Dua Tuan Tampan
Ia memaksakan diri untuk fokus, namun hati dan pikirannya terus melayang ke Galeri Senja.
Keesokan harinya, meskipun jadwalnya padat, Raina tidak bisa berhenti memikirkan pameran Bima. Di sela-sela istirahat, ia membuka browser di komputernya, diam-diam mencari tahu tentang Galeri Senja. Ia menemukan beberapa ulasan positif, foto-foto pameran sebelumnya, dan bahkan beberapa kutipan wawancara dengan Bima yang berbicara tentang inspirasi di balik karya-karyanya. Semakin ia membaca, semakin besar rasa sesal yang menghantuinya. Ia merasa seperti kehilangan kesempatan emas untuk menghirup udara segar yang ia rindukan.
Hot Chapters