aku yakin kamu masih mengingat nama tersebut, Fel,” sambungnya memastikan.
9.838.1K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as randomly picked
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

0821 4545 xxxx: Arla Dahi Arla mengernyit heran. Baru jam 6 pagi. Terlalu pagi rasanya seorang penipu mengirim chat padanya. Tapi ia belum menyimpan nomor orang yang baru saja menghubunginya via chat room. Lalu sesaat kemudian, nomor yang sama mengiriminya pesan lagi. 0821 4545 xxxx: It’s me 0821 4545 xxxx: Raihan
1038.6K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as randomly picked
Read
+Library
SamRann

SamRann

gumam Rann. Tak lama kemudian ada sebuah notifikasi muncul, dilihatnya ada satu pesan muncul tanpa nama. +6238XXXXXXXXX Malam. Me. Siapa? +6238XXXXXXX SAMUDRA ALVIAN SI GANTENG ANTARTIKA HAHAHA Me. Pd jreng lo!! Dapat nomor gue dari mana?? +6238XXXXXXXXX PD lah, kan emang ganteng hehe Gak percaya? Tanya aja sana sama orangnya.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as randomly picked
Read
+Library
Unknown

Unknown

Di hari yang tidak terlalu padat ini akan ku manfaatkan untuk menyelesaikan typography ku yang sudah lima hari terbangkalai akibat memikirkan ilusi yang tampaknya tidak akan pernah jadi kenyataan. Aku memilih duduk di bawah pohon rindang di sekitar taman umum yang ada di fakultasku. Ku cari peralatan typography di ranselku sekaligus headset yang ku pasangkan di telinga dan segera ku stel musik favoritku. Sekarang ini aku sedang menyukai musik rizky febian “Seperti kisah” fikiranku langsung berujuk pada ilusi cantikku yang sudah setengah hari ini belum kunjung terlihat oleh indra penglihatan. “Woy!”seru seorang yang tiba-tiba mengagetkanku kemudian terduduk di sebelahku.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as randomly picked
Read
+Library
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

"Papa kurang hati-hati dalam menyeleksi. Pulanglah. Kita akan mencari calon suami untukmu dengan cara yang lebih baik." "Aku tidak mau, Pa. Aku sudah menetapkan pilihan." Diana menyentuh lengan Alex. Spontan Alex menggenggam tangannya. "Lelaki seperti dia bukan pilihan!! Kamu membuang berlian demi seekor anjing!" seru Benyamin. Jack mengernyit. Alex menatap Benyamin dengan tajam. "Papa tidak kenal Alex! Dia jauh lebih baik dari semua lelaki yang Papa kenalkan tempo hari. Aku tidak perlu memilih lagi, Pa. Aku sudah menemukan yang terbaik."
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 397 Times as randomly picked
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status