Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
FATAMORGANA

FATAMORGANA

Buat para pembaca terima kasih sudah mau membaca karya saya. Untuk ban 52 sepertinya ada kesalahan teknis ya teman-teman Mohon maaf. Mohon dimengerti. Bab ini khsus untuk permohonan maaf saya. Karena saya nulisnya ketiduran hingga seharusnya belum di up malah sudah ke up. Sekali lagi saya mohon maaf atas keteledoran ini.
108.7K viewsOngoingAdded to Library 234 Times as regretevator folly
Read
+Library
LOVE AND REVENGE

LOVE AND REVENGE

Tubuhnya gemetar. Pria angkuh itu menyilangkan lengan di depan dada, menatap lurus tanpa ekspresi. "Membayar semua dosa yang kau lakukan pada keluargaku." ~ Love And Revenge ~
2.4K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as regretevator folly
Read
+Library
Revansha

Revansha

Nadanya sedikit naik satu oktaf membuat Evan dan Elang terlonjak kaget seketika. Evan dan Elang saling melirik. Namun, Evan lebih dulu menendang kaki milik Elang, membuat sang empunya mengaduh kesakitan. Elang menatap Evan tajam. Ada rasa kesal dalam dadanya. Bukan hanya soal kakinya yang ditendang. Melainkan sepatunya menjadi kotor akibat ulah kaki Evan. "Jawab!" sentak Emil. Sekali lagi Evan dan Elang tersentak sampai menegakkan tubuhnya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as regretevator folly
Read
+Library
RETAK

RETAK

Dia masih ingin menikmati masa sendirinya. Merenungi banyak hal, terutama kegagalan dalam menjalin hubungan percintaan. Selalu saja gagal saat keduanya akan menuju proses ke pelaminan. Sudut bibir Vitaloka tertarik ke atas membentuk bulan sabit. Sorot matanya tampak mendung. Hatinya kembali terasa sakit mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh Sebastian. Vitaloka memejamkan mata, berharap ingatan tentang masa lalu itu seketika lenyap. Dia tidak ingin mengingatnya, tetapi semakin berusaha dihalau. Malah semakin melekat.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as regretevator folly
Read
+Library
Remorse

Remorse

Kansa berujar kencang, kemudian menutup mulutnya yang tidak memiliki sopan santun itu. “Jangan gitu, Ca. Allah gak suka,” timpal Edo masih dengan tawanya. “Kecanduan cogan sih, makanya sengklek!” Tawa Anaya pecah dengan lontaran tak berdasar itu. Entahlah rasa lelah yang sedari tadi ditanggung kini hilang dirampas kebahagiaan.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as regretevator folly
Read
+Library
Revenge

Revenge

Namun apa yang telah menimpanya, semua begitu nyata, dan luka di tubuhnya adalah bukti. Gendis mengembalikan benda-benda yang dia keluarkan tadi kembali ke bawah tempat tidur, dan akan berpura-pura tidak pernah melihatnya. Sebuah cambuk berwarna hitam dengan ukiran di gagangnya, terlihat bagus dan mahal. Juga tali. "Apakah Steve seorang Psycho? Sadomasokis? Mimpi buruk apa lagi yang harus aku alami, Tuhan ... belum cukupkah semua cobaan ini?"
108.6K viewsCompletedAdded to Library 181 Times as regretevator folly
Read
+Library
Mistpouffer

Mistpouffer

desahnya. “Orang gila. Jangan bilang dia mikir kalau Tante Mutia bakal kembali kalau dia ngebunuh pacarnya? Kenapa dia enggak pakai cara yang lebih manusiawi sih?” dengkus Aruna kesal. “Luke tahu kalau Mutia tidak akan pernah kembali kepadanya. Karena itu dia juga tidak akan membiarkan seorang pun untuk bisa berada di samping Mutia selama dia hidup,” ucap Lavena dan ia pun bangkit.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as regretevator folly
Read
+Library
Revenge

Revenge

seru si wanita sadis yang keluar dari dalam mobilnya. "Kami tidak berhasil menemukan pelakor ini, Nona! Kita kembali saja, mungkin dia sudah mati!" ujar Gilbert. "Jangan memerintahku, Gilbert!" tegas wanita sadis penuh kemarahan. Gilbert ketakutan melihat raut wajah wanita sadis ini yang berubah drastis. "Aku tidak bermaksud memerintah Nona ... maafin aku," kata Gilbert dengan lemas.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as regretevator folly
Read
+Library
Revenge

Revenge

Randu menyindir ketidaksetiaan Frasa. “Terserah, aku tidak lagi peduli dengan semua anggapan itu. Aku tidak ingin lagi terlibat dalam hal yang menentang hukum,” jawab Frasa. “Sejak kapan kamu peduli dengan hukum?” “Sejak aku sadar bahwa perbuatanku bisa merugikan banyak orang. Aku ingin memulai semuanya dari awal. Kukembalikan semua fasilitas yang kamu berikan padaku. Maaf, aku sudah menggunakan kartu kredit itu untuk memenuhi kebutuhanku.” Frasa menyodorkan kunci apartemen, kartu kredit dan beberapa barang yang dia dapatkan dari Randu.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as regretevator folly
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status